Alasan Perusahaan Gagal Mempertahankan Karyawan Terbaiknya

Alasan Perusahaan Gagal Mempertahankan Karyawan Terbaiknya
Photo by Alex Kotliarskyi on Unsplash

Ada asumsi bahwa karyawan zaman sekarang, terutama milenial dan generasi yang lebih muda yaitu mereka yang lahir pada tahun 1982 ke atas, merupakan “job-hoppers” atau juga biasa disebut “kutu loncat”. 

Lebih jelasnya, mereka ini sering berganti pekerjaan melebihi generasi terdahulu. Mereka dinilai lebih senang mencari pengalaman kerja untuk dirinya, terus mencoba peluang karier yang baru, daripada bertahan loyal di satu perusahaan yang sama.

Namun, yang mengejutkan adalah asumsi tesebut sebenarnya tidak tepat, jika dilihat berdasarkan statistiknya. Karyawan masa kini bertahan di perusahaan lebih lama daripada employee 25 tahun yang lalu. Pada tahun 1983, rata-rata pekerja bertahan di perusahaan selama 3,5 tahun. Sementara,  karyawan masa sekarang bekerja di satu perusahaan rata-rata selama 5,1 tahun.

Meski demikian, tetap saja perusahaan mengalami kendala keluarnya karyawan, berapa lama pun mereka bekerja. Hal ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari bidang industri perusahaan itu sendiri, usia, gender, pendidikan, hingga ras dan etnis.

Untuk memahami kenapa mereka yang terbaik selalu meninggalkan perusahaan, simak alasannya berikut ini:

Kurangnya Kepercayaan dan Otonomi

Mempertahankan karyawan yang baik berawal dari dan diakhiri dengan kepercayaan. Leader yang tidak mempercayai karyawannya seringkali melakukan micro-managing terhadap mereka, sering menanyakan tentang keputusan dan hal yang mereka kerjakan, serta selalu menyuruh mereka tersebut untuk meminta persetujuan akan setiap hal yang mereka lakukan. Karyawan high-performing biasanya tidak memerlukan oversight seperti ini. Mereka merasa terbatasi, dan akan mencari lingkungan kerja dengan kepercayaan dan otonomi tinggi.

Merasa Tidak Dihargai dan Diakui

Salah satu alasan utama karyawan pergi adalah karena mereka merasa tidak dihargai dan hasil pekerjaannya tak diakui. Kurangnya apresiasi ini bisa terjadi dalam bentuk gaji yang kurang, tidak mendapatkan feedback positif saat pekerjaannya terselesaikan dengan baik, janji-janji perusahaan yang tak ditepati, hingga komplain yang tidak ditanggapi sama sekali. Saat leadership di perusahaan melakukan kesalahan seperti ini, karyawan akan merasa bahwa lingkungan kerjanya itu toxic dan mereka akan keluar dari pekerjaan. Bahkan, terkadang ada exodus atau karyawan berhenti secara massal.

Kurangnya Respect dalam Lingkungan Kerja

Respect yang dimaksud adalah bagaimana karyawan diperlakukan oleh manajer dan rekan kerjanya. Bisa juga ini adalah jenis tugas dan project yang diberikan kepada mereka. Jika ada seseorang yang berkata bahwa mereka meninggalkan pekerjaannya karena merasa tidak digaji cukup, maka itu berarti perusahaan kurang menghargai hasil pekerjaan dan kemampuan mereka, dengan tidak memberikan kompensasi yang memadai. Ketika mereka sadar bahwa tidak ada respect dari perusahaan sesuai ekspektasi, mereka akan memilih meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja.

Kecil Kemungkinan untuk Berkembang

Kesempatan untuk mengembangkan karier menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh pelamar kerja. Saat sudah menjadi karyawan di perusahaan, dan ternyata di sana tidak ada jenjang karier meskipun mereka sudah bekerja dengan sangat baik, mereka cenderung mencari pekerjaan lain. Mereka akan berhenti ketika merasa benar-benar tidak ada harapan untuk mengembangkan karier, sesuai dengan skill yang dimiliki. Karyawan terbaik selalu ingin mengembangkan dirinya yang berujung pada peningkatan jenjang kariernya.

Terkadang, mereka pergi bukan semata-mata karena gaji yang dirasa kurang. Namun, kenyamanan mereka bekerja itulah yang membuat karyawan betah atau tidak, untuk bertahan di satu perusahaan yang sama. Selain poin-poin yang disebutkan tadi, faktor lainnya yakni kurangnya komunikasi yang baik dengan atasan, merasa over-stressed dan over-worked, serta work-life balance yang tidak lagi seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram