Berbagai Macam Kebohongan Paling Sering Dilakukan Oleh Recruiter

Kebohongan tim HR

Kandidat itu pasti memperhatikan semua hal saat rekrutmen, baik dia nanti akan direkrut maupun tidak. Jika mereka tidak diterima, maka pengalaman yang sudah didapatkan selama proses rekrutmen tersebut, akan menentukan sikap mereka juga dalam menanggapinya.

Bisa jadi kandidat akan mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan di perusahaan Anda lagi. Namun, bisa juga kandidat tidak akan kembali melamar kerja di tempat Anda, sekaligus ingin sharing pengalaman rekrutmen mereka, seperti di media sosial.

Bahkan meskipun kandidat tersebut terpilih, pengalaman selama tes dan wawancara juga dapat mempengaruhi kesan mereka untuk bekerja di perusahaan Anda.

Banyak job seeker yang merasa kecewa karena mereka dibohongi oleh recruiter saat mereka sedang mengikuti proses rekrutmen. Salah satunya yang paling umum yakni kandidat merasa bahwa job description yang dijelaskan itu tidak akurat seperti kenyataannya.

Oleh karena itu, mari simak berbagai kebohongan yang paling sering dilakukan oleh para recruiters, seperti berikut ini:

Tidak Menjelaskan Informasi Detail Tentang Pekerjaan

Recruiter bisa saja tidak memberikan informasi dengan lengkap dan jelas, mengenai lingkungan kerja serta job description untuk kandidat. Mungkin, ada yang menganggap hal ini bukan kebohongan. Sebab, recruiter memang tidak menyampaikan hal yang tidak benar, atau mengarang cerita.

Namun, tetap saja hal ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap Anda sebagai employer. Terutama, jika new hire Anda sampai memilih pergi meninggalkan pekerjaannya, karena merasa bahwa dia tidak pernah diberi penjelasan secara transparan, tentang job desc-nya. Ternyata, saat sudah diterima, pekerjaannya bukan seperti yang dijelaska recruiter saat proses rekrutmen.

Berbohong dan Tidak Transparan Tentang Gaji

Recruiter tidak mau memberikan penjelasan secara terbuka tentang gaji yang akan diterima kandidat tersebut. Bisa jadi, recuiter hanya mengatakan bahwa range untuk gajinya masih belum ditetapkan, atau sedang disesuaikan. Biasanya, ini merupakan suatu kebohongan.

Biasanya, jika Anda merahasiakan gaji yang akan diterima kandidat, maka mereka cenderung menolak tawaran bekerja di perusahaan Anda. Ini karena gajinya tidak sesuai dengan harapan mereka. Namun, kalau gaji tersebut dijelaskan secara terbuka, besar kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi.

Menyampaikan Bahwa Kandidat Tidak Akan Diberi Feedback

Bisa jadi recruiter mengatakan kepada kandidat bahwa mereka tidak akan diberi feedback, setelah memasukkan lamaran atau wawancara. Ini bisa jadi benar atau tidak tergantung kebijakan perusahaan. Namun, alangkah lebih baiknya jika Anda transparan saja dengan menyampaikan feedback, yang negatif sekalipun, jika seorang kandidat memang tidak diterima.

Sebab jika tidak, hal tersebut bisa dianggap sebagai kebohongan. Kandidat akan memandangnya sebagai kelalaian perusahaan. Justru jika Anda menyampaikan dengan terbuka tentang alasan mengapa kandidat tersebut tidak diterima, ini membuat Anda lebih dihargai. Daripada, Anda tidak memberikan feedback apa-apa dan menggantungkan kandidat.

Mengatakan Bahwa Akan Ada Proses Wawancara Lainnya

Ini, kan, bisa berarti iya atau tidak. Semua tergantung pada kondisi kandidat tersebut, apakah dia diterima ataukah tidak. Makanya, jika Anda mengatakan hal tersebut artinya bisa jadi berbohong juga. Sebaiknya Anda tidak membuat kandidat merasa terlalu berharap. Apalagi, kalau memang proses rekrutmennya membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Terkadang, white lie dilakukan secara tidak sadar oleh para recruiter. Namun, jika Anda ingin mendapatkan karyawan yang benar-benar kompeten, hindari betul berbohong tentang apapun terkait tes dan wawancara, job description hingga perusahaan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram