Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Ketika Wawancara Kerja

Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Ketika Wawancara Kerja
Photo by Tim Gouw from Pexels

Selama mengikuti proses wawancara kerja, Anda mungkin akan diberi pertanyaan sulit. Biasanya, wawancara yang sulit tersebut bervariasi modelnya tergantung tipe industrinya. Namun, biasanya ada sejumlah pertanyaan sulit yang sama, dan biasanya itu ditanyakan oleh employer kepada kandidatnya.

Kali ini kita akan belajar sedikit banyak tentang pertanyaan sulit yang biasanya ditanyakan oleh employer. Tidak hanya itu, Anda juga bisa belajar tentang cara menjawab pertanyaan tersebut. Sebelumnya, ketahui dahulu mengapa employer menanyakan pertanyaan sulit kepada Anda.

Alasan Employer Menanyakan Pertanyaan Sulit kepada Kandidat

Ada banyak alasan mengapa employer menanyakan pertanyaan sulit. Namun, yang paling sering yakni karena mereka ingin mencari tahu informasi yang penting tentang Anda. Selain itu, employer bertanya hal yang sulit dengan tujuan mengetahui proses berpikir Anda.

Maka dari itu, kadang ada saja pertanyaan aneh seperti, “jika Anda menjadi sebatang pohon, kira-kira Anda ingin jadi pohon apa?” Bukan jawaban spesifik yang dicari, namun employer ingin tahu apakah Anda bisa berpikir cepat dan memberikan penjelasan logis untuk jawaban Anda.

Terakhir, employer menanyakan pertanyaan sulit untuk mengetahui pengalaman Anda selama bekerja dan bagaimana Anda bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang juga sulit. Biasanya, pertanyaan tersebut memang bertujuan untuk mengetahui kemampuan Anda.

Pertanyaan Sulit yang Umum Ditanyakan Beserta Jawabannya

Berikut adalah contoh pertanyaan sulit saat wawancara beserta jawabannya:

1.Kritikan seperti apa yang paling sering Anda terima?

Pertanyaan ini sama dengan “Apa kelemahan Anda?” Employer menanyakannya untuk mengetahui apakah Anda memiliki self-awareness dan terus berupaya memperbaiki diri. Berikan jawaban jujur tentang kritikan yang sering Anda terima, atau kekurangan diri yang sering Anda perhatikan.

Contoh jawaban: “Dahulu, saya sering dibilang terlalu banyak bicara saat meeting. Namun, itu karena saya merasa bersemangat ketika mengerjakan suatu project, dan saya juga senang berkolaborasi dengan teman-teman lain. Saya pun akhirnya membiasakan diri untuk menjadi yang paling akhir bicara, mendengarkan ide teman-teman yang lain dan banyak mencatat hasil meeting.

2. Ceritakan tentang diri Anda ketika menyelesaikan sebuah permasalahan.

Employer menanyakan ini untuk memahami cara Anda menghadapi kesulitan. Anda bisa menjawab dengan memberikan summary singkat tentang sebuah situasi yang pernah Anda alami, peranan Anda pada saat itu, serta cara Anda menempatkan diri dan menyelesaikan masalahnya.

Contoh jawaban: “Saya bekerja sebagai manajer retail. Ada pembeli yang membeli baju online, namun barangnya yang dikirimkan itu keliru. Saya pun mengirimkan baju pesanan yang semestinya disertai gift card berisi ucapan terima kasih atas pengertiannya, kemudian meminta bajunya yang keliru untuk dititipkan kepada delivery man agar dikirimkan kembali kepada toko kami. Pembeli tersebut juga memberikan rating bintang lima untuk kami.”

3. Bagaimana cara Anda mengatasi stres?

Stres merupakan elemen yang menjadi bagian umum dari semua jenis pekerjaan. Employer ingin tahu cara Anda mengelola stres dengan attitude yang baik, sehingga dapat tetap menjalankan company culture. Berikan penjelasan Anda disertai contoh.

Contoh jawaban: “Bagi saya, komunikasi merupakan kunci penting dalam situasi yang sulit dan membuat kita stres. Sebagai contoh, pernah ada tim lain yang menduplikasi project yang dikerjakan oleh saya bersama tim. Melalui komunikasi secara terbuka dan jujur dengan tim kami dan para manajer, akhirnya project kami bisa tetap berjalan. Tim lain tersebut melakukan rework dan project kami bisa mencapai target perusahaan dengan baik.”

Demikian beberapa contoh pertanyaan sulit wawancara dan cara menjawabnya. Kunci penting saat wawancara adalah bersikap tenang serta menjawab dengan jujur.

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram