Gencar Fenomena War Talent, Kenali Apa Penyebabnya

Gencar Fenomena War Talent, Kenali Apa Penyebabnya
Photo by Windows on Unsplash

Sepertinya fenomena war talent masih terus berlanjut. Sejak kemunculan era bisnis modern, berbagai perusahaan makin gencar mencari orang-orang dengan skill terbaik. Sebenarnya, istilah war talent ini sudah ada sejak tahun 1997. 

Sederhananya, war talent merupakan perubahan dalam cara menarik serta mempertahankan talent sebagai karyawan perusahaan, di mana semakin hari proses ini makin menantang saja.

Sudah 30 tahun lebih berlalu. Sekarang, war talent bukan hanya menantang, namun juga sulit dan kompleks.

Ini karena semua perusahaan benar-benar berupaya mencari orang-orang terbaik untuk dipekerjakan. Apalagi, kini segalanya berbasis teknologi. Jadi, dibutuhkan talent yang tidak hanya cakap dalam skill terkait ilmu perkantoran, namun juga merupakan tech-savvy.

Namun, war talent tidak hanya bertujuan mendapatkan orang terbaik, tetapi juga mempertahankan mereka.

Yuk simak selengkap beberapa hal yang menjadi elemen penting dan berpengaruh dalam war talent ini bersama match recruitment:

Skill Gap dan Kurangnya Talent

Menurut artikel McKinsey Quarterly, diprediksi pada tahun 2020, dunia akan kekurangan 40 juta tenaga kerja lulusan college.

Perekonomian di negara yang sedang berkembang juga akan kekurangan 45 juta tenaga kerja lulusan sekolah menengah dan mereka yang pernah mengikuti vocational training

Di negara yang lebih maju, 95 juta tenaga kerja akan kekurangan skill yang dibutuhkan agar bisa bekerja di perusahaan.

Statistik terbaru dari ManpowerGroup Talent Shortage Survey juga menemukan bahwa 38% perusahaan kesulitan menemukan kandidat kerja.

Skill gap merupakan fenomena yang nyata, dan ini disebabkan banyak hal. Salah satunya, di masa mendatang perusahaan akan semakin banyak membutuhkan tenaga kerja untuk posisi pekerjaan yang sekarang bahkan belum ada, dan ilmunya juga tidak diajarkan di sekolah. 

Misalnya, saat ini banyak perusahaan yang mencari talent untuk social media marketing dan Search Engine Optimization.

Bukankah dahulu belum ada konsentrasi ilmu ini di sekolah menengah dan sekolah tinggi? Hal yang sama akan terjadi di masa depan.

Kondisi Demografis yang Berubah

Berdasarkan report terbaru yang dicantumkan di Inc, workforce telah mengalami perubahan drastis selama satu dekade terakhir. Terutama, terkait jumlah dan usia tenaga kerja.

Milenial merupakan demografi pekerja dengan jumlah terbesar, melebihi baby boomer pada tahun 2016 lalu. Diprediksi pada tahun 2020, 50% tenaga kerja di perusahaan adalah milenial, dan naik menjadi 75% pada tahun 2025.

Selain itu, Gen Z yaitu generasi setelah milenial, kini sudah mulai merambah dunia kerja. Saat ini, di Amerika Serikat saja, ada 25 juta tenaga kerja yang merupakan Gen Z.

Semua perubahan demografis ini juga memunculkan value, attitude, ekspektasi dan sistem kerja yang baru. Namun, sebenarnya ini bukan merupakan hal baru. Jadi, perusahaan juga harus mampu menyesuaikan sistem kerjanya dengan generasi baru yang muncul.

Kompetisi Menjadi Tidak Terbatas Lagi

Dahulu, perusahaan bersaing dengan bisnis lain yang bergerak di bidang industri sama. Misalnya, perusahaan franchise fast food di kota Jakarta akan bersaing dengan bisnis yang sama di kota tersebut. Seperti contohnya KFC akan berkompetisi dengan McDonald’s. Lalu, dealer mobil Toyota bersaing dengan Honda.

Sekarang, batasan tersebut sudah tidak ada lagi. Setiap bisnis harus bersaing satu sama lain, apapun bidang industrinya. Jadi, McDonald’s bersaing dengan Toyota, dan seterusnya.

Gebrakan dalam kompetisi bisnis ini juga mempengaruhi kondisi ekonomi. Individu talent yang cakap dan smart bisa jadi justru memilih bekerja menjadi driver transportasi online, daripada bergabung dengan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram