Headhunter VS Outsourcing, Apa sih perbedaanya? Yuk Simak Disini!

Photo by Hunters Race on Unsplash

Perbedaan antara Headhunter vs Outsourcing Di era yang sudah digital seperti saat ini, selain harus dilakukan sendiri oleh team HRD internal sebuah perusahaan, jika dilihat, sekilas cara kerja dari usaha jasa perekrutan headhunter dengan jenis usaha perekrutan tenaga kerja outsourcing keduanya hampir memiliki persamaan, yaitu dengan sama-sama mencari pekerja yang sesuai dengan kriteria seperti yang diharapkan dan dibutuhkan oleh perusahaan klien. Tahukah kamu apa perbedaanya? Dan apa gunanya bagi para pencari kerja untuk mengetahui hal ini? Yuk kita simak disini yah!

Jenis Pekerjaan

Headhunter adalah layanan konsultasi yang telah dipercaya oleh sebuah perusahaan untuk mencari tenaga kerja yang profesional papan atas atau sekelas eksekutif senior dengan keterampilan yang khusus dan spesifik untuk menempati sebuah jabatan tertentu di perusahaan tersebut. Tugasnya adalah menemukan kandidat yang terbaik untuk suatu jabatan tertentu.

Sedangkan outsourcing menyediakan calon kandidat untuk perusahaan klien untuk jenis pekerjaan dasar yang tidak terkait dengan poisisi manajerial, jenjang jabatan, atau tim organisasi sebuah perusahaan. Jenis pekerjaan outsourcing sebenarnya bukan merupakan bagian dari aktivitas bisnis utama perusahaan.

Status Karyawan

Walaupun dari kedua jasa tersebut terlibat dalam proses mencari kandidat, tetapi untuk outsourcing sendiri calon karyawan biasanya akan terdaftar sebagai karyawan perusahaan outsourcing yang sudah merekrutnya dan pembayaran gajinyapun akan dibayarkan oleh perusahaan outsourcing yang sudah merekrutnya. Tetapi kemudian dipekerjakan di perusahaan lain yang menjadi klien dari perusahaan outsourcing tersebut.

Sedangkan calon karyawan yang di rekrut melalui perusahaan headhunter sepenuhnya berstatus sebagai karyawan perusahaan klien. Perusahaan headhunter hanya menjalankan rekrutmen sesuai dengan kebutuhan perusahaan klien dan tidak memiliki hubungan kerja dengan kandidat yang direkrut.

Sistem Pembayaran

Perusahaan headhunter mendapatkan bayaran dari perusahaan klien saat kandidat sudah mulai dipekerjakan atau sudah menandatangani kontrak. Dan biasanya besarnya sudah ditetapkan berdasarkan persentase, berkisar 15-30% dari 13 kali gaji karyawan yang bersangkutan.

Sedangkan perusahaan outsourcing mendapatkan penghasilan dari gaji yang kandidat peroleh setiap bulannya dari perusahaan klien. Kemudian, perusahaan outsourcing memotong sebagian fee untuk perusahaan sebelum gaji tersebut dibayarkan kepada karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram