Jarang Dilakukan, 3 Hal Ini Akan Bantu Anda Merekrut Talent Terbaik

Jarang Dilakukan, 3 Hal Ini Akan Bantu Anda Merekrut Talent Terbaik
Photo by Sebastian Herrmann on Unsplash

Berbicara tentang dunia kerja, persaingan tinggi tidak hanya terjadi di kalangan para job seeker, namun juga head hunter. Banyaknya perusahaan besar yang menawarkan jenjang karier dan gaji tinggi, serta bermunculannya start-up company yang mewadahi kreativitas dan ambisi para jiwa muda, menjadikan pencarian talent yang berkualitas terasa makin sulit. 

Wajar jika perusahaan Anda saat ini juga merasakan sulitnya mendapatkan para pekerja terbaik yang tak hanya memiliki skill mumpuni, namun juga attitude yang mengagumkan. Well, here’s the thing. Anda tidak akan bisa mendapatkan yang terbaik, jika masih menggunakan cara yang terlalu umum dan dilakukan semua perusahaan. Beberapa hal kecil ini bisa Anda lakukan, dan akan memberikan hasil yang sangat berbeda:

Jangan Mengandalkan Job Titles Saat Buka Lowongan, Tapi Fokuskan Pada Skill Yang Dibutuhkan

Saat ini kebanyakan perusahaan menyalahgunakan job titles untuk menarik para job seeker yang belum berpengalaman. Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang akan lebih memilih melamar sebagai Junior Marketing Executive dibanding job titles yang memiliki embel-embel kata sales. Sedangkan pada prakteknya, job description mereka tetap berputar dalam hal promosi dan menjual barang. 

Nah, untuk menghindari para job seeker yang gila jabatan padahal belum tentu punya skill memadan, cobalah memasang lowongan bukan berdasarkan job titles namun berdasarkan skill yang dibutuhkan. Hasilnya? Perusahaan akan mendapatkan orang-orang yang memang ahli pada skill tertentu, bukan orang yang sekedar ingin jabatan keren dengan harapan bisa mendapat gaji tinggi di awal kerja.

Terus Tingkatkan Hiring Strategy Perusahaan Sesuai Kebutuhan Para Job Seeker

Para profesional di zaman ini memiliki pilihan yang sangat luas untuk menentukan di mana mereka akan bekerja. Bahkan tanpa perlu bergabung dalam suatu perusahaan, mereka tetap bisa menjadi seorang freelancer dan menghasilkan banyak uang dengan keahliannya. Untuk itu, jika ingin menarik perhatian para profesional, TA team harus tahu betul apa yang diinginkan para profesional. Survey yang dilakukan di LinkedIn terhadap para digitally skilled professionals di Indonesia menunjukkan bahwa kompensasi yang layak serta benefit yang tinggi menempati urutan pertama hal yang akan dipertimbangkan para profesional untuk bergabung dalam suatu perusahaan. 

Di urutan kedua adalah good work-life balance, kemudian di tempat ketiga ada colleagues and culture. Kenali juga tanda company culture yang buruk dan merugikan. Bisa disimpulkan kalau para profesional saat ini sangat membutuhkan kenyamanan dalam bekerja dan bersosialisasi. Jadi penting juga bagi perusahaan untuk menciptakan atmosfer kerja yang suportif namun juga mendukung perkembangan para pekerjanya. Dan pastikan hal-hal ini Anda sampaikan ketika merekrut para profesional yang diincar.

Jadilah Kreatif Ketika Kemungkinan Memenangkan Talent War Semakin Kecil

Cepat menyesuaikan diri dengan kondisi persaingan pasar yang sangat ketat juga harus dimiliki oleh perusahaan saat ini. Saat Anda tidak bisa mendapatkan talent terbaik, tidak perlu memaksakan diri mempekerjakan mereka yang kurang layak. Sebagai gantinya, maksimalkan sumber daya manusia yang Anda miliki saat ini.

Ya, existing employees yang sudah sangat mengenal karakter bisnis Anda dan memahami  kemauan para klien, bisa jadi senjata terbaik sebuah perusahaan dengan sedikit peningkatan skill. Mengajari mereka technical skill yang dibutuhkan, akan membantu Anda mengisi posisi yang masih kosong. Dengan cara ini, Anda memiliki waktu lebih banyak untuk menemukan orang baru yang sempurna bagi perusahaan.

Jadi bagaimana, siap menemukan para kandidat terbaik untuk bisnis Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram