Mengenali Tipe-Tipe Job Seeker Bermasalah Saat Mencari Pekerjaan

Job seeker bermasalah
Photo by Tim Gouw from Pexels

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan saat harus menemukan pekerjaan? Jadi, Anda seakan tak kunjung bisa menemukan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jika Anda sudah membuat curriculum vitae atau CV dengan sebagus-bagusnya, namun tidak kunjung mendapat panggilan kerja, maka bisa jadi Anda membuat recruiter enggan mempekerjakan Anda.

Kemudian, dalam kondisi seperti ini kita mungkin perlu meneliti CV Anda dengan lebih seksama. Bisa saja pengalaman kerja yang terlalu banyak justru membuat perusahaan-perusahaan jadi tidak mau melirik Anda. Lebih dari itu, ada banyak faktor yang menyebabkan perusahaan tidak ingin memanggil seorang kandidat. Biasanya, itu karena kandidat tersebut memang bermasalah.

Berikut adalah tipe-tipe job seeker yang bermasalah sehingga sulit mendapatkan pekerjaan:

Seorang Kutu Loncat

Saat perusahaan gagal mempertahankan karyawannya yang baik, maka hal tersebut bisa merugikan. Bukan hanya merepotkan hiring manager yang harus mencari lagi tenaga kerja baru, dan memulai semua prosesnya dari awal. Namun, ini juga berarti perusahaan harus mengerahkan tenaga dan uang untuk merekrut karyawan lagi.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah recruiter dan hiring manager bisa jadi sangat sensitif terhadap kandidat yang merupakan kutu loncat. Meskipun kenyataannya, menurut survei di Kanada, 61% milenial Kanada yang lahir di antara tahun 1982 dan 2004, senang berpindah tempat kerja hingga tahun 2020.

Jadi, walau fenomena kutu loncat itu wajar, namun tim hiring perusahaan cenderung menghindarinya. Jika Anda berpindah kerja setiap tahun dalam 5 tahun terakhir, berarti Anda perlu berupaya lebih keras dalam mencari pekerjaan, daripada mereka yang sudah bekerja di satu perusahaan yang sama selama bertahun-tahun.

Orang yang Bisa Segalanya

Apakah Anda termasuk orang yang bisa segalanya? Misalnya, seperti ahli accunting yang juga bisa menjual sabun muka dan pelembab wajah? Jadi, skill Anda itu sangat beragam. Ini memang bisa menjadi kelebihan Anda, namun sebenarnya kalau skill seperti ini terlalu banyak dan beragam, maka recruiter juga bisa dibuat bingung olehnya.

Pihak recruiter akan merasa bingung dengan skill Anda tersebut, mereka jadi susah untuk fokus terhadap kemampuan Anda pada CV. Tidak peduli seberapa mengesankan pun CV Anda, recruiter biasanya tidak mau membuang waktu untuk memperhatikan CV yang terlihat penuh dan berantakan dengan terlalu banyak informasi tentang skill Anda di dalamnya.

Terlalu Lama Menganggur

Biasanya, job seeker yang masuk ke dalam kategori ini adalah mereka yang mencari kerja, berhasil diterima bekerja, namun tidak mau berupaya untuk bertahan di tempat kerjanya. Artinya, orang ini hanya bertahan selama tiga bulan, dua minggu, atau bahkan satu minggu.

Selain menandakan kondisi psikologis yang tidak tahan terhadap tekanan, kondisi ini juga menunjukkan bahwa job seeker tersebut terkesan tidak kompeten. Sebab, bukan tanpa alasan tidak ada perusahaan yang mau menerima seseorang bekerja di sana.

Bisa juga, ini menunjukkan kurang kerasnya upaya seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Entah itu terlalu pemilih dalam mencari pekerjaan, atau sudah dipanggil tes tapi tidak datang, atau bahkan sudah diterima namun tak mau mengikuti sistem kerja yang sudah ada di perusahaan sehingga memutuskan untuk resign begitu saja.

Nah, apakah Anda termasuk tipe job seeker seperti ini? Maka, bisa jadi Anda kesulitan mendapat pekerjaan, dan itu merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu, segera kenali kelemahan diri Anda, lakukan perbaikan dan bersemangatlah dalam job hunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram