Penyebab Tingginya Angka Turnover Karyawan di Perusahaan

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Dibutuhkan biaya yang tinggi untuk merekrut karyawan. Terlepas dari gaji karyawan baru itu sendiri, perusahaan tentu berharap bakal mendapatkan keuntungan dari pekerjanya. Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan tersendiri dalam mengelola karyawan baru, sebab biasanya dibutuhkan waktu hingga dua tahun sampai seorang new hire benar-benar produktif dalam pekerjaannya.

Akan tetapi, tidak jarang dalam jangka waktu tersebut juga, karyawan keluar dari perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus dapat melakukan berbagai upaya dalam mengurangi angka turnover ini.

Untuk itulah, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memahami alasan karyawan pergi. Berikut adalah penyebab utama karyawan meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja:

Bekerja Melebihi Jam Kerja Semestinya

Menurut hasil riset yang dicantumkan di Tinypulse, 70% karyawan merasa bahwa jam kerja mereka kurang, untuk dapat menyelesaikan pekerjaan. Besar kemungkinan ini terjadi karena pekerjaan yang harus mereka selesaikan itu terlalu banyak, sehingga ini justru menghilangkan motivasi karyawan pada akhirnya. Employee yang overworked biasanya akan memilih pindah ke perusahaan lain yang dirasa lebih memahami pentingnya work-life balance.

Perlakuan Berbeda kepada Anggota Tim Satu dan Lainnya

Saat ada karyawan kesukaan bos diperlakukan berbeda daripada yang lain, tinggl tunggu waktu saja hingga employee lainnya merasa marah. Jadi, seorang bos tidak bisa memberikan perlakuan istimewa kepada satu karyawan favoritnya begitu saja. Apalagi, jika karyawan yang lainnya tidak mendapat perlakuan yang sama. Misalnya, ada satu karyawan favorit yang boleh izin tak masuk kantor dengan fleksibel, sementara lainnya tidak. Jadi, prioritas bos dan perusahaan adalah semua karyawan secara keseluruhan, tidak ada yang difavoritkan secara berlebihan.

Karyawan Senang Digaji Banyak

Hampir 25% karyawan memilih meninggalkan pekerjaan mereka jika ada tawaran job di tempat lain dengan bayaran lebih besar, bahkan 10% saja. Hal tersebut telah dibuktikan oleh riset yang dicantumkan dalam artikel Tinypulse. Jadi, kalau perusahaan Anda memberikan gaji dalam jumlah yang tidak semestinya atau kurang, maka kemungkinan besar tim Anda akan mencari tempat kerja lainnya untuk tujuan yang dirasa lebih baik. Mereka ingin mendapatkan bayaran lebih besar.

Budaya Kerja di Kantor Serasa Toxic

Budaya kerja itu sangat berkaitan dengan kebahagiaan karyawan. Saat employee Anda merasa senang dengan budaya perusahaan, maka mereka akan lebih bahagia dan bahkan jadi semakin produktif. Namun, jika karyawan tidak menyukai buaya kerja perusahaan, maka merasa akan merasa menderita hingga akhirnya kehilangan motivasi. Coba Anda perhatikan di sekeliling lingkungan kerja. Apakah karyawan di sana terlihat senang? Atau apakah ekspresi mereka seperti ada beban seberat gunung di pundaknya? Coba lakukan evaluasi untuk mendapatkan feedback dari karyawan, agar bisa dilakukan perbaikan.

Karyawan Tidak Menyukai Bosnya

Jika diamati lebih teliti, banyak karyawan yang bekerja dalam tim dengan seorang manajer tertentu, memutuskan untuk berpindah kerja saja. Ini bukan karena perusahaan Anda terlalu bagus sampai-sampai karyawannya tidak bisa mengikuti sistem kerjanya. Namun, karena manajernya yang tidak piawai dalam memimpin. Coba Anda ingat ini, karyawan keluar untuk meninggalkan bosnya, dan bukan perusahaannya. Jadi, langkah memperbaikinya, di awal Anda perlu lebih selektif dalam memilih karyawan untuk dijadikan manajer yang bertanggung jawab dan bisa menjadi sosok panutan, dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Kesimpulannya, kalau angka turnover di perusahaan Anda itu tinggi, bisa jadi kelalaian dalam leadership juga menjadi salah satu penyebabnya. Namun, Anda selalu bisa memperbaikinya supaya karyawan betah bekerja dalam jangka waktu lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram