Perhatikan Tanda Perusahaan Merekrut Orang yang Salah

Tanda rekrut orang salah
Photo by nappy from Pexels

Kebanyakan perusahaan melakukan rekrutmen karyawan sendiri dengan melibatkan tim internal terutama divisi human resource department atau HRD. Namun, dari sekian banyak kandidat, memilih orang yang benar-benar qualified itu lebih sulit dari apa yang Anda perkirakan. Makanya, sangat wajar jika tim perekrutan mungkin melakukan kesalahan. Artinya, Anda merekrut orang yang salah.

Menurut Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD), perusahaan Anda bisa kehilangan banyak uang jika Anda salah merekrut karyawan. Namun, berkat kehadiran media sosial serta platform lainnya tempat menyebarkan lowongan kerja, Anda bisa menyeleksi kandidat dengan lebih mudah. Dari CV dan surat lamaran yang dikirimkan secara online, Anda bisa lebih mudah melakukan proses seleksi.

Meski demikian, kesan pertama yang Anda tangkap dari kandidat yang kelihatannya potensial, itu memang tidak bisa dihindari. Baik ketika Anda melihat pas fotonya maupun curriculum vitae atau resume-nya. Namun, di situlah bahayanya. Anda jadi kurang berhati-hati serta bersikap objektif saat menyeleksi.

Oleh karena itu, simak tanda-tanda perekrutan kandidat yang salah seperti berikut ini:

Mencari Kandidat di Tempat yang Salah

Lowongan pekerjaan yang Anda posting di LinkedIn, Twitter hingga Facebook tentu menarik banyak aplikan. Namun, jika pilihan Anda terlalu luas, maka Anda juga akan kesulitan mengerucutkannya. Apalagi, Anda hanya menargetkan para job seeker aktif. Sementara, bisa saja kandidat terbaik Anda adalah job seeker pasif yang tidak mencari lowongan namun dengan senang hati akan menerima tawaran bekerja di tempat Anda.

Memberikan Informasi yang Keliru

Apakah job description Anda sudah akurat? Apakah penjelasan tentang pekerjaan yang harus dilakukan oleh kandidat Anda, itu sudah sangat jelas? Jika Anda ingin menemukan kandidat yang tepat, maka Anda pun perlu memberikan informasi yang benar-benar detail. Semakin target kandidat Anda jelas, maka peluang Anda mendapatkan talent yang qualified juga makin besar.

Melakukan Perekrutan Secara Terburu-Buru

Rekrutmen itu ibarat membeli rumah baru. Anda tidak akan langsung membeli rumah yang pertama kali Anda lihat. Minimal setelah melihat dua rumah, baru Anda memutuskan untuk membeli. Bahkan, tidak jarang setelah melihat tiga hingga empat rumah untuk membandingkan. Sama halnya dengan rekrutmen. Sediakan waktu baik-baik untuk proses rekrutmen ini.

Hindari memutuskan terlalu cepat atau bahkan terburu-buru. Biasanya, saat sudah sampai pada tahap wawancara, tim rekrutmen akan lebih mudah memutuskan secara cepat. Kadang, ini terlalu cepat. Jadi, sebetulnya masih diperlukan waktu lebih lama untuk memastikan, apakah kandidat yang tampaknya sudah paling tepat itu, benar-benar karyawan yang Anda butuhkan.

Tim Rekrutmen Menjelaskan Terlalu Banyak

Memang menjadi hal yang umum bahwa Anda menjelaskan banyak hal, saat melakukan wawancara dengan kandidat kerja. Namun, kalau selama proses wawancara, Anda menghabiskan sebagian besar waktu untuk berbicara, sementara kandidat tersebut terlalu banyak diam dan hanya mengangguk-angguk saja, maka ini bisa menjadi tanda yang kurang baik.

Artinya, semestinya kandidat yang diwawancarai juga mampu menanyakan umpan balik, berupa hal-hal seputar pekerjaan yang akan digelutinya. Minimal, kandidat tersebut tahu tentang perusahaan Anda, serta bisnis Anda tersebut bergerak dalam bidang apa.

Merekrut karyawan memang penting, apalagi jika perusahaan sedang membutuhkan pengganti untuk employee lama yang sudah keluar. Namun, jangan sampai keliru memilih, karena ini justru bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar untuk perusahaan. Sediakan waktu secukup mungkin untuk tes, wawancara, hingga proses seleksi dari tim rekrutmen secara maksimal, untuk mendapatkan karyawan terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

match recruitment®

To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram