Tips Menulis Email Penolakan Kepada Kandidat, Recruiter Wajib Tahu!
Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Menulis Surat Penolakan Kerja atau rejection letter adalah salah satu hal paling bermanfaat yang dapat recruiter lakukan untuk para kandidat.

Mengapa? Karena diam, penolakan pasif jauh lebih membuat frustasi daripada keputusan langsung dan jelas.

Terlalu banyak perusahaan yang gagal berkomunikasi dengan kandidat dan ratusan pencari kerja dibiarkan tanpa arah dan tanpa pemberitahuan yang jelas.

Mereka tidak tahu apakah mereka masih dipertimbangkan atau perusahaan sudah mendapatkan kandidat lain. 

Kandidat yang dibiarkan dalam keadaan ini akan sering memiliki perasaan negatif terhadap perusahaan. Jangan menjadi perusahaan seperti ini.

Sebagai gantinya, gunakan panduan ini tentang cara menulis Surat Penolakan Kerja kepada kandidat yang profesional, ramah, dan jelas.

Menulis rejection letter yang baik adalah bagian penting dari pengalaman kandidat.

Proses perekrutan suatu perusahaan tidak lengkap jika recruiter tidak menjaga semua kandidatnya dalam satu lingkaran hubungan yang baik. 

Maka dari itu, Gunakan 3 trik ini untuk menulis email penolakan kerja yang digunakan perusahaan terbaik dunia bersama match recruitment!

Customization

Saat menulis email penolakan kerja kepada kandidat, penting agar kandidat pekerjaan merasa kamu menulis email khusus hanya untuk mereka.

Bahkan jika kamu memanfaatkan teknologi yang dapat secara otomatis membuat template email khusus, tetap penting agarSurat Penolakan Kerja terasa dikirimkan pribadi.

Untuk memulai, sebut pelamar pekerjaan dengan nama depan mereka. Kemudian, di badan email, sebutkan secara spesifik posisi yang dilamar pelamar.

Kamu juga dapat menyebutkan sesuatu yang mengesankan dari resume, aplikasi, atau wawancara pelamar.

Sentuhan-sentuhan kecil personalisasi ini akan memastikan bahwa kandidat pekerjaan, meskipun ditolak, merasa diperhatikan.

Meskipun kamu tidak dapat mempekerjakan setiap kandidat yang melamar, sebagai recruiter kamu pun dapat melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa setiap kandidat memiliki pengalaman yang menyenangkan.

Direct Rejection

Tak sedikit beberapa email penolakan yang dianggap tidak pasti. Hampir seolah-olah recruiter yang menulis email takut terlalu keras, dan sebaliknya, mereka terlihat ragu-ragu.

Saat menulis email balasan untuk pelamar kerja, sebaiknya tegas dan langsung dari awal. Tidak perlu bersikap kasar, tidak baik, atau menyakiti, tetapi juga tidak perlu bersikap ambigu.

Coba gunakan frasa seperti, “Dengan menyesal kami menginformasikan bahwa kami telah maju dengan kandidat lain dan tidak akan lagi mempertimbangkan aplikasi Anda,” atau “Dengan berat hati kami katakan bahwa kami tidak akan melanjutkan pencalonan Anda. ”

Jelaskan bahwa ini adalah penolakan. Secara Tegas dan Langsung.

Gratitude

Penting untuk diketahui bahwa kandidat pastinya meluangkan waktu untuk melengkapi proses aplikasi di lowongan pekerjaan yang kamu buat, mengirimkan resume, dan bahkan mungkin wawancara langsung dengan perusahaanmu. Bersyukurlah atas minat mereka.

Ungkapkan rasa terima kasih ini dalam email penolakan pekerjaan. Cara mudah untuk menunjukkan penghargaan kamu atas waktu yang mereka luangkan dalam mengejar lowongan pekerjaan ini dengan memulai email dengan baris “Terima kasih telah melamar posisi ini.”

Kamu tidak pernah tahu kapan kandidat pekerjaan yang kamu tolak untuk satu posisi akan menjadi kandidat yang sempurna untuk pekerjaan yang berbeda.

Jika ini terjadi, penting bagi kandidat untuk memiliki kesan yang baik tentang kamu sebagai recruiter dan juga perusahaanmu.

Mengekspresikan rasa terima kasih dan mengakui pengorbanan kecil yang dilakukan setiap kandidat untuk melamar adalah salah satu cara untuk memastikan pengalaman kandidat yang baik.

4 Cara Menjangkau Generasi Millennials, Recruiter Wajib Tahu!
Foto oleh Buro Millennial dari Pexels

Generasi Milenial yang baru memasuki dunia kerja memiliki semangat serta bakat yang sangat kaya. Itulah mengapa banyak perusahaan mencari cara yang paling efektif dan strategis untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar bakat di perusahaan.

Perusahaan banyak berinvestasi dalam merekrut Generasi Milenial yang baru saja lulus dari perguruan tinggi dan mengevaluasi lagi "lowongan kerja" yang dibuat sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka. Perusahaan yang gagal merekrut Generasi Milenial ini akan mengira bahwa mereka adalah generasi yang manja dan terlalu banyak menuntut. Tetapi, apa kamu tahu? Untuk menjangkau Generasi Milenial tidak seperti merekrut generasi-generasi sebelumnya.

Di kesempatan kali ini match recruitment akan memberi tahu Cara yang Jarang Diketahui oleh banyak HRD dan Rekruter diluar sana.  Menjelaskan bagaimana caranya agar lowongan kerja yang kamu iklankan terlihat menarik bagi para lulusan baru generasi ini.

Simak selengkapnya dibawah ini!

Sertakan Kesan Altruistik

Menurut recruiting.com, sebuah survei menunjukan bahwa Generasi Milenial tertarik pada jenis karir yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka kurang tertarik dengan prinsip bagi hasil dan lebih peduli dengan kontribusi apa yang dapat mereka berikan untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar dalam perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan harus menunjukan kesan altruistik ke dalam situs karirnya dan lebih menonjolkan kontribusi apa yang perusahaan dapat berikan untuk membantu orang internal dan external perusahaan. 

Sertakan juga langkah-langkah apa saja yang perusahaan ambil untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Tampilkan Fasilitas Unik yang Memenuhi Kebutuhan Generasi Millennials

Meskipun meng highlight "kontribusi yang baik untuk menciptakan kebaikan yang lebih besar" merupakan cara yang bagus untuk menarik minat Generasi Milenial yang baru lulus ini, tidaklah cukup untuk menarik bakat terbaik diantara mereka untuk melamar atau menerima lowongan dan tawaran pekerjaan darimu.

Untuk menciptakan tawaran pekerjaan yang menarik bagi mereka, kamu perlu memahami apa yang membedakan tawaran kerjamu dengan tawaran pekerjaan perusahaan lain. Garis Bawahi alasan mengapa para generasi muda berbakat ini harus memilih untuk bekerja di perusahaanmu.

Perlu kita ketahui bahwa Generasi Milenial sangat menghargai keseimbangan kehidupan kerja (work life balance), mobilitas dalam perusahaan, kebebasan media sosial, dan kemampuan untuk menuangkan ide.

Apa pun yang membuat perusahaanmu menonjol dari yang lain, pastikan kamu telah mengkomunikasikannya kepada kandidat sejak awal. Sertakan fasilitas ini dalam posting pekerjaan yang kamu iklankan dan daftarkan di situs karir perusahaan juga.

Tunjuk Satu Brand Ambassador untuk Membagikan Pengalaman Kerjanya

Suatu perusahaan pasti memiliki kisah sukses seorang pegawai magang yang hebat bukan? Seseorang yang membuat dampak besar selama masa jabatan mereka dan mungkin langsung mendapatkan golden ticket untuk bekerja full-time setelah masa magangnya habis.

Gunakan pengalaman mereka untuk memasarkan peluang lowongan kerja perusahaan kepada generasi millennials lulusan baru. Kesaksian para brand ambassador untuk sukses akan meyakinkan para kandidat hebat lainnya untuk mengeksplorasi peluangmu dan mungkin bekerja denganmu di masa depan.

Berkoneksi dengan Universitas Lokal

Berfokuslah untuk membangun kemitraan yang kuat dengan departemen akademik, klub mahasiswa, dan anggota fakultas dari perguruan tinggi di daerah sekitarmu.

Saat membangun kepercayaan dengan para individu tertentu, mereka akan menjadi sumber bakat yang hebat dalam bidang utama proses rekrutmen perusahaan. 

Pertimbangkan juga untuk menghubungi pusat karir universitas mereka. Tujuan mereka adalah menempatkan siswa di perusahaan berkualitas, jadi mereka akan selalu tertarik berkoneksi dengan pemberi lowongan yang hebat.

Begini Caranya Kalau Kamu Mau Merekrut Kandidat Yang Lebih Baik
Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Bagi seorang rekruter, tidak ada yang lebih memuaskan dibandingkan keberhasilan dari cara merekrut karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan. Dengan keterampilannya yang sesuai dengan posisi terbuka dan juga selaras dengan budaya perusahaan.

Namun, tak selamanya proses perekrutan akan berjalan mulus dan mudah. Ada kalanya ketika rekruter harus mendapati kesulitan dan segala macam rintangan dalam merekrut karyawan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Ketika seorang rekruter melakukan kesalahan dalam perekrutan, itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat mahal harganya.

Seperti yang dikatakan oleh Jeppy Sim, CEO & Founder match recruitment, “Don’t make hiring mistakes. Because it will cost you 14 times that person’s salary”

Tidak hanya berdampak pada keuangan perusahaan, itu juga akan mempengaruhi produktivitas kantor dan moral karyawan perusahaan.

Meskipun begitu, tidak ada metode yang menjamin sepenuhnya menghindari kesalahan dalam perekrutan.

Namun, ada beberapa cara untuk secara signifikan mengurangi risiko rekrutmen karyawan yang salah sambil memastikan kamu merekrut karyawan terbaik untuk posisi yang terbuka.

Mau tau kiat-kiat merekrut kandidat yang lebih baik dalam proses perekrutan?

Yuk simak selengkapnya konten di atas bersama match recruitment!

Pastikan Postingan Pekerjaan Sudah Akurat

Tinjau kembali postingan pekerjaan yang akan diiklankan. Pastikan kamu menggambarkan pekerjaan itu secara detail, akurat, dan mudah dipahami. Postingan pekerjaan yang baik harus menggambarkan apa yang dibutuhkan oleh pekerjaan itu.

Cantumkan juga tanggung jawab pekerjaan utama agar para kandidat lebih mudah untuk memahami scope pekerjaan yang akan dilakukan nantinya.

Buat Proses Rekrutmen Sepraktis Mungkin

Proses rekrutmen yang mudah dan praktis akan membantu meminimalisir kemungkinan perginya kandidat ke tempat lain. Proses rekrutmen karyawan merupakan cerminan dari perusahaanmu.

Menjaga Hubungan Baik Dengan Kandidat

Ketika rekruter menemukan kandidat yang tidak sesuai dengan lowongan pekerjaan yang terbuka tetapi melihat potensi dalam dirinya yang kemungkinan bagus di masa depan.

Buatlah sistem seperti komunitas talent yang dapat membantumu tetap terhubung dengan mereka.

Jangkau Channel yang Tepat

Manfaatkan platform sosial media tempat para kandidat banyak menghabiskan sebagian waktu mereka untuk berselancar mencari lowongan pekerjaan. Dan jangan lupakan komunitas talent perusahaan juga dimanfaatkan untuk pencarian kandidat yang berkualitas secara cepat dan tepat.

penawaran bekerja

Penawaran kerja atau job offer diberikan oleh perusahaan kepada kandidat yang terpilih untuk mengisi suatu jabatan setelah melalui proses seleksi. Job offer merupakan salah satu bentuk bentuk apresiasi dan juga informasi mengenai penawaran kerja yang diberikan, meliputi jabatan, tanggung jawab, penawaran gaji dan sebagainya. Penawaran kerja sendiri dapat diberikan melalui email, panggilan telepon, atau secara langsung dengan bertatap muka.

Meskipun sudah lolos seleksi, bukan berarti kandidat secara otomatis setuju dengan penawaran pekerjaan tersebut karena ada kemungkinan pelamar mengundurkan diri. Di sinilah penawaran pekerjaan diperlukan supaya kandidat mengetahui hak dan kewajibannya secara detail dan akhirnya menerima keputusan perusahaan untuk mempekerjakannya. Agar penawaran bekerja dari perusahaanmu sulit untuk ditolak calon karyawan, berikut ini adalah tips yang dapat  kamu coba dari match recruitment.

Tips Membuat Penawaran Kerja

tips membuat tawaran kerja

Pelamar memang membutuhkan pekerjaan. Namun, ada kemungkinan ketika lolos seleksi, kandidat justru mengundurkan diri karena berbagai alasan. Perusahaan wajib memutar otak untuk mempertahankan kandidat potensial ini dengan cara membuat penawaran kerja yang meyakinkan dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. 

Karena penawaran kerja yang ditolak kandidat, terlebih bila tidak ada cadangan kandidat lainnya akan sangat memusingkan recruiter. Hal seperti ini tidak menutup kemungkinan untuk terjadi, karena setiap pelamar kerja dapat memiliki berbagai pilihan tawaran kerja yang diajukan oleh beberapa perusahaan lain kepada mereka. Jika kamu menginginkan kandidat terbaikmu menerima penawaran kerja darimu. Kamu harus memenangkan hari mereka sebelum meminta mereka untuk berkomitmen. Berikut cara-cara yang dapat diikuti:

Terlihat Menarik oleh Kandidat

Cobalah untuk mendapatkan pemahaman tentang kepribadian dan preferensi kandidat sebelum memberikan rincian lebih lanjut tentang peluang kerja yang tersedia. Cari tahu mengapa kandidat mengejar jenjang dan peluang karir sehingga kamu dapat mempelajari apa yang paling mereka sukai dari posisi yang terbuka.

Hubungi Via Telpon Terlebih Dahulu

Hubungi via telefon terlebih dahulu

Sebelum memberikan surat penawaran kerja, sebaiknya perusahaan menghubungi kandidat yang lolos seleksi melalui telepon terlebih dahulu. Selain lebih cepat, kontak telepon juga bertujuan untuk menyampaikan berita bahwa saat ini kandidat sudah masuk dalam tahap penawaran kerja. Setelah pemberitahuan tersebut, nantinya ada tindak lanjut berupa pertemuan yang membahas tentang tugas, hak dan kewajiban, serta penawaran gaji yang disepakati bersama.

Setelah menyampaikan hal tersebut melalui telepon, perusahaan dapat menginfokan pula kapan surat penawaran akan dikirimkan dan kapan penandatanganan kontrak harus dilakukan. Dengan begini calon karyawan juga dapat mempersiapkan diri menyambut hari baiknya ketika diterima bekerja.

Berikan Ucapan Selamat Kepada Calon Karyawan

Setelah memberitahu calon karyawan via telepon, perusahaan dapat mulai membuat surat penawaran kerja. Agar lebih menghargai dan menunjukkan kultur baik dari tempat kerja, mulailah dengan memberikan ucapan selamat sudah diterima di perusahaan tersebut. Walaupun sepele, memberikan selamat menunjukkan sikap ramah dan terbuka pada karyawan baru yang dapat meredakan ketegangan yang mungkin dirasakan kandidat.

Ucapan selamat juga menjadi bentuk penerimaan yang secara psikis membuat calon karyawan senang dan menyambut baik tawaran dari perusahaan. Hal ini sejalan dengan tujuan perekrut dalam mengirimkan surat penawaran kerja.

Pendekatan Personal

pendekatan personal

Supaya lebih personal dan menyentuh, jangan ragu untuk mengubah template surat penawaran kerja dengan menambahkan kelebihan yang dimiliki oleh kandidat yang membuatnya diterima di perusahaan tersebut. Misalnya dengan mengatakan bahwa pengalaman kerjanya di bidang tertentu menjadi nilai plus, kemampuan dalam aspek tertentu sangat berguna untuk perusahaan dan lain sebagainya. Kamu juga dapat tetap menjaga komunikasi dengan calon karyawan, dengan mengundangnya ke dalam komunitas talent perusahaan, sebelum surat tawaran kerja dikirimkan.

Pendekatan personal semacam ini bukan hanya membuat penawaran lebih mudah diterima, namun juga menunjukkan penghargaan kepada calon karyawan yang menjadi gambaran akan budaya yang baik perusahaan. Jika sebelum resmi bekerja saja perusahaan begitu humanis dan hangat, calon karyawan seakan mendapatkan jaminan bahwa lingkungan kerjanya nanti membuatnya nyaman dan berkembang.

Informasikan Posisi dan Detail Pekerjaan

informasikan tugas dan tanggung jawab

Ketika membuat surat penawaran kerja, jangan lupa untuk menuliskan nama calon karyawan dengan benar dan informasikan nama jabatan yang akan diisinya. Pastikan juga untuk mencantumkan detail pekerjaan atau job description secara lengkap, jelas dan terperinci supaya sejak awal calon karyawan memahami tugas dan kewajibannya di jabatan tersebut.

Informasi mengenai detail pekerjaan juga menjadi pertimbangan kandidat untuk menerima penawaran tersebut. Sebab, dia tahu pasti apa saja yang berada dalam lingkup tugasnya dan menimbang kemampuannya untuk dapat menyelesaikan segala pekerjaan yang dibebankan.

Pertimbangkan Penawaran Perusahaan Kompetitor

Kandidat yang potensial pasti memiliki berbagai pilihan selama perjalanan mereka mencari pekerjaan. Kenali  siapa perusahaan pesaing yang dipertimbangkan kandidat. Kamu dapat mengevaluasi proposisi nilai karyawan, budaya perusahaan, dan lainnya. Dan menunjukkan apa yang membuat perusahaanmu lebih baik atau berbeda. Tekankan perbedaan ini kepada kandidat sehingga mereka mengerti mengapa mereka harus memilih bekerja denganmu.

Yakinkan Kandidat

yakinkan kandidat

Tidak semua calon karyawan menerima surat penawaran pekerjaan tanpa pikir panjang. Ada tipe individu yang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan sehingga perlu diyakinkan terlebih dahulu. Untuk mengantisipasi hal seperti ini, perusahaan sebaiknya meyakinkan calon karyawan melalui surat penawaran yang meyakinkan.

Ada banyak cara meyakinkan kandidat agar menerima pekerjaan tersebut. Salah satunya adalah dengan menyebutkan bahwa dia memiliki kemampuan dan keahlian yang sangat dihargai oleh perusahaan. Perekrut juga dapat memberikan informasi mengenai keuntungan tambahan di luar gaji yang akan diterima calon karyawan jika berkenan menjadi bagian dari perusahaan tersebut, seperti bonus tahunan atau kesempatan mengembangkan diri.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah meyakinkan kandidat tidak sama dengan memohon karena perusahaan tetap harus menjaga citranya. Hubungan kerja adalah relasi profesional berdasarkan asas saling membutuhkan antara perusahaan dan karyawan sehingga berikan batasan sampai mana perusahaan dapat meyakinkan kandidat supaya tidak terkesan terlalu berharap yang malah menurunkan nilai perusahaan.

Periksa Kembali

periksa kembali

Kesalahan sekecil apapun dalam penawaran kerja, baik dalam bentuk surat atau email tidak dapat ditoleransi. Itulah sebabnya sebelum mengirimkan penawaran kerja kepada calon karyawan, pastikan sudah memeriksa semua detailnya dengan benar dan teliti. Cek kembali apakah nama kandidat sudah ditulis dengan benar, berikut gelar akademik yang dimilikinya sebagai bentuk bahwa perusahaan tidak sembarangan atau meremehkan calon karyawannya.

Periksa juga apakah posisi yang ditawarkan sudah tertulis jelas, begitu pula dengan deskripsi pekerjaan yang harus dijabarkan secara rinci dan detail agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ketika semua aspek surat penawaran kerja sudah sempurna dan tidak ada kesalahan, barulah perusahaan bersiap untuk mengirimkannya ke kandidat terpilih.

Agar tidak terjadi kesalahan sama sekali, ada baiknya pihak pembuat surat melakukan pengecekan lebih dari sekali bahkan sebelum meminta tanda tangan manajer atau pejabat terkait. Ingat bahwa surat tersebut juga menjadi cerminan nama baik dan profesionalisme perusahaan jadi sikap hati-hati dan teliti sangat diperlukan sebelum surat dikirimkan.

Kirimkan Surat Penawaran Kerja

kirim offering letter

Begitu surat penawaran pekerjaan sudah ditulis rapi, diperiksa kembali dan ditandatangani oleh pejabat perusahaan yang berwenang, kini saatnya mengirimkan dokumen ke calon karyawan. Jika mengirimkannya melalui email, pastikan alamat email diketikkan dengan benar untuk menghindari kesalahan kirim yang membuat kandidat menolak suratnya. Setelah mengirimkan email, ada baiknya untuk mengabarkan kepada penerima agar kandidat tidak melewatkan pesan tersebut dan segera mengeceknya.

Jika surat penawaran kerja dikirimkan melalui ekspedisi, cek alamat penerima dengan baik dan benar termasuk nomor rumah dan juga nomor telepon yang dapat dihubungi oleh kurir. Mengingat surat ini bersifat penting, ada baiknya untuk memilih jenis pengiriman tercepat agar surat dapat diterima dan calon karyawan dapat merespons sesegera mungkin.

Surat penawaran kerja bukan hanya berisik tawaran posisi dan gaji, namun menjadi kesepakatan hak dan kewajiban yang musti dipenuhi, baik oleh perusahaan maupun calon karyawan. Oleh sebab itu, pastikan untuk membuat surat penawaran yang profesional dan informatif supaya dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh calon karyawan.

Kemampuan untuk membuat penawaran kerja yang meyakinkan dan sulit untuk ditolak calon karyawan adalah salah satu keahlian recruiter profesional yang akan sangat berguna bila dapat dikuasai dengan baik.

Cara Mencari Tahu Jika Kandidat Berbohong Saat Wawancara
Foto oleh SHVETS production dari Pexels

Terkadang, sulit untuk mendeteksi kebohongan seorang kandidat penipu yang lihai dengan sekilas. Masih ada saja calon karyawan yang rela berbohong tentang diri mereka agar dapat diterima kerja.

Tetapi, Mengapa seorang recruiter handal yang sering interview masih saja bisa tertipu?

Karena bagi sebagian besar recruiter, mungkin mengetahui value seorang kandidat yang sebenarnya, itu terkadang tidak bisa dilakukan secara maksimal. Ini karena saking banyaknya lamaran pekerjaan yang masuk, sehingga ada begitu banyak resume dan curriculum vitae atau CV yang harus diseleksi.

Belum lagi, adanya proses tes dan wawancara yang lama, dengan jumlah kandidat yang juga banyak.

Jadi, waktu yang tersedia masih kurang untuk bisa membuat recruiter melakukan wawancara secara optimal, supaya dapat mengetahui background kandidat dengan sebenar-benarnya.

Terkadang hal tersebut tidak masalah, kalau kandidatnya memang menjawab jujur saat ditanya. Meski demikian, terkadang ada saja kandidat yang berbohong tentang dirinya. Inilah yang perlu dicermati.

Untuk itu, Pelajari cara mendeteksi kebohongan kandidat sat wawancara kerja, seperti berikut ini bersama match recruitment:

Jawabannya Tidak Jelas Atau Tidak Nyambung

Setiap recruiter pasti pernah mengalaminya. Ketika seorang kandidat diberi pertanyaan yang memerlukan jawaban mendalam, dia malah menjawabnya dengan jawaban yang berbelit, bahkan tidak nyambung.

Ini merupakan tanda bahwa kandidat tersebut tidak siap untuk wawancara, atau, dia sebenarnya tidak sedang berkata jujur.

Menurut Tammy Cohen, founder dan Chief  Visionary Officer di perusahaan background screening InfoMart, respon yang tidak jelas dengan jawaban tak lengkap merupakan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kandidat tersebut tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Terlihat dari Gerak-Gerik Bahasa Tubuhnya

Anda mungkin sudah sering melihat alat pendeteksi kebohongan di acara televisi seperti reality show. Alat tersebut bisa langsung menunjukkan tanda ketika seseorang berbohong.

Namun, sebenarnya Anda tidak harus menggunakan alat tersebut, atau punya skill ala detektif untuk mendeteksi kebohongan.

Jika kandidat terlihat gelisah, tatapan matanya tidak fokus, atau bahkan menghindari kontak mata ketika menjawab pertanyaan penting, hal ini bisa berarti bahwa dia tidak yakin dengan jawabannya.

Terkadang, hal tersebut memang menunjukkan bahwa si kandidat sedang gugup. Akan tetapi, kalau dia terus-terusan menyombongkan prestasinya tanpa berani melakukan kontak mata, maka kemungkinan dia berbohong.

Terlalu Membanggakan Pencapaian Tim Nya

Memang benar bahwa pencapaian tim itu penting di tempat kerja. Namun, coba berhati-hatilah dengan kandidat yang hanya membicarakan tentang prestasi timnya di tempat kerjanya yang dahulu.

Ini, bisa menjadi pertanda bahwa si kandidat sebenarnya tidak memiliki kapasitas seperti yang Anda harapkan.

Kata-kata seperti “saya” menunjukkan bahwa dia telah mengalami sendiri hal-hal seperti yang diceritakannya, selayaknya itu merupakan pengalaman pribadi.

Namun, sebutan seperti “kami” atau “mereka” bisa menjadi indikasi bahwa kandidat tersebut sedang mereferensikan kejadian atau orang lain.

Maksudnya, bisa saja sebenarnya skill dia tidak se-spektakuler itu, dan dia hanya bisa membanggakan prestasi timnya di mana dirinya tak berkontribusi sebesar yang diceritakannya.

Kandidat Menunjukkan Sikap yang Defensif

Sesekali, kandidat tersebut memberikan jawaban berbelit sampai-sampai membuat Anda kesusahan sendiri, saat Anda bertanya kepadanya tentang background-nya.

Menurut Susan Hosage, Consultant and Executive Coach senior di One Source HR Solutions, ini merupakan salah satu tanda yang menunjukkan bahwa kandidat tersebut sedang berbohong.

Jadi, meskipun di CV atau resume-nya terlihat bahwa data diri kandidat tersebut sangat baik, ketika ditanya dia justru sering menunjukkan sikap defensif bahkan emosional.

Attitude-nya pun seperti bergejolak, namun jawaban yang diberikannya tidak kunjung jelas. Jika Anda bertemu dengan kandidat seperti ini saat proses wawancara, maka besar kemungkinan dia tidak jujur tentang dirinya.

Dengan mengetahui tanda-tanda kandidat tidak jujur, Anda bisa lebih berhati-hati dalam proses seleksi dan wawancara.

Cara Ampuh Hindari Merekrut Kandidat yang Tidak Tepat
Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

"The Right Attitude Trumps Talent, Always." Itulah yang selalu dikatakan oleh CEO dari match recruitment, Jeppy Sim.  Tak bisa kita pungkiri bahwa karyawan adalah cerminan dari sebuah perusahaan. Maka dari itu, kita harus menghindari merekrut kandidat yang tidak tepat.

Mempekerjakan orang yang tepat akan berdampak baik terhadap lingkungan dan kinerja perusahaan. Begitupun jika kita mempekerjakan yang tidak tepat, itu akan sangat membahayakan perusahaan karena dapat mempengaruhi hal-hal seperti moral dan produktivitas karyawan lain dalam sebuah perusahaan. 

Tak hanya membahayakan internal perusahaan tapi juga akan membahayakan citra perusahaan dimata pelanggan maupun klien. Maka dari itu, "Always Hire for Attitude. Not Potential or Talent". Tak hanya berdampak bagi citra perusahaan, merekrut kandidat yang tidak tepat juga akan menghabiskan lebih banyak budget perusahaan dengan sia-sia.

Lagi-lagi seperti yang selalu dikatakan oleh Jeppy Sim, "Don't make hiring mistake! Because it will cost you 14 times that person's salary."

Maka dari itu, yuk simak selengkapnya cara ampuh hindari merekrut kandidat yang tidak tepat bersama match recruitment.

Visualisasikan Budaya Perusahaan

Orang-orang pada umumnya cenderung lebih tertarik melihat konten visual berbasis video atau foto dibandingkan text-based. Sebagai pencari kerja, biasanya kandidat akan melakukan riset tentang perusahaan melalui website ataupun social media perusahaan tempat mereka ingin melamar. Maka dari itu, manfaatkanlah konten berbasis video atau foto untuk memberikan informasi dan juga gambaran penuh mengenai budaya perusahaan dan juga etos kerjanya. Agar para kandidat mendapatkan gambaran bagaimana diri mereka dapat berkontribusi menyesuaikan dengan budaya dan etos kerja perusahaan yang sudah diperlihatkan.

Berikan Deskripsi Pekerjaan yang Jelas

Mungkin terlihat sepele, tetapi memberikan deskripsi pekerjaan yang jelas akan sangat membantu para kandidat menyesuaikan kualifikasi mereka dengan perusahaan. Luangkan waktu untuk meninjau kembali deskripsi pekerjaan sebelum diposting di seluruh channel beriklan. Pastikan informasi lengkap tidak bertele-tele dan mudah dimengerti. Dengan begitu, iklan pekerjaan yang kita publish akan lebih efektif dan tepat sasaran.

Proaktif Mencari Kandidat

Recruiter yang baik adalah yang selalu proaktif untuk mencari kandidat yang tepat di tempat mereka berada. Manfaatkan seluruh channel penunjang informasi dimana kamu bisa menemukan mereka. Mulai dari social media, grup online, organisasi professional, dan juga komunitas talent perusahaanmu sendiri. 

Kamu juga bisa memanfaatkan komunitas talent sebagai sumber utama dalam mencari kandidat dan menghindari merekrut kandidat yang tidak tepat. Dalam komunitas talent, sudah dipastikan berisi orang-orang yang sangat tertarik dengan perusahaanmu. Jadi, kamu hanya perlu menyesuaikan kualifikasi yang dibutuhkan oleh lowongan yang terbuka sekarang dengan kemampuan yang mereka miliki.

Dengan melakukan langkah-langkah diatas, kamu dapat menghindari melakukan kesalahan perekrutan. Akan sangat sedikit peluangmu untuk merekrut kandidat yang tidak tepat. Jika ini berhasil diterapkan dengan baik, kamu akan menciptakan proses rekrutmen yang super efektif dan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan.

Jadi Recruiter Favorit Para Kandidat, Siapa Bilang Gak Bisa?
Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Banyak anggapan bahwa recruiter favorit sulit sekali ditemukan. Selama ini recruiter banyak dikenal suka ghosting atau menghilang tanpa kabar setelah para pelamar mengirimkan surat lamaran pekerjaan mereka ke perusahaan.

Karena hal ini, banyak pelamar yang merasa tidak dihargai karena tidak adanya feedback apapun setelah mereka mengirimkan surat lamaran.

Padahal, banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan sebagai recruiter ketika kita berkomunikasi dengan baik dan membuat para pelamar pekerjaan lebih merasa dihargai, lho. Salah satunya adalah meningkatkan citra positif perusahaan tempat kita bekerja.

Meskipun feedback yang mereka terima belum sesuai dengan yang diharapkan, akan tetapi dengan kita memberikan sebuah balasan itu akan meningkatkan pengalaman positif mereka terhadap perusahaan serta tidak menutup kemungkinan akan melamar kembali atau merekomendasikannya ke orang lain di kemudian hari.

Meskipun demikian, bukan berarti mustahil untuk menjadi seorang recruiter favorit.

Yuk intip hal-hal apa saja yang harus dilakukan seorang recruiter agar menjadi favorit para kandidat bersama match recruitment!

Fleksibel dan Pengertian

Ketika menjadwalkan sesi interview, berilah kandidat beberapa tawaran slot waktu menyesuaikan ketersediaan mereka. Karena mereka pun sama halnya seperti kita, memiliki ketersediaan waktu yang terbatas dan banyak dari mereka yang masih dalam posisi terikat pekerjaan dengan kantor lamanya.

Menjadi fleksibel dan pengertian akan membuat pengalaman proses perekrutan mereka menjadi lebih positif dan dapat meningkatkan citra baik perusahaan.

Suportif

Ketika menyiapkan jadwal sesi interview, bersikaplah suportif dengan memberikan instruksi detail kepada para kandidat tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dihindari saat wawancara.

Dengan bersikap suportif, sebagai recruiter kita telah berhasil memberikan kesan baik perusahaan kepada seorang pelamar kerja.

Berikan Feedback dan Informasi Ter-update

Jelaskan alur rekrutmen se detail mungkin seperti apa saja tahapan wawancara yang kemungkinan akan dilakukan serta berapa lama para pelamar harus menunggu kabar darimu lagi.

Ketika kamu membiarkan para kandidat bertanya-tanya tanpa memberi kepastian, atau biasa disebut ghosting. 

Mereka cenderung akan merasa tidak dihargai dan mungkin menjadi kurang tertarik dengan perusahaan. Maka dari itu, sangatlah penting memberikan feedback, entah sesuai atau tidak sesuai ekspektasi akan tetapi ini akan menjadikan proses rekrutmen yang dilakukan bernilai baik dimata para kandidat yang melamar pekerjaan.

Tawarkan Kandidat untuk Bergabung Dalam Komunitas Talent Perusahaan

Jika kamu menemukan kandidat potensial yang kualifikasinya belum sesuai dengan job terbuka saat ini. Tawarkan dia untuk bergabung dalam komunitas talent perusahaan agar sewaktu-waktu ketika posisi yang kualifikasinya sesuai dengan kandidat potensial tersebut, sudah tidak sulit lagi untuk dihubungi kembali karena masih dalam jangkauan.

Tunjukan bahwa kamu sangat menghargai dan mengapresiasi kemampuannya untuk menjadi calon karyawan di masa depan.

Selalu Katakan Terima Kasih

Terlepas dari semua itu, jangan lupa untuk tetap berterima kasih kepada para pelamar karena telah berkontribusi baik dalam proses perekrutan.

Dengan tulus  berterima kasih, akan memberikan kesan baik perusahaan dimata para pelamar kerja. Bagaimanapun juga, para kandidat telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga mereka untuk mengikuti proses rekrutmen yang dilaksanakan.

Sebagai recruiter, beberapa hal diatas mungkin akan membantumu menjadi recruiter favorit para kandidat yang akan meninggalkan kesan baik secara profesional maupun pribadi.

Kalau kamu sudah melakukan hal diatas belum?

Mengapa Komunitas Talent Jadi Aspek Penting Dalam Proses Perekrutan?
Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Apa kamu tahu mengapa talent community menjadi aspek penting dalam proses rekrutmen perusahaan?

Ini jawabannya,

Dalam proses rekrutmen,kamu pasti pernah menemukan kandidat potensial yang belum bisa dipekerjakan karena satu dan lain hal, seperti posisi yang sesuai belum dibuka. Jika dihadapkan dengan kondisi seperti itu, akan sangat disayangkan jika kita melepas pergi begitu saja kandidat potensial tersebut.

Lantas, bagaimana cara mempertahankannya agar terus berada dalam jangkauan kita? 

Disitulah sebagai recruiter kita memerlukan talent community,

Sebelum melangkah lebih jauh, yuk simak apa yang dimaksud dengan talent community.

Definisi Talent Community

Menurut recruiting.com, komunitas talent adalah media yang menghubungkan recruiter perusahaan dengan kandidat potensial. Dalam komunitas ini, kandidat dapat mengirimkan informasi mereka ke perusahaan tanpa berkomitmen pada posisi tertentu.

Talent community sangat membantu para recruiter menemukan kandidat berpotensi tinggi dengan segudang pengalaman yang tertarik untuk bekerja di perusahaan kamu. Dan juga akan membantu para recruiter menemukan lebih banyak kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kandidat yang menjadi anggota talent community perusahaan memberikan kesempatan kepada recruiter untuk menempatkan mereka di posisi yang tepat dan diperlukan. Karena para kandidat ini tidak melamar di posisi tertentu dan memberi waktu kepada recruiter untuk menggali lebih dalam potensi mereka.

Media ini membantu menjangkau lebih banyak kandidat dan menempatkan bibit-bibit unggul untuk mencerahkan masa depan perusahaan.

Pentingnya Talent Community

Komunitas ini sangat bermanfaat dalam membantu recruiter dalam proses rekrutmen. Tetapi, Mengapa sampai masuk ke dalam kategori penting?

Karena membuat proses rekrutmen menjadi lebih mudah dan efektif. 

Melalui komunitas talent, kita tetap terhubung dengan kandidat yang sebelumnya belum mendapat kesempatan dipekerjakan karena kualifikasi yang tidak sesuai pada saat itu. Namun, apabila dikemudian hari ada posisi terbuka yang kualifikasinya sesuai dengan kandidat tersebut, recruiter dapat lebih mudah menghubunginya kembali. 

Menurut Kalibrr, 80% kandidat yang telah menjadi anggota komunitas talent serta punya pengalaman positif dengan perusahaan seperti pola interaksi yang baik, akan lebih mungkin untuk melamar ke perusahaan itu lagi di kesempatan berikutnya dan merekomendasikan perusahaan tersebut kepada job seekers lainnya.

Selain manfaat di atas, talent community atau komunitas talent juga membantu para recruiter untuk merekomendasikan calon kandidat ke perusahaan tempat kita bekerja. Hal itu jauh lebih efektif dibanding menyaring ratusan bahkan ribuan CV dari awal. Serta calon kandidat yang direkomendasikan pun sudah pasti berasal dari sumber yang terpercaya.

Cara Membangun dan Menjaga Komunitas Talent, Recruiter Wajib Tahu!
Photo by Etienne Girardet on Unsplash

Belum banyak recruiter perusahaan yang mengetahui betapa pentingnya komunitas talent. Pasalnya, talent ini layaknya harta karun terpendam yang patut dijaga oleh sebuah perusahaan.

Keberadaannya dapat membantu para recruiter perusahaan dalam mencari dan menempatkan seorang kandidat berbakat untuk mengisi posisi kosong dalam perusahaan dengan lebih cepat dan sesuai. Pastinya, kekosongan posisi tidak akan lama dan tidak akan mengganggu produktivitas pekerjaan.

Lantas, bagaimana cara membangun sebuah komunitas talent sekaligus menjaga hubungan baik dengan seluruh kandidatnya? 

Cara Membangun dan Menjaga Komunitas Talent

Kumpulkan Informasi dan Tambahkan Kandidat

Melalui proses rekrutmen biasanya para recruiter pasti menemukan kandidat yang berpotensi besar tetapi belum bisa dipekerjakan karena posisi yang belum sesuai atau karena alasan tertentu. 

Akan sangat disayangkan jika kandidat potensial seperti ini hanya dibiarkan pergi begitu saja. Kandidat potensial ini sangat cocok untuk dimasukan kedalam talent perusahaan tempatmu bekerja karena sewaktu-waktu ketika posisi yang cocok terbuka, recruiter akan lebih mudah menghubunginya kembali.

Berikan informasi dan bangun komunikasi yang baik dengan kandidat potensial tersebut. Katakan bahwa kamu sebagai recruiter terkesan dengan bakat, pengalaman, dan karakternya sehingga ingin memasukkannya ke dalam komunitas talent perusahaanmu untuk sewaktu-waktu dihubungi kembali.

Atau ada cara yang lebih efektif, kamu dapat menambahkan formulir di website perusahaan agar para talent dapat menentukan sendiri minat dan bakatnya beserta alasan mengapa mereka ingin sekali bekerja di perusahaan tersebut. Dengan begitu, seluruh informasi sukarela tersebut akan masuk ke dalam sistem CRM perusahaan dan memudahkan recruiter untuk mengaksesnya di kemudian hari.

Terus Berinteraksi dengan Komunitas Talent

Langkah selanjutnya adalah terus menjaga komunikasi. Kunci utamanya adalah berinteraksi. Sajikan secara rutin informasi relevan ter-update mengenai perusahaan dan juga posisi baru yang dibuka. 

Buat para talent terlibat dalam segala acara. Dengan begitu hubungan antara perusahaan dengan para kandidat potensial akan selalu baik dan bermanfaat. 

Tinjau dan Hubungi Kembali Kandidat dalam Komunitas Talent

Manfaatkan sebaik mungkin komunitas talent yang sudah dibangun sebagai sumber utama pencarian kandidat yang berkualitas. Luangkan waktu untuk meninjau dan menghubungi kembali kandidat yang sekiranya tepat untuk posisi yang sedang dibuka. 

Ini akan jauh lebih efektif dari pada harus mereview dan menyaring ulang resume dari kandidat baru untuk kita pekerjakan. 

Tips Merekrut Kandidat yang Sesuai dengan Budaya Kerja Perusahaan

Menemukan cara terbaik untuk merekrut karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dalam proses rekrutmen, tidak hanya soal keterampilan atau pengalaman saja yang menjadi fokus utama. Kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan juga menjadi hal yang dipertimbangkan.

Bukan tanpa alasan, salah satu cara perusahaan mampu bertahan di tengah persaingan adalah dengan merekrut kandidat yang berkualitas. Tidak hanya itu, kecocokkan antara karyawan dan budaya perusahaan membawa banyak keuntungan bagi organisasi.

Kecocokkan dengan Budaya Perusahaan

Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab yang besar bagi recruiter untuk menempatkan menempatkan kandidat yang sesuai dengan budaya kerja perusahaan. Karena karyawan yang berhasil beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan meningkatkan peluang keberhasilan dan bertahan untuk jangka waktu yang panjang. Serta membantu organisasi untuk membangun tim yang lebih kuat dan menghasilkan divisi yang lebih efektif.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan yang memfokuskan upaya mereka untuk merekrut kandidat yang selaras dengan budaya perusahaan secara rutin mengungguli kompetitor mereka.

Lalu, dengan banyaknya manfaat yang diterima. Bagaimana cara untuk merekrut karyawan yang sesuai budaya perusahaan?

Cara Merekrut Karyawan yang Efektif

1. Informasikan budaya kerja melalui website

website karir

Website merupakan tujuan utama para kandidat untuk mencari informasi mengenai perusahaan tempat mereka melamar pekerjaan. Perusahaan harus menunjukan dengan jelas detail informasi mengenai nilai-nilai yang dipegang oleh seluruh karyawan. Dengan begitu, para kandidat akan memiliki pemahaman yang jelas mengenai etos kerja perusahaan.

2. Libatkan partisipasi karyawan

 cara merekrut kandidat yang berkualitas

Libatkanlah karyawan perusahaan berpartisipasi dalam proses perekrutan, terutama ketika recruiter merekrut kandidat untuk mengisi posisi yang sulit diisi.

Mengapa demikian? karena karyawan ini memiliki pemahaman lebih dalam mengenai posisi tersebut yang mungkin recruiter tidak ketahui. Dan karyawan ini memiliki pengetahuan lebih mengenai budaya kerja yang lebih spesifik dalam suatu divisi. Serta lebih mengantisipasi para calon karyawan karena sudah mendapat gambaran nyata dari karyawan di perusahaan kamu.

3. Tanamkan gambaran besarnya

budaya kerja yang baik

Sebagai seorang recruiter, tugas utama kita adalah merekrut kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut dan juga sesuai dengan budaya kerja perusahaan. Dengan demikian, recruiter sudah berpartisipasi dalam menempatkan karyawan yang berkualitas demi kemajuan perkembangan suatu perusahaan. Tanyalah kepada kandidat nilai apa yang mereka pegang dan jelaskan budaya kerja perusahaan secara garis besarnya. Dengan begitu, kamu dapat menemukan kecocokkan antara calon karyawan dan budaya kerja perusahaan.

Mau tahu tips lainnya untuk memperkaya pengetahuan kamu? Klik Disini

match recruitment®
To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram