Home
 » 
Resources » Recruitment Advice » Jangan Disepelekan! Dampak Fatal Turnover bagi Perusahaan

Jangan Disepelekan! Dampak Fatal Turnover bagi Perusahaan

Share This Post!

dampak turnover bagi perusahaan

Tahukah kamu, peran yang dimiliki karyawan dalam perusahaan sangatlah vital. Bagaimana tidak, karyawan adalah tulang punggung kesuksesan dalam bisnis apa pun. Kualitas dan profesionalitas tenaga kerja menjadi penentu jaya atau tidaknya kinerja dari suatu perusahaan, mulai dari kinerja di bidang produktivitas, kualitas pemberian layanan hingga manajemen perusahaan secara keseluruhan.

Itulah alasan mengapa setiap pemilik usaha berupaya keras untuk menghindari kemungkinan terjadinya turnover karyawan. Karena memang besar sekali dampak turnover bagi perusahaan. Dalam ulasan berikut, kamu akan mengetahui apa saja akibat yang ditimbulkan dari turnover dalam jumlah besar dan juga keuntungan jika angka turnover rendah.

Dampak Tingginya Angka Turnover

Pertanyaannya, bagaimana mungkin perusahaan mengalami kerugian jika turnover karyawan tinggi? Ada beberapa alasan mengapa turnover yang tinggi itu berdampak buruk. Efeknya mungkin langsung dan terasa nyata, namun tak jarang perusahaan baru akan merasakan dampaknya setelah beberapa waktu kemudian.

turnover karyawan

Di bawah ini adalah 7 dampak negatif yang akan dirasakan perusahaan dengan tingginya tingkat turnover karyawan:

1. Kehilangan Karyawan Berpengalaman

Tak disangkal lagi, tingginya turnover pegawai di perusahaan tertentu dapat mengakibatkan hilangnya karyawan yang berpengalaman. Menilik dari data Bureau of Labour Statistics, US Departement of Labour, hanya sekitar 1/9 dari turnover yang terkait dengan masa pensiun karyawan atau bentuk lain dari turnover yang memang sudah direncanakan sebelumnya.

Sementara 6/10 adalah turnover pegawai yang resign dan sekitar 3/10 adalah PHK. Berdasarkan angka-angka tersebut, tidak dipungkiri perusahaan harus menanggung salah satu dampak negatif turnover karyawan, yakni kehilangan orang-orang berpengalaman dan bertalenta.

2. Sangat Membebankan Perusahaan

Hanya menilik dari dampak pertama akibat turnover yang tinggi, di mana karyawan-karyawan yang berpengalaman pergi, tentu saja hal itu akan membebani perusahaan. Karena mereka jadi harus mengulang lagi dari garis start. Mulai dari mencari dan merekrut kandidat terbaik yang sesuai kualifikasi perusahaan, memberi pelatihan awal dan membimbing karyawan hingga skill-nya setara dengan karyawan yang telah resign, sehingga lebih banyak lagi waktu yang terbuang.

3. Kehilangan Produktivitas

Ketika ada karyawan yang keluar dari perusahaan, secara langsung atau tidak, akan sangat mempengaruhi tingkat produktivitas karyawan dan kinerja perusahaan. Seperti disebutkan sebelumnya, turnover karyawan menyebabkan perusahaan harus kehilangan staf yang berpengalaman dan terlatih serta mengetahui kebijakan maupun misi perusahaan, dan mereka paham bagaimana membantu perusahaan mencapai tujuan tersebut.

Sementara karyawan baru mungkin membutuhkan waktu setidaknya satu tahun atau bahkan lebih untuk mempelajari semua peran dan tanggung jawab tersebut. Dengan kata lain, tingginya tingkat turnover karyawan berarti banyak karyawan yang belum berpengalaman bekerja di suatu perusahaan, yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas karyawan.

4. Pendapatan Perusahaan Terpengaruh

Efek negatif dari turnover karyawan yang tinggi selanjutnya adalah dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan. Sebagai contoh kecil, ketika ada karyawan pergi, entah itu karena keinginan sendiri atau dipecat, beberapa perusahaan harus memberikan tunjangan kepada karyawan, bahkan biaya litigasi, karena sebagian kasus mungkin dapat berakhir di jalur hukum.

Semuanya akan mempengaruhi kinerja perusahaan, dan pada akhirnya tentu dapat mempengaruhi keseluruhan pendapatan perusahaan.

5. Performa Perusahaan Turun

Menurunnya tingkat produktivitas ditambah kualitas kerja berkurang ke bawah standar adalah dua dampak turnover bagi perusahaan yang diakibatkan oleh rendahnya jumlah karyawan secara keseluruhan atau karyawan yang kurang berpengalaman tanpa pelatihan lengkap.

Kasus semacam ini sangat mungkin terjadi di industri yang menawarkan tingkat kenyamanan customer di atas inovasi, contohnya industri perhotelan.

6. Moral Perusahaan Turun

Salah satu masalah terbesar yang dapat dihadapi bisnis sebagai dampak dari turnover pegawai adalah berkurangnya semangat kerja karyawan. Karena ketika seorang staf meninggalkan perusahaan, maka orang-orang yang masih bertahan di perusahaan akan berusaha dan terus mencoba meningkatkan semangat mereka sendiri. Agar turnover karyawan yang mungkin terjadi lagi dan lagi karena penurunan moral perusahaan tidak berkelanjutan.

7. Meningkatkan Turnover Karyawan

Apabila tingkat turnover pegawai di suatu perusahaan begitu tinggi, hal tersebut dapat meningkatkan jumlah turnover lebih banyak lagi. Bahkan tak jarang karyawan akan mencari-cari alasan untuk resign, sekali pun meski itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan tempat kerja. Mungkin alasannya hanya karena masalah pribadi atau mereka ingin pindah dari tempat tinggal yang sekarang. Tetapi, tak peduli apa pun alasannya, ketika turnover karyawan sudah menjadi masalah utama dalam bisnis, maka akan berat bagi perusahaan itu untuk kembali bangkit.

Keuntungan Turnover Rendah

keuntungan turnover rendah

Selain dampak turnover karyawan yang tinggi bagi perusahaan, kamu juga perlu mengetahui apa saja keuntungan yang akan dirasakan perusahaan apabila tingkat turnover rendah. Mari simak 4 dampak positif dari rendahnya angka turnover karyawan:

1. Produktivitas Konsisten

Ketika karyawan, terutama yang sudah berpengalaman, pergi meninggalkan perusahaan, akan ada gangguan dan ketidakseimbangan produktivitas yang mustahil dihindari. Dan untuk menutupi posisi yang kosong, perusahaan mungkin akan menarik karyawan lain dari posisi mereka seharusnya berada untuk mengisi peran yang ditinggalkan. Sementara ketika perusahaan memutuskan merekrut karyawan baru, butuh pelatihan selama berminggu-minggu atau mungkin berbulan-bulan sebelum mereka dapat setara di tingkat karyawan lama. Dengan menjaga karyawan yang berpengalaman tetap di tempat, kamu dapat menghindari masalah ini.

2. Mengurangi Biaya

Untuk mengganti karyawan yang keluar, perusahaan membutuhkan biaya yang bervariasi dan biasanya jumlahnya tidaklah sedikit. Mayoritas berpendapat tingginya tingkat turnover pegawai, meski hanya satu, itu mahal. Belum lagi mereka harus mempekerjakan dan melatih pengganti. Bukan hanya itu saja, kebanyakan perusahaan melupakan opportunity cost yang dihasilkan dari rendahnya produktivitas dengan adanya karyawan baru.

3. Meningkatkan Moral

Saat karyawan pergi, perusahaan akan menarik pegawai lain dari posisi mereka untuk menggantikan si mantan karyawan. Atau mungkin perusahaan akan menambah jam kerja agar bisa menutupi pekerjaan karyawan yang telah resign. Peningkatan beban kerja ini sangat mungkin menyebabkan stres dan penurunan semangat kerja. Karyawan lain seolah dihantui bayang-bayang yang tak pasti tentang siapa yang akan menggantikan pegawai sebelumnya.

Mereka juga mungkin akan bingung dengan perubahan beban dan tanggung jawab baru. Belum lagi jika karyawan yang telah keluar merasa tidak senang dan mengeluh kepada rekan-rekannya. Hal ini dapat memberi efek negatif pada produktivitas karyawan. Sementara itu, karyawan yang setia bertahan akan memberikan stabilitas semangat di tempat kerja.

4. Hubungan dengan Konsumen Lebih Konsisten

Khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang bisnis layanan pelanggan, customer mungkin akan merasa sangat kesal karena harus berurusan dengan orang yang berbeda setiap kali datang berbelanja atau menghubungi perusahaan via email atau telepon.

Karena biasanya karyawan lama sudah sangat mengenal pelanggan dengan baik dan mengetahui banyak informasi, seperti nama, riwayat pembelian atau preferensi mereka. Jadi, dengan mempertahankan karyawan yang berpengalaman artinya sama saja kamu telah mempertahankan hubungan yang hangat dan baik dengan para pelanggan.

Setelah mengetahui apa saja dampak turnover karyawan yang tinggi, kamu dapat mencari jalan untuk mengatasinya agar dampak turnover bagi perusahaan berkurang, sehingga tercipta lingkungan kerja yang sehat bagi seluruh karyawan.


Share This Post!