Home
 » 
Resources » Headhunter Insight » Headhunter » Headhunting vs Recruitment: Apa Perbedaan Keduanya?

Headhunting vs Recruitment: Apa Perbedaan Keduanya?

Share This Post!

Headhunting vs Recruitment: Apa Perbedaan Keduanya?

Headhunting dan recruiting adalah 2 istilah yang sudah sangat sering digunakan dalam dunia perekrutan. Bahkan, tak jarang keduanya digunakan dalam frase yang sama. Walaupun sekilas terlihat mirip, sebenarnya baik headhunting dan recruiting memiliki sejumlah perbedaan. Mengetahui perbedaan headhunting vs recruitment akan sangat membantu Anda dalam menentukan jenis rekrutmen yang sesuai. Simak ulasan lebih lengkap tentang masing-masing metode rekrutmen berikut ini.

Apa Itu Headhunting?

Secara singkat, headhunting recruitment adalah proses perekrutan yang dilakukan oleh perekrut eksekutif. Istilah headhunting biasanya diperuntukkan pada aktivitas perekrutan kandidat karyawan untuk menduduki posisi atau jabatan manajemen penting yang ada di dalam perusahaan. Posisi-posisi tersebut tentunya tidak bisa diisi oleh sembarang orang. Hanya orang-orang dengan kompetensi yang sesuai dan kualifikasi mumpuni untuk menduduki posisi tersebut.

Ciri-ciri headhunting yang lain adalah, ia cenderung bersifat eksklusif dan hanya membutuhkan satu atau dua kandidat saja. Selain itu, pelaku headhunting yaitu headhunter biasanya melakukan pendekatan yang lebih proaktif dalam mencari kandidat. Mereka akan mencari kandidat-kandidat dengan spesialisasi khusus yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan sangat teliti.

Kandidat-kandidat yang sudah didapatkan akan melalui proses seleksi yang lebih ketat untuk mendapatkan yang terbaik. Target headhunter tidak selalu merupakan orang yang secara aktif mencari kerja. Kandidat pasif yang tidak sedang mencari kerja namun memiliki kualifikasi yang sesuai pun tidak lepas dari pengintaian headhunter.

Apa Itu Recruitment?

Recruitment merupakan istilah yang paling umum digunakan dalam dunia kerja. Perekrutan ini biasanya dilakukan oleh pihak HR atau recruiter untuk mendapatkan kandidat karyawan untuk perusahaan. Sama seperti headhunting, recruitment tentunya bergerak berdasarkan kualifikasi dari posisi-posisi yang dibutuhkan di dalam perusahaan. Akan tetapi, recruitment memiliki tanggung jawab dan sistem kerja yang lebih luas.

Proses rekrutmen biasanya melibatkan komponen yang lebih banyak dibandingkan headhunting. Recruiter yang melakukan proses ini biasanya merupakan bagian dari divisi HR dan karyawan yang bekerja di dalam perusahaan tersebut. Untuk mendapatkan kandidat karyawan, divisi ini biasanya akan menyebarkan lowongan pekerjaan pada berbagai platform. Bisa juga dengan berpartisipasi di dalam ajang job fair.

Selanjutnya, pihak recruiter akan melakukan seleksi menyeluruh untuk menemukan calon kandidat yang sesuai dengan kriteria yang diajukan. Proses seleksi ini bisa memakan waktu hitungan minggu hingga bulan. Apalagi, untuk jenis posisi atau jabatan yang sangat strategis. Selain berperan sebagai recruiter, pihak rekrutmen juga membantu kandidat yang sudah terpilih agar bisa menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan ritme pekerjaannya dengan baik.

Recruitment ini memang merupakan cara yang paling konvensional dan banyak digunakan. Biasanya, perusahaan menggunakan metode ini untuk mendapatkan tenaga karyawan dalam jumlah yang banyak. Namun, proses recruitment yang panjang seringkali membuat jenis rekrutmen ini tidak disarankan untuk pencarian kandidat untuk posisi yang lebih eksklusif.

Perbedaan Headhunting dan Recruitment

Jika ditarik secara garis besar, headhunting dan recruitment memang memiliki makna yang sama. Intinya, keduanya merupakan cara bagi perusahaan untuk mendapatkan kandidat karyawan yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Keduanya juga sama-sama menggunakan persyaratan kandidat karyawan yang ideal sebagai penilaian utama. Akan tetapi, perbedaan headhunting vs recruitment bisa Anda ketahui dengan sangat mudah. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan perbedaan antara keduanya di sini yuk.

Lingkup Posisi Pekerjaan

Salah satu perbedaan headhunting vs recruitment bisa dilihat dari segi lingkup posisi pekerjaan yang dicari. Selama headhunting, headhunter hanya berfokus mencari kandidat untuk posisi yang terbatas. Pada dasarnya, posisi ini memang hanya bisa diisi oleh orang dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu saja. Dengan kata lain, perusahaan menggunakan jasa headhunter untuk menemukan kandidat yang sesuai untuk mengisi posisi eksekutif. Seorang headhunter biasanya memiliki spesialisasi di dalam bidang tertentu untuk mendapatkan kandidat yang sesuai.

Sedangkan, lingkup posisi pekerjaan yang menjadi fokus recruiter jauh lebih luas. Recruiter bisa mencari kandidat untuk beberapa divisi yang membutuhkan personil. Jumlah kandidat yang dibutuhkan perusahaan dengan menggunakan metode ini juga lebih banyak. Proses rekrutmen yang bersifat lebih luas memang berpotensi mempermudah perusahaan dalam menemukan kandidat yang lebih banyak. Berbeda dari headhunter, recruiter memiliki cakupan yang lebih luas dalam hal pengetahuan mengenai industri tersebut. Tentunya, pengetahuan tersebut akan sangat berguna dalam membina dan mempersiapkan tenaga kerja yang dihimpun agar bisa berkontribusi untuk perusahaan.

Jenis Pekerjaan

Perbedaan lainnya yang dimiliki headhunter dan recruiter adalah dari jenis pekerjaan. Dalam hal ini, headhunting biasanya dilakukan oleh satu pihak dengan spesialisasi tertentu untuk mendapatkan satu kandidat untuk satu posisi. Sebagai contoh, apabila di dalam perusahaan tersebut membutuhkan seorang kepala HR atau CFO, maka proses headhunting akan dilakukan oleh salah satu anggota dewan direktur maupun MD atau direktur utama. Proses perekrutan ini tidak berlangsung selamanya. Begitu posisi tersebut sudah terisi, maka aktivitas headhunting pun akan selesai.

Berbeda halnya dengan proses recruitment. Aktivitas perekrutan karyawan ini biasanya dilakukan oleh tim khusus yang diisi oleh perekrut profesional. Tim ini memang secara khusus dibuat untuk mengadakan proses rekrutmen dari awal hingga akhir. Tim ini berperan dalam hal mempublikasikan iklan lowongan kerja, menyeleksi kandidat karyawan, dan menghubungi kandidat yang sesuai dengan kualifikasi.

Tak berhenti di situ saja, tim rekrutmen ini juga menggelar acara interview atau wawancara untuk para kandidat karyawan yang sudah lolos seleksi dokumen. Tentunya, tanggung jawab dari tim perekrut ini tidak usai begitu saja. Karena, mereka juga harus memastikan bahwa kandidat karyawan yang sudah terpilih tersebut dapat menyesuaikan diri dengan baik dengan budaya yang dimiliki perusahaan tersebut. Mereka juga berperan untuk mengawasi kinerja karyawan baru tersebut hingga akhirnya ia benar-benar bisa menjalankan tugas-tugas yang diberikan dengan baik.

Time-to-Hire

Jangka waktu yang dibutuhkan untuk proses perekrutan menjadi faktor kunci yang membedakan antara headhunting dan recruitment. Proses recruitment biasanya dibutuhkan untuk menyaring calon karyawan dalam jumlah yang besar. Tentunya, mereka juga harus menyeleksi ratusan atau bahkan ribuan surat lamaran kerja yang datang. Dalam perekrutan pegawai dengan jumlah yang besar, pihak recruiter akan mengedepankan kuantitas dibandingkan kualitas. Hal tersebut dilakukan untuk mempersingkat proses rekrutmen. Semakin cepat posisi yang dibutuhkan bisa terisi, maka akan semakin baik.

Beda halnya dengan proses headhunting. Posisi yang harus diisi bisa jadi memang hanya satu atau dua. Akan tetapi, posisi tersebut bersifat eksklusif dan tentunya proses perekrutan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Itulah mengapa pihak headhunter lebih berfokus untuk menemukan kandidat karyawan yang memiliki kompetensi atau spesialisasi khusus di bidang yang dibutuhkan. Karena sifatnya yang sangat detail, pihak headhunter bisa menghabiskan waktu sampai beberapa bulan hingga akhirnya menemukan kandidat yang sesuai. Untuk mempercepat proses ini, mereka umumnya menggunakan jaringan relasi yang dimiliki maupun lewat platform seperti LinkedIn.

Itulah beberapa ulasan yang lebih mendalam mengenai headhunting vs recruitment. Terlepas dari kemiripannya, headhunting dan recruiting memiliki perbedaan dari segi lingkup posisi dan jenis pekerjaan, serta waktu yang dibutuhkan hingga proses perekrutan selesai. Tertarik untuk menggunakan jasa headhunting? Temukan headhunter terbaikmu di match recruitment. Anda bahkan juga bisa berkonsultasi terlebih dulu untuk mendapatkan kandidat terbaik dan sesuai kebutuhan perusahaan.


Share This Post!