Home
 » 
Resources » Market Insights » War Talent » Susah Cari Kandidat Karena Talent War? Kenali Penyebabnya Disini!

Susah Cari Kandidat Karena Talent War? Kenali Penyebabnya Disini!

Share This Post!

Gencar Fenomena War Talent, Kenali Apa Penyebabnya
Photo by Windows on Unsplash

Saat ini fenomena the war of talent atau talent war masih terus berlanjut baik secara global maupun di Indonesia. Sejak kemuncuannya di era bisnis modern, berbagai perusahaan makin gencar mencari orang-orang dengan skill terbaik. Sebenarnya, istilah talent war ini sudah ada sejak tahun 1997. 

Sederhananya, talent war atau war talent merupakan perubahan dalam cara menarik serta mempertahankan talent sebagai karyawan perusahaan, di mana semakin hari proses ini makin menantang saja. Sudah 30 tahun lebih berlalu. Sekarang, war talent bukan hanya menantang, namun juga sulit dan kompleks. Ini karena semua perusahaan benar-benar berupaya mencari orang-orang terbaik untuk dipekerjakan.

Apalagi, kini segalanya berbasis teknologi. Jadi, dibutuhkan talent yang tidak hanya cakap dalam skill terkait ilmu perkantoran, namun juga merupakan tech-savvy. Namun, semakin banyaknya pencari kerja pun nyatanya tidak selalu menjamin perekrut bisa mendapatkan calon karyawan dengan mudah. Hal ini tidak terlepas dari berbagai faktor penting, berikut di antaranya:

Perubahan Demografik dan Sosial

Pada sebuah studi, di tahun 2020 generasi millennial akan memenuhi 50% dari tenaga kerja. Dan pada tahun berikutnya, tepatnya pada 2025 diprediksi mencapai hingga 75%. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor. Perubahan kondisi demografik ini juga dapat membawa nilai-nilai baru. Di perusahaan, Anda perlu menyadari bahwa setiap generasi memiliki ciri atau karakteristiknya tersendiri.

Generasi baby boomers tentu akan berbeda dengan generasi millennial ataupun gen z. Seperti contohnya tentang bagaimana nilai-nilai yang mereka anut, harapan, perilaku, serta bagaimana budaya mereka dalam bekerja. Perusahaan perlu sadar dan beradaptasi pada setiap perubahan generasi.

Kompetisi Tidak Terbatas

Pada jaman sebelumnya mungkin Anda sadar bahwa kompetisi antar perusahaan tidak sepesat saat ini. Contohnya mungkin produk Coca-Cola yang hanya akan bersaing dengan Pepsi, Toyota dengan Ford, dan sebagainya. Namun pada zaman yang semakin berkembang, kompetisi menjadi tidak terbatas pada bidang yang sama saja. Semua orang saling berkompetisi walaupun tidak bergerak pada bidang yang sama. Kompetisi inilah yang kemudian melebarkan peluang adanya gig economy.

Gig economy adalah kondisi di mana orang akan lebih memilih untuk bekerja secara individual seperti freelance atau membuat usaha sendiri daripada bekerja untuk sebuah perusahaan saja. Perusahaan perlu memahami adanya perubahan dunia kerja, beradaptasi, dan menyiasati bagaimana caranya mencari kandidat yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Skill Shortage

War of talent juga dapat disebabkan oleh skill shortage atau kandidat yang memiliki kekurangan dalam kemampuan mereka. Banyak perusahaan berlomba-lomba menaikkan gaji sebagai imbalan namun tidak menjamin adanya peningkatan skill karyawan untuk karir kedepannya. Bahkan ada yang menyebutkan pada sebuah studi, jika 69% perusahaan melaporkan adanya talent shortage.

Contohnya perusahaan manufaktur yang memiliki masalah dalam perekrutan pekerja, perusahaan logistik yang juga membutuhkan sopir truk yang lebih, atau restoran yang berusaha menarik talent. War for talent lebih terfokus pada skill leadership, namun sekarang keterampilan tersebut lebih banyak hilang.

Ekspektasi Kemampuan Kandidat

Di tahun 2016, generasi milenial menjadi tenaga kerja bertalenta paling banyak di U.S. Mereka memiliki tingkat mobilitas pekerjaan yang lebih tinggi, lebih banyak menginginkan fleksibilitas, dan yang terpenting mereka peduli soal misi dan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebuah studi menyatakan bahwa generasi millennial bahkan sanggup berkorban demi sebuah isu yang penting baginya.

Contohnya lebih memilih bekerja pada perusahaan yang lebih bertanggung jawab dalam segi sosial karyawannya dibandingkan perusahaan yang bergaji tinggi. Millenial dan gen z dapat dikatakan telah tumbuh sebagai generasi yang berhasil sadar akan pentingnya sebuah keadilan dan kesetaraaan terutama dalam dunia kerja.

Psikologi

Faktor selanjutnya yang menyebabkan war on talent adalah faktor psikologi. Seperti yang telah disadari, pekerja tentu semakin pintar dan tidak ingin jika hanya sekedar diberikan kenaikan gaji, jabatan atau semacam tipuan perusahaan lainnya. Pekerja saat ini lebih berhati-hati dalam memilih dan masuk ke perusahaan yang cocok untuknya.

Oleh karena itu sebuah perusahaan perlu mengadopsi praktik dalam ilmu organisasi untuk memahami bagaimana budaya pekerja. Perusahaan perlu merancang sebuah metode yang menarik, salah satunya dengan mengganti ruang kerja, metode wawancara, dan taktik SDM agar karyawan tetap mau tinggal di perusahaan.

Cara Memenangkan Kandidat Terbaik

Cara Memenangkan Kandidat Terbaik

Kenali SDM Kompetitor

Untuk memenangkan kandidat yang terbaik, Anda perlu menjelajahi apa yang dilakukan oleh perusahaan lain dengan retensi sumber daya manusia yang tinggi. Bagaimana cara mereka mempertahankan orang-orang terbaik. Lalu jika Anda sudah menemukan poinnya, dan ada beberapa perbedaan dengan perusahaan yang Anda jalani, maka perlu untuk melakukan perubahan.

Contohnya, jika Anda menyadari bahwa gaji yang ditawarkan tidak kompetitif, maka tentu akan sulit untuk menarik dan mempertahankan karyawan. Namun, perlu dipahami gaji bukanlah satu-satunya yang mendorong adanya retensi. Ada pula hal lain seperti adanya asuransi, program insentif karyawan, cuti berbayar, dan lainnya yang dapat dipertimbangkan seseorang ketika bekerja.

Adopsi Cara Kerja Hybrid

Menawarkan fleksibilitas kerja pada karyawan seperti bebas untuk melakukan pekerjaan kapan dan dimanapun adalah komponen yang tidak bisa ditinggalkan banyak orang selama ini. Model kerja ini dinamakan model kerja hybrid, yang dinilai dapat meningkatkan kepuasan karena menggabungkan adanya keinginan dan kebutuhan baik pemberi kerja maupun karyawan.

Model pekerjaan hybrid juga dapat mengurangi adanya biaya transportasi yang dinilai kurang efektif bagi pekerja. Selain itu karyawan juga lebih mudah membagi waktunya dengan hal lain seperti mengurus rumah, dalam artian dapat mewujudkan work-life balance.

Tawarkan Benefit Menggoda

Tidak hanya peningkatan gaji saja yang dinilai sebagai benefit yang menggoda. Untuk mengetahuinya, Anda perlu berpikir apa saja yang membuat Anda tertarik untuk bekerja dari sudut pandang seorang karyawan. Atau Anda juga dapat melakukan survei kepuasan karyawan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana perasaan karyawan terhadap pekerjaan mereka. Contoh benefit yang bisa ditawarkan selain tunjangan atau kenaikan gaji adalah memberikan diskon karyawan.

Atau jika usaha Anda berkolaborasi dengan bisnis lain, Anda bisa memberikan penawaran diskon saat menggunakan produk atau jasa dari bisnis lain. Benefit ini perlu ditawarkan walaupun nominalnya kecil daripada tidak sama sekali. Anda juga bisa lakukan observasi terhadap kebiasaan karyawan, apa yang membuat mereka tertarik dan bagaimana menjadikannya sebuah alat untuk mempertahankan karyawan.

Tingkatkan Budaya Perusahaan

Faktor lain yang dapat meningkatkan karyawan produktif adalah dengan menumbuhkan lingkungan kerja yang positif. Dalam pencarian tenaga kerja, sangat penting untuk mempertimbangkan adanya faktor selain skill atau kemampuan. Sikap dalam bekerja juga dapat berpengaruh pada kemajuan kinerja perusahaan.

Tidak jarang konflik internal antar karyawan karena persaingan terjadi sehingga mengganggu produktivitas. Oleh karena itu perusahaan perlu sadar untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif. Adanya kegiatan bonding atau liburan bersama dapat menjadi salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk meningkatkan budaya perusahaan yang positif.

Gunakan Jasa Profesional

Proses dalam pemilihan dan pengolahan kandidat adalah hal yang memerlukan keahlian khusus. Untuk memangkas adanya kesalahan dalam proses pemilihan dan meningkatkan efisiensi sesuai tujuan perusahaan, tidak ada salahnya jika menggunakan jasa professional.

Tenaga professional yang sudah berpengalaman dalam mengolah proses rekrutmen tentu akan lebih memahami bagaimana seharusnya kandidat terpilih. Sehingga dapat meminimalisir kesalahan dikemudian hari. Kinerja karyawan menjadi lebih prospektif dan sejalan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Akhir Kata

Untuk menang dari tingginya kompetisi mencari kandidat terbaik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ditambah kompetitor sudah memiliki kinerja SDM yang lebih hebat dibandingkan Anda. Hal ini dapat membuat posisi perusahaan Anda terancam dalam pasar industri.

Tetapi, tidak perlu khawatir, Anda bisa menggunaka jasa recruiter profesional seperti match recruitment untuk membantu Anda. Jangan stress sendiri, dapatkan bantuan headhunter berpengalaman untuk merancang strategi rekrutmen terbaik untuk perusahaan Anda, ayo konsultasi gratis sekarang!


Share This Post!