Home
 » 
Resources » Self Development » Bukan Malas, Penyebab Seseorang Suka Menunda - Nunda Pekerjaan

Bukan Malas, Penyebab Seseorang Suka Menunda - Nunda Pekerjaan

Share This Post!

penyebab menunda pekerjaan

Ada kalanya seseorang suka menunda pekerjaan yang sudah jadi kewajibannya. Memang ada yang karena sifat dasarnya pemalas, tapi tidak selalu begitu juga. Banyak juga hal lain yang jadi penyebab menunda pekerjaan. Mungkin kamu pernah juga mengalaminya, yuk simak beberapa penyebab orang suka menunda pekerjaan berikut ini.

Kelelahan

Rasa lelah bisa dirasakan secara fisik maupun mental. Misalnya kita baru melakukan aktivitas fisik yang berat atau karena terlalu banyak pikiran yang menguras konsentrasi kita. Karena lelah, secara naluri kita butuh istirahat. Meski ada pekerjaan, kita cenderung menunda mengerjakannya. Kalaupun dipaksa mengerjakan, hasilnya tidak akan optimal.

Di kondisi kelelahan seperti ini, satu-satunya jawaban adalah istirahat. Bila kelelahan secara fisik, sediakan waktu untuk tidur sejenak. Bila kelelahan secara pikiran, sediakan waktu untuk menghibur diri melakukan aktivitas yang kamu suka. Setelah istirahat, baru kerjakan tugasmu kembali.

Perfeksionis dan Takut Gagal

Seseorang yang perfeksionis sebenarnya adalah hal yang bagus karena ia selalu menyelesaikan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Tapi ternyata ada juga sisi negatifnya,. Kita mempunyai ekspektasi yang tinggi, jadi kalau hasil kerja belum sempurna menurut standar kita, akan muncul rasa takut gagal dan tidak berani menyerahkannya ke atasan.

Pekerjaan cenderung diulang lagi, meski sudah lewat tenggat waktu sekalipun. Atasan belum tentu melihat kerja keras kita sebagai hal yang positif. Lebih baik menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu supaya tidak dianggap menunda-nunda pekerjaan.

Overthinking

penyebab menunda nunda pekerjaan

Overthinking alias kebanyakan mikir dapat dihubungkan sebagai penyebab menunda pekerjaan karena terhubung juga dengan sisi perfeksionis. Kita terlalu banyak berpikir sampai menunda pekerjaan. Sehebat apa pun ide yang ada di kepala kita, kalau tidak diwujudkan atau dikerjakan, tentu hasilnya pun tidak akan pernah ada.

Membuat rencana yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan tentu saja perlu. Dengan rencana, hasilnya akan jauh lebih baik. Tetapi kebanyakan berpikir hanya akan membuat pekerjaan tak kelar-kelar dan pekerjaan dapat menumpuk.

Sulit Konsentrasi

Orang yang paling jago menyelesaikan suatu pekerjaan sekalipun, ada kalanya mengalami kesulitan berkonsentrasi. Penyebabnya bisa beragam. Mulai dari terlalu lelah, kurang tidur, butuh hiburan, jenuh, lapar, dan masih banyak lagi.

Kalau ini yang kamu alami, coba untuk istirahat dulu sejenak. Jauhkan pekerjaan sebentar. Kamu bisa keluar dari tempat kerja buat makan enak di luar, atau sediakan waktu sebentar untuk melakukan hal yang kamu suka. Kalau rasa jenuh cukup besar, bahkan disarankan untuk mengambil cuti dan liburan sesaat supaya pikiran lebih segar dan bisa lebih mudah berkonsentrasi kembali.

Gemar Multitasking

Kalau kamu terbiasa multitasking itu sebenarnya keren karena kamu mampu menangani beberapa masalah dalam satu waktu sekaligus. Tapi ternyata multitasking bisa bikin kita menunda nunda pekerjaan. Saking banyaknya kerjaan yang kita tangani, bukannya cepat selesai, malah kita tak ada satu pun tugas yang terselesaikan.

Apalagi kalau semua pekerjaan yang sedang dikerjakan itu levelnya cukup sulit, tentu konsentrasi yang terbagi-bagi hanya membuat kita mengerjakannya semakin lama lagi. Lebih baik selesaikan pekerjaan satu-persatu. Bisa dari tugas yang paling sulit ke paling mudah, atau sebaliknya.

Menyepelekan Tugas

menyepelekan tugas nunda pekerjaan

Karena sudah sering mengerjakan pekerjaan yang sama, bisa jadi seseorang akan menyepelekan tugasnya. “Nanti saja dikerjakan karena mudah” pasti pernah kita pikirkan. Kalau pekerjaan sedang tak begitu banyak, mungkin tidak masalah. Namun, bisa saja ada hal-hal yang melenceng dari perkiraan kita. Kerjaan yang biasanya cepat selesai, karena disepelekan, dapat menjadi penyebab terbesar seseorang menunda-nunda pekerjaan tersebut.

Bingung Mulai Dari Mana

Kalau kita dapat kerjaan baru atau tugas yang skalanya lebih besar, terkadang kita bingung harus mulai dari mana. Apalagi kalau yang dikerjakan ternyata banyak. Mana dulu yang harus diselesaikan? Saking banyaknya, kita hanya terjebak dalam kebingungan di kepala dan akhirnya menunda pekerjaan tersebut.

Kalau ini yang sedang kamu alami, sebaiknya catat semua pekerjaan satu-persatu. Lalu urutkan langkah apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Atau bisa juga mulai dari tugas apa yang paling mudah. Selesaikan saja satu-persatu. Ini akan terasa lebih mudah dibandingkan melihatnya sebagai satu pekerjaan yang besar.

Terbiasa Mepet dengan Deadline

Ada orang yang suka mencicil pekerjaan jadi bisa selesai secara bertahap. Tapi ada juga orang yang suka mengerjakan dekat waktu deadline. Saat merasa terdesak, mereka baru termotivasi dan hasil kerjanya terkadang jadi lebih baik. Tetapi, ingatlah kalau pekerjaannya terlalu berat dan rumit, kerja mepet deadline menjadi penyebab kita telat dari deadline yang ditentukan dan terkesan sengaja menunda pekerjaan tersebut dari jauh-jauh hari.

Waktu Fokus Tidak Tepat

suka menunda nunda pekerjaan

Sebutan morning person ditujukan pada orang yang biasa bangun pagi dan beraktivitas dengan baik di pagi hari. Tapi banyak juga orang yang di pagi hari justru sulit berkonsentrasi. Inilah yang bisa menjadi masalah saat kita diserahkan pekerjaan tertentu.

Misalnya orang yang mudah berkonsentrasi di pagi hari malah diberi tugas di sore hari saat sudah lelah. Atau orang yang bisa konsentrasi di malam hari tapi diberi pekerjaan penting di pagi hari dan harus cepat selesai. Karena waktu fokus yang kurang tepat inilah, kita jadi sulit mengerjakan tugas dengan baik. Akhirnya kitamenyelesaikan tugas lewat tenggat waktu dan terlihat suka menunda nunda pekerjaan.

Beban Tugas Terlalu Berat

Setiap orang pada umumnya sudah punya bagian pekerjaan masing-masing yang sesuai dengan kapasitas mereka. Tapi ada kalanya kita diberikan kerjaan yang skalanya lebih besar, jadi terasa terlalu berat beban yang harus ditanggung. Karena tanggung jawab yang lebih besar inilah, kita bisa jadi merasa ragu dan khawatir tidak bisa menyelesaikannya dengan baik.

Ini dapat mengacu ke overthinking dan akhirnya mengacu pada memikirkan rencana terus tanpa mewujudkannya. Kalau ini yang terjadi, coba bagi-bagi pekerjaan mulai dari yang paling ringan sampai ke paling berat. Kalau dikerjakan satu-persatu, akhirnya pekerjaan dapat terasa lebih ringan dan akhirnya bisa selesai tepat waktu.

Mengalami Masalah Besar

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya. Ada tipe orang yang bisa tetap konsentrasi kerja di tengah masalah besarnya, tapi ada juga yang tidak. Orang yang mengalami masalah besar belum tentu bisa bercerita dan membagikan keluh kesahnya ke orang lain. Akibatnya saat kerja pun jadi terpikirkan masalah hidupnya terus dan pekerjaan terbengkalai.

Atasan dan teman di kantor belum tentu tahu dan mengerti masalah yang sedang dihadapi karyawan lainnya. Masalah yang berat sebisa mungkin harus diselesaikan terlebih dahulu. Karena kalau dibiarkan bisa menunda semakin banyak pekerjaan. Akibat yang lebih berat lagi, bisa mengarahkan karyawan tersebut ke gejala kecemasan, mudah panik, hingga depresi.

Tidak Menyukai Tugas Baru

tidak suka tugas baru

Beberapa orang beruntung dapat pekerjaan sesuai dengan minat mereka. Jadi saat mengerjakan pekerjaan pun terasa semangat dan bisa selesai lebih cepat. Tetapi ada kalanya kita mendapat tugas yang kurang kita minati. Tidak mungkin ditolak, tugas tetap harus dikerjakan. Karena tidak suka dengan pekerjaan tersebut, mengakibatkan pekerjaan menjadi lama diselesaikan dan akan terkesan kita sengaja menunda-nunda mengerjakannya karena malas.


Share This Post!