Menerapkan Prinsip Shackleton Menjadi Pemimpin yang Baik

Angelin Lu Prahsia  •  
January 26, 2020
Home » Resources » Self Development » Soft Skill » Menerapkan Prinsip Shackleton Menjadi Pemimpin yang Baik

pemimpin yang baik

Kalau ingin belajar tentang menjadi pemimpin yang baik, tentu kita harus mempelajari dari sosok leader panutan yang ada di dunia ini. Salah satu leader yang paling terkenal di dunia adalah Sir Ernest Shackleton. Ini karena ekspedisi mencengangkan yang dipimpinnya pada masanya, hingga muncul istilah Prinsip Shackleton.

Kala itu, Shackleton bersama krunya dengan awak berjumlah 27 orang terdampar di Antartika ketika kapal mereka yang bernama Endurance, membeku di tengah-tengah es. Setelah berkutat habis-habisan dengan menggunakan cukit, gergaji dan perkakas lainnya, namun tidak berhasil, ekspedisi tersebut akhirnya mengalami kegagalan dan kapal Endurance beserta awaknya harus terdampar selama dua tahun di daratan es.

Namun, bahkan setelah kapalnya mulai rusak, kru kapal juga mengalami kelaparan, harus menghadapi suhu dingin ekstrem, serta terisolasi total, dengan setitik harapan mereka bisa bertahan hidup hingga akhirnya selamat. Keberhasilan Shackleton pada ekspedisi tersebut menjadikannya sorotan, berkat kemampuan leadership-nya yang hebat dalam keadaan paling darurat.

Maka dari itu,Anda mau menjadi pemimpin yang baik seperti Shackleton?, mari simak lebih lanjut bersama match recruitment

Beri Contoh dan Inspirasi dengan Optimisme

Shackleton percaya kepada misinya dan juga timnya. Optimismenya itulah yang menular kepada anggota tim ekspedisinya. Beliau membuat keputusan yang bertujuan untuk menginspirasi krunya. Beliau juga antusias, dan mempunyai visi yang jelas. Bahkan, beliau mengajak krunya untuk bernyanyi, bermain game, dan melakukan aktivitas seru lainnya selama ekspedisi.

Tentukan Tujuan yang Jelas

Semua orang yang bergabung dalam kru ekspedisi Antartika memahami tujuan mereka. Untuk itu pula, mereka telah diseleksi dan dipilih, berdasarkan minat dan ketertarikannya akan tujuan ekspedisi tersebut. Seringnya di dalam sebuah tim, masing-masing anggotanya memiliki tujuan sendiri dan tidak memandang ke arah yang sama. Di sinilah pentingnya peran leader dalam memimpin dan mengarahkan setiap anggota timnya untuk mencapai kesuksesan tim.

Membangun Kesatuan dan Komitmen di dalam Tim

Shackleton menjunjung tinggi kerja keras dan loyalitas di atas segalanya. Namun, beliau juga tidak menginginkannya secara instan. Beliau mengembangkannya secara perlahan-lahan. Prioritas utamanya adalah kesejahteraan tim, dan itu bahkan melebihi misinya sendiri. Beliau sadar bahwa tanpa timnya, mereka tidak akan pernah bisa mencapai tujuannya.

Membuat Perencanaan dan Bersikap Fleksibel

Kru Shackleton meninggalkan Patience Camp dengan tiga sekoci untuk mencari daratan, namun tidak kunjung mereka temukan setelah berhari-hari sekalipun. Selama masa pencarian daratan tersebut, Shackleton mengubah rencana sebanyak empat kali. Penyebabnya sebagian besar karena ada informasi baru yang datang, dan beliau harus mengubah rencana untuk mencapai tujuan mereka. Beliau tidak mau terikat secara emosional dengan rencana yang sudah dibuat, tak peduli seberapa banyak waktu yang sudah dihabiskannya untuk membuat perencanaan tersebut.

Berani Membuat Keputusan Sulit

Shackleton terus membuat keputusan sulit hingga berkali-kali selama ekspedisinya. Shackleton tidak akan dikenal sebagai sosok yang disukai oleh krunya jika beliau tak menjalin hubungan dan loyalitas yang baik dengan mereka. Ketika kapal mereka sampai di Argentina setelah menyeberangi Atlantik, ada juru masak yang mabuk dan melakukan pelanggaran pada suatu malam.

Shackleton memecatnya namun beliau menemukan pekerjaan baru kepada anggota kru yang dipecatnya tersebut, di kapal yang menuju Inggris. Ini karena beliau tahu bahwa anggota kru tersebut tidak cocok berada di dalam timnya. Lalu, Shackleton mempekerjakan juru masak yang baru dan terbukti dia bisa menjadi anggota kru yang sangat handal.

Shackleton sempat disebut sebagai “the greatest leader on earth” oleh tim ekspedisinya. Melihat prinsip Shackleton tadi, jika Anda menerapkannya dengan efektif untuk tim Anda, maka hasilnya pasti akan positif.

match recruitment®
To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram