Home
 » 
Resources » Headhunter Insight » Headhunter » Headhunter VS Outsourcing, Apa Perbedaannya? Simak Di Sini!

Headhunter VS Outsourcing, Apa Perbedaannya? Simak Di Sini!

Share This Post!

Photo by Hunters Race on Unsplash

Headhunter outsourcing sering dikira sebagai perusahaan yang sama, padahal keduanya bergerak di bidang yang berbeda. Sekilas, cara kerja keduanyamemang mirip, sama-sama berburu kandidat sesuai kriteria yang diminta oleh perusahaan klien.

Akan tetapi, penting untuk mengetahui bahwa keduanya berbeda dan memahami apa perbedaannya. Terutama, bagi Anda yang belum mengenali perbedaan di antara keduanya. Dengan begitu, Anda pun bisa memutuskan akan menggunakan jasa rekrutmen yang mana untuk perusahaan.

Sekarang mari kita simak berbagai macam perbedaannya.

Jenis Pekerjaan

perusahaan headhunter
Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Headhunter merupakan layanan konsultasi perusahaan dalam mencari tenaga kerja profesional di tingkatan eksekutif senior yang memiliki keterampilan khusus untuk menjabat posisi tertentu di perusahaan. Jadi tugasnya adalah menemukan kandidat dengan kualifikasi terbaik untuk jabatan tertentu.

Sedangkan, outsourcing menyediakan calon kandidat kepada perusahaan klien untuk pekerjaan dasar yang tak berkaitan dengan posisi manajer, jenjang jabatan, serta tim organisasi di suatu perusahaan. Tugas outsourcing  juga tidak termasuk dalam kegiatan bisnis yang utama di perusahaan tersebut.

Status Karyawan

perusahaan outsourcing
Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Walaupun dari kedua jasa tersebut terlibat dalam proses mencari kandidat, tetapi untuk outsourcing sendiri calon karyawan akan terdaftar sebagai karyawan perusahaan outsourcing yang sudah merekrutnya dan pembayaran gajinya dibayarkan melalui perusahaan outsourcing. Dan akan dipekerjakan ke perusahaan lain yang menjadi klien dari perusahaan outsourcing tersebut.

Sedangkan calon karyawan yang di rekrut melalui perusahaan headhunter sepenuhnya berstatus sebagai karyawan perusahaan klien. Perusahaan headhunter hanya menjalankan rekrutmen sesuai dengan kebutuhan perusahaan klien dan tidak memiliki hubungan kerja dengan kandidat yang direkrut.

Sumber Talent

Pembayaraan headhunter
Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Headhunter dari awal tidak memiliki tenaga kerja. Jadi, klien yang menghubungi headhunter terlebih dahulu, lalumemberikan berbagai kriteria untuk karyawan yang sedang dicari. Setelah itu, headhunter baru akan mencari talenta yang sesuai dengan keinginan klien.

Proses tersebut memang makan waktu serta memerlukan banyak biaya dari klien. Namun, ada kelebihannya yaitu klien dapat meminta karyawan dengan spesifik kriteria sehingga paling sesuai dengan yang diinginkan.

Misalnya, klien menginginkan karyawan laki-laki dengan tinggi badan di atas 170 cm, menguasai Photoshop dan Corel Draw. Serta bisa berbahasa Inggris dan Mandarin. Kemudian tidak alergi makanan laut, dan sebagainya. Sekhusus apapun kriterianya, headhunter bisa mencarikannya.

Masa Kerja Karyawan

cara kerja headhunter outsourcing

Perbedaan berikutnya dari headhunter outsourcing adalah masa kerja karyawannya. Kalau perusahaan headhunter, mereka memberikan karyawan sepenuhnya kepada klien. Jadi, karyawan tersebut seratus persen menjadi kepunyaan klien yang sudah meminang mereka.

Karena headhunter hanya berperan sebagai perantara di antara klien dan karyawan, cuma untuk jangka pendek bahkan singkat. Selain itu, dibuat kontrak kerja antara karyawan dengan klien, dan bukan dengan headhunter.

Sebaliknya, pada perusahaan outsourcing, karyawan seratus persen tetap menjadi kepunyaan pribadi. Jadi, klien dapat meminjam karyawan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu, karyawan tersebut akan kembali pada outsourcing.

Ada kontrak kerja secara permanen tapi di antara outsourcing dan karyawannya saja. Sedangkan, klien hanya menggunakan perjanjian kerja sementara saja, sesuai dengan kesepakatan.

Cara Kerja

cara kerja headhunter outsourcing

Cara kerja atau sistem di headhunter dan outsourcing benar-benar berbeda. Perbedaan cara kerjanya adalah satunya memberi dan satunya lagi meminjamkan.

Headhunter memberikan jasa karyawan sesuai keinginan klien. Kemudian, karyawan tersebut diberikan ke perusahaan klien untuk bekerja secara permanen di sana.

Tidak ada batas waktu untuk karyawan dari headhunter yang akan sepenuhnya menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Headhunter juga lepas tangan untuk urusan kontrak, gaji, dan sebagainya, semuanya diurus oleh klien.

Kebalikan dengan headhunter, semua karyawan yang outsourcing berikan pada klien tetap menjadi milik pribadi mereka. Pihak outsourcing memberikan tenaga kerja sesuai kebutuhan klien tapi bersifat sementara saja.

Jadi, saat batas waktunya habis, talenta yang dipinjamkan akan kembali menjadi karyawan milik outsourcing. Maka dari itu, pihak outsourcing cuma meminjamkan karyawan dan tidak menjual mereka.

Penggunaan karyawan tersebut tergantung pada kebutuhan klien. Apakah klien sedang kekurangan orang atau memerlukan talenta berkualitas untuk mengerjakan proyek dalam jangka panjang. Jadi, harus ada kejelasan tentang pilihan jasa headhunter dan outsourcing.

Status Karyawan

status karyawan headhunter outsourcing

Kedua jasa yaitu headhunter dan outsourcing sama-sama berproses untuk mencari kandidat. Namun, headhunter menyediakan talenta untuk direkrut kemudian berstatus sepenuhnya sebagai karyawan milik perusahaan klien.

Jadi, perusahaan headhunter cuma mengadakan rekrutmen mengikuti kebutuhan klien, sedangkan kandidat yang mereka rekrut tidak terikat hubungan kerja dengan headhunter tersebut.

Sementara, pada sistem outsourcing, kandidat akan terdaftar sebagai karyawan di perusahaan outsourcing. Kemudian gajinya juga dibayar lewat perusahaan outsourcing yang merekrutnya. Lalu karyawan akan dipekerjakan di perusahaan lain yang merupakan klien dari perusahaan outsourcing tempatnya bekerja.

Sistem Pembayaran

sistem pembayaran headhunter outsourcing

Perbedaan head hunter dan outsourcing berikutnya ada pada sistem pembayaran. Headhunter akan menerima bayaran dari klien ketika kandidat sudah mulai bekerja atau telah menanda tangani kontrak di perusahaan klien.

Umumnya, besaran bayaran telah ditetapkan sesuai persentase, dengan kisaran antara 15% sampai 30% dari 13 kali gaji karyawan yang dipekerjakan.

Sedangkan outsourcing menerima penghasilan melalui gaji karyawan tiap bulan yang diperoleh dari perusahaan klien. Lalu, gaji tersebut akan dipotong untuk fee perusahaan outsourcing terlebih dahulu sebelum dibayarkan ke karyawan.

keuntungan dan kekurangan headhunter outsourcing

Keuntungan Perusahaan Headhunter

Perusahaan headhunter pasti mencari kandidat high quality dengan kualifikasi terbaik. Di samping itu, umumnya headhunter mencari kandidat high-level. Mereka juga menghubungi talenta yang dicari sehingga dapat menjangkau kandidat dengan baik.

Headhunter juga bergerak di bidang market khusus, sehingga lebih mudah menemukan kandidat unik sekaligus spesifik, yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kekurangan Perusahaan Headhunter

Perusahaan headhunter mampu merekrut karyawan dari mana saja. Karena headhunter memiliki kemampuan yang sangat baik dalam merekrut kandidat berkualitas. Namun, terkadang headhunter mencari kandidat dari perusahaan lain yang dinilai bagus sehingga terkesan “membajak” karyawan tersebut.

Ada juga headhunter yang tidak melakukan proses rekrutmen tahap demi tahap.Sehingga langsung menyerahkan kandidat yang dianggap high quality kepada perusahaan klien.

Keuntungan Perusahaan Outsourcing

Dapat dilihat beda head hunter dan outsourcing dari segi market kandidat yang dicari. Outsourcing tidak mencari kandidat dengan market yang benar-benar spesifik, melainkan dari berbagai bidang industri. Jadi, kandidatnya lebih beragam.

Selain itu, outsourcing juga melakukan rekrutmen dan biasanya melaksanakan proses awal perekrutan kandidat. Mereka juga membantu kandidat karyawan untuk menemukan posisi pekerjaan terbaik yang sesuai dengan skill yang mereka miliki.

Kelemahan Perusahaan Outsourcing

Perusahaan outsourcing mungkin menemukan kandidat yang tidak sespesifik headhunter. Sebab, outsourcing mencari talenta dari berbagai bidang, sehingga ada banyak sekali pilihan tapi kurang spesifik.

Akhir Kata

Itulah sekilas tentang headhunter dan outsourcing. Kedua perusahaan tersebut berperan penting dalam membantu proses rekrutmen perusahaan. Terkadang, headhunter pun bekerja sama dengan oursourcing untuk mendapatkan kandidat terbaik.

Headhunter melakukan pencarian secara menyeluruh dengan cakupan terbatas sehingga benar-benar mendapat kandidat khusus sesuai kualifikasi. Anda juga bisa mendapatkan kandidat seperti itu dengan mengunakan match recruitment.

Sementara, outsourcing melakukan rekrutmen dengan menemukan kandidat aktif yang sedang mencari pekerjaan. Kemudian, outsourcing melakukan seleksi dan merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat dan kualifikasi.

Penting bagi perusahaan untuk memahami kembali perbedaannya sebelum melakukan kerja sama dengan pihak ketiga tersebut, baik itu headhunter maupun outsourcing. Dengan begitu, kamu dapat menemukan kandidat karyawan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Melalui kerja sama yang baik, headhunter outsourcing keduanya dapat memberikan bantuan secara optimal untuk rekrutmen karyawan. 

Sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan dari headhunter dan outsourcing, tetapi memangnya kenapa kamu membutuhkan jasa headhunter?


Share This Post!