Kekurangan dan Kelebihan Generasi Milenial dalam Perusahaan

Angelin Lu Prahsia  •  
April 26, 2022
Home » Resources » Market Insights » Millenials » Kekurangan dan Kelebihan Generasi Milenial dalam Perusahaan

kekurangan dan kelebihan generasi milenial

Seseorang  dapat dianggap sebagai bagian dari generasi milenial, jika saat ini mereka berada di usia 25 hingga 40 tahun. Kelebihan pada usia produktif ini sebagian milenial sudah mengembangkan usahanya sendiri di berbagai sektor, seperti fesyen dan juga start up. Namun, ada juga yang memilih untuk masuk ke dalam perusahaan dengan prospek yang bagus. Dimana generasi milenial ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat perusahaan pertimbangkan. Pertanyaannya adalah apakah generasi milenial menjadi pilihan yang tepat untuk menduduki jabatan penting tertentu di perusahaan?

Jawabannya tergantung dari kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh golongan usia ini. Kekurangan dan kelebihan generasi milenial dapat menjadi pertimbangan yang bagus dan menarik sebagai dasar pengambilan keputusan, terutama keputusan yang melibatkan perputaran bisnis perusahaan. Nyatanya manfaat generasi milenial juga tidak sedikit dan masih banyak potensi mereka yang masih dapat digali lagi. Misalnya saja, lebih berani mengambil resiko dan penuh inovasi yang menggebrak pasar.

Siapakah yang Termasuk Generasi Milenial?

kelebihan milenial

Generasi milenial adalah mereka yang saat ini berusia antara 25 hingga 40 tahun, yang berarti lahir sekitar tahun 1987 hingga 1994. Usia ini dianggap sebagai masa produktif yang menguntungkan untuk membangun karir. Itulah sebabnya generasi milenial sekarang banyak yang telah suskes mengembangkan bisnisnya sendiri di berbagai sektor menjanjikan.

Di sisi lain, ada juga yang lebih tertarik bergabung dengan perusahaan besar sebagai karyawan milenial. Menariknya, tidak semua perusahaan menyukai generasi ini karena ada sejumlah titik lemah yang dikhawatirkan membawa kerugian bagi perusahaan. Bahkan membandingkannya dengan generasi Z yang dianggap lebih inovatif dan mudah beradaptasi.

Namun, tentu saja bukan hanya kelemahan yang dimiliki generasi ini. Ada beragam keunggulan generasi milenial yang tidak dapat disepelekan, misalnya keberanian keluar dari zona nyaman, penuh inovasi dan melek teknologi. Kelebihan ini dapat menjadi poin plus yang bisa dimanfaatkan untuk membawa perusahaan supaya lebih berkembang.

Keuntungan Merekrut Generasi Milenial

keuntungan gen Milennials

 

Generasi milenial dapat disebut sebagai kaum muda yang siap menghadapi segala tantangan zaman yang terus berubah. Sejumlah perusahaan yang digerakkan oleh generasi muda tidak ragu untuk merekrut karyawan milenal, karena jika dibandingkan dengan generasi Z yang menang pengalaman. Karyawan milenial justru lebih unggul dalam beberapa aspek, seperti:

Melek Teknologi

Bukan rahasia lagi bila generasi milenial memiliki ketertarikan besar pada perkembangan teknologi. Ketertarikan inilah yang mendorong mereka untuk mau belajar menggunakan teknologi tersebut. Sehingga mereka tidak mengalami ketertinggalan teknologi yang kerap menjadi penyakit generasi yang lebih senior.

Karyawan milenial membawa sejumlah keuntungan bagi perusahaan, yakni mampu menggunakan peralatan yang terkoneksi dengan internet sehingga segala sesuatu dapat dijalankan secara otomatis dan lebih cepat. Otomatisasi tersebut menjadikan kinerja lebih efektif dan efisien yang merupakan sebuah perubahan ke arah yang positif bagi perusahaan.

Rasa Ingin Tahu Tinggi

Milenial yang suka bergumul dengan teknologi, tanpa disadari juga mengembangkan keingintahuannya. Rasa ingin tahu yang tinggi ini membuat mereka mau belajar hal-hal baru dan cenderung berani menghadapi tantangan atau masalah demi memuaskan rasa ingin tahunya.

Keingintahuan yang tinggi juga berkontribusi dalam pengembangan diri yang lebih tinggi karena milenial tidak segan untuk mencari informasi yang tidak mereka pahami. Dengan begini, wawasan mereka akan lebih luas dan tentunya menguntungkan perusahan karena banyaknya informasi yang dimiliki.

Suka Bekerja dalam Tim

Generasi milenial mungkin dianggap terlalu sering menongkrong dengan kawan-kawannya. Alih-alih melihatnya dari sudut pandang negatif, kecenderungan berkumpul dengan teman sebayanya ini menciptakan budaya baru yaitu suka bekerja sama dalam tim. Meskipun terlihat biasa saja, nyatanya kemampuan bekerja dalam tim memberikan tantangan tersendiri.

Ketika bekerja dalam satu kelompok, seseorang harus mampu mengendalikan emosi dan juga ego demikeberhasilan bersama. Mereka juga harus memiliki Kerjasama tim yang bagus dan solid tanpa merasa terkalahkan dengan kehadiran anggota yang lain. Menyamakan ide, visi dan misi dari beberapa kepala juga bukan hal yang sulit buat karyawan milenial.

Perspektif Baru

Kaum milenial yang suka akan hal-hal baru, tanpa disadari juga cenderung memberikan perspektif baru yang mungkin tidak terpikirkan oleh generasi sebelumnya. Sudut pandang yang berbeda bukan berarti mendobrak kebiasan yang telah ada, namun menghadirkan suasana segar dan mengikuti perubahan zaman.

Perspektif baru juga membantu perusahaan supaya dapat berkembang dengan lebih baik dari waktu ke waktu. Dengan kemampuan menciptakan ide baru yang cemerlang dan efisien, perusahaan tidak akan monoton karena selalu ada inovasi baru yang tidak membosankan.

Hemat Biaya

Meskipun lebih kreatif dan berani berekplorasi, harus diakui bahwa karyawan milenial yang baru saja merintis karir, kurang memiliki pengalaman dan pengetahuan professional yang membuatnya kurang hati-hati  dalam membaca situasi. Level pengalaman yang belum seberapa ini pada akhirnya akan memengaruhi besaran upah yang diterima.

Dari sudut pandang perusahaan, merekrut karyawan milenial dapat menghemat biaya. Karena mereka masih belum layak mendapatkan gaji yang besar bila masih berada di entry level. Dan perurasahaan tidak perlu membayar mahal untuk kinerja yang ditunjukkan jika dibandingkan dengan karyawan senior yang lebih berpengalaman.

Kekurangan Merekrut Generasi Milenial

kekurangan gen milennials

Terlepas dari segala kelebihan yang membuat mereka unik dan bersemangat, generasi milenial juga memiliki sejumlah kekurangan yang membuat perusahaan harus berpikir ulang untuk merekrutnya. Kekurangan tersebut adalah:

Labil dan Tidak Sabaran

Kekurangan pertama dari generasi milenial adalah labil dan tidak sabaran. Mengingat kondisi emosi generasi ini termasuk masih fluktuatif. Mereka cenderung enggan menjalani proses yang ribet dan memakan waktu, terutama jika menurut mereka ada metode yang lebih cepat dan praktis.

Oleh sebab itu, tidak jarang bila generasi ini disebut sebagai generasi kutu loncat. Karena terdapat banyak karyawan milenial yang tidak sabar membangun tangga karir mereka di satu perusahaan, dan lebih memilih untuk berganti-ganti perusahaan dan jalur karir mereka. Hal ini dapat merugikan perusahaan, karena dengan tingginya angka turnover, perusahaan telah kehilangan waktu, sumber daya dan tenaga.

Kecanduan Internet

Internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari generasi milenial. Meskipun salah satu kelebihan generasi milenial adalah melek teknologi, namun jika sampai pada level kecanduan, tentu hasilnya tidak akan baik. Sering terlihat banyak sekali generasi milenial yang terlalu bergantung pada internet yang serba instan. Sehingga kurang pandai mengerjakan sesuatu secara bertahap dan manual dan mudah terdistraksi dengan konten digital yang ada di sosial media.

Suka Bermain dan Bereksplorasi

Keingintahuan yang tinggi membuat generasi milenial suka bereksplorasi. Meskipun memang dapat belajar dari proses tersebut, ada kalanya perusahaan membutuhkan kepatuhan karyawan pada metode atau aturan yang sudah ada sebelumnya. bukan dengan cara uji coba. Jika tidak berhati-hati, kecenderungan bereksplorasi tersebut membawa kerugian untuk perusahaan dan menurunkan tingkat produktifitas.

Kurang Pengalaman

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kaum milenial memang menang dalam pengenalan kemajuan teknologi. Namun, karena belum banyak mengecap asam garam kehidupan dan naik turunnya perusahaan, mereka memiliki pengalaman yang kurang. Dengan pengalaman yang minim, akan sulit untuk menempatkan milenial di posisi atas atau pemimpin yang bijak dan butuh banyak perhitungan.

Generasi milenial memiliki kelebihan dan kekurangan yang menjadikannya berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Apabila perusahaan mampu mengelola karakteristik tersebut dengan baik, generasi milenial dapat menjadi ujung tombak yang siap meluncur cepat mencapai keberhasilan perusahaan.

Akhir Kata

Bagaimana? setelah menimbang-nimbang akan kelebihan dan kekurangan merekrut generasi milenial, apakah kamu tertarik untuk menambahkan calon karyawan baru untuk membawa perubahan dalam perusahaan kamu? Tidak perlu khawatir akan kesulitan dan kerumitan mencari karyawan yang cocok dengan perusahaan kamu, kami siap membantu.

match recruitment®
To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram