Home
 » 
Resources » Recruitment 101 » Apa Itu Tes Psikotes Kerja? Ini Definisi dan Fungsinya

Apa Itu Tes Psikotes Kerja? Ini Definisi dan Fungsinya

Share This Post!

Seberapa Pentingkah Psikotest dalam Perekrutan?

Bagi para pelamar kerja, psikotes merupakan sebuah alur yang harus dilalui terlebih dahulu. Sebagian orang mungkin menganggap tahapan ini dengan kesan yang menakutkan. Memahami apa itu tes psikotes sangat penting, supaya mendapatkan gambaran tentang pengertian, fungsi, beserta manfaatnya.

Pertanyaan yang diajukan dalam psikotes kerja, umumnya sulit untuk ditebak. Begitu pun dengan jawabannya yang tidak mempunyai ketetapan secara ilmiah, sehingga kerap berbeda-beda tiap orang. Berikut pembahasan terkait apa itu tes psikotes dan fungsi-fungsinya sebagai tambahan wawasan:

Apa Itu Psikotes Kerja?

Sebelum membahas lebih jauh tentang psikotes, ada baiknya memahami apa arti psikotes terlebih dahulu. Tes psikotes kerja adalah salah satu alur dari rekrutmen kerja, yang bertujuan memperoleh gambaran sisi psikologis pelamar. Agenda ini dilakukan oleh recruiter, dengan bantuan lembaga psikologi.

Sementara lembaga psikologi, akan bertindak untuk menyusun soal beserta penilaian jawaban dari para pelamar. Melalui jawaban tersebut, recruiter mampu menganalisis pola perilaku khususnya dari sisi psikis. Sebab, tujuan tes psikotes salah satunya untuk mengetahui performa pelamar di lingkungan kerja.

Tes psikotes untuk mendapatkan pekerjaan terdiri dari beberapa macam. Masing-masing mempunyai tingkat kesulitan sendiri, sehingga sangat penting untuk dipahami oleh para pelamar kerja. Berikut jenis soal psikotes yang sering digunakan saat rekrutmen:

  • Tes Logika Aritmatika. Berfungsi untuk menganalisa kemampuan dalam memahami deret angka.
  • Analogi Verbal. Mengukur kemampuan logika dalam melihat sebab dan akibat.
  • Tes Pauli. Mengukur konsistensi, kemampuan penyesuaian diri, dan ketahanan.
  • Army Alpha Intelegence Test. Berfungsi mengukur kemampuan daya tangkap.
  • Logika Penalaran. Mengukur kemampuan memahami pola dalam bentuk gambar.
  • Tes Gambar Pohon. Berupa tugas menggambar pohon dengan kriteria tertentu.

Mengetahui apa arti tes psikotes atau tes psikologi akan memberikan gambaran saat melamar kerja. Pelamar kerja perlu menyiapkan diri dengan belajar dan istirahat yang cukup sebelum mengikuti seleksi tersebut. Karena psikotes terdiri dari beberapa bagian soal, maka untuk mengerjakannya dibutuhkan konsentrasi.

Apa Saja Manfaat Psikotes dan Tujuan Psikotes?

manfaat tes psikotes

Setelah mengetahui apa itu tes psikotes pada penjelasan sebelumnya, setidaknya pembaca sudah mendapatkan sedikit gambaran. Jenis tes ini akan dilaksanakan, setelah pelamar lolos interview atau tahapan seleksi kerja lainnya. Adapun manfaat psikotes kerja dijelaskan pada daftar berikut ini:

1. Sebagai Tolak Ukur Kecerdasan

Psikotes yang diberikan kepada para pelamar kerja bertujuan untuk mengukur tingkat kecerdasan EQ dan IQ. Sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh recruiter, seorang kandidat nantinya diharapkan menjadi karyawan dengan kecerdasaan yang seimbang antara emosi dan intelegensi.

Tingkat kecerdasan EQ dibutuhkan agar karyawan mampu melakukan negosiasi, diplomasi, delegasi pekerjaan, serta berani mengambil keputusan. Sementara IQ dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi selama menjadi karyawan. EQ dan IQ akan membangun performa kandidat di tempat kerja.

2. Mengenali Perilaku dan Kepribadian

Manfaat diselenggarakannya psikotes yaitu untuk mendapatkan gambaran terkait perilaku dan kepribadian kandidat. Tentunya, hal ini tidak bisa dilakukan dengan standar penilaian secara ilmiah. Untuk itulah, diperlukan adanya psikotes untuk mengetahui sedikit kepribadiannya.

Di samping itu, penilaian yang dilakukan melalui interview juga kurang begitu objektif. Sebab, mungkin saja seorang kandidat berusaha memberikan jawaban sebaik mungkin agar lolos rekrutmen. Melalui psikotes, maka gambaran pola perilaku dapat diketahui dengan jelas.

3. Mengetahui Sifat Kejiwaan

Seperti diketahui, memahami kejiwaan seseorang tidak dapat dilakukan hanya dengan bertatap muka saja. Salah satu caranya bisa dilakukan melalui psikotes yang mempunyai manfaat untuk mengetahui sifat dari pelamar kerja. Kondisi kejiwaan merupakan aspek yang akan berpengaruh pada kinerja karyawan.

Pihak recruiter sendiri tentu akan menghindari seseorang dengan sifat tertentu demi mendapatkan karyawan yang kompeten dan bisa dipercaya dalam mengemban kewajiban. Di samping itu, kecocokan sisi kejiwaan karyawan juga akan mempengaruhi kualitas individu ketika beradaptasi di lingkungan kerja.

4. Memprediksi Performa Seorang Kandidat Ketika Bekerja

Jawaban psikotes akan menggambarkan bagaimana kondisi seseorang ketika berada dalam tekanan, apakah mampu bekerja dengan baik atau sebaliknya. Itulah sebabnya, psikotes bermanfaat untuk memprediksikan performa individu. Hasil psikotes akan menjadi bahan pertimbangan recruiter dalam melihat performa pelamar.

5. Mengetahui Psikodinamika Kandidat

Penelitian yang berporos dan bukan hanya mencakup kepribadian seseorang disebut dengan psikodinamika. Psikotes salah satunya bermanfaat untuk memahami psikodinamika para pelamar. Dalam hal ini, informasi yang ingin digali berupa perasaan dan emosi saat menemukan tantangan.

Sebagian orang mungkin merasa cemas ketika dihadapkan dengan psikotes, namun dengan memahami apa itu tes psikotes diharapkan memperoleh pemahaman dasar. Selain itu, latihan mengerjakan psikotes dalam waktu tertentu juga akan membantu menambah persiapan lebih matang.

Apa Fungsi Psikotes Kerja?

Jika menilai karyawan hanya berpedoman dengan apa yang ditampilkan, kemungkinan hasilnya akan bersifat subjektif. Pada dasarnya, psikotes kerja berfungsi sebagai sarana untuk mengetahui sifat dan kepribadian dengan objektif. Berikut penjelasan tentang fungsi tes psikotes yang patut diketahui:

1. Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Mengukur soft skill tidak bisa dilakukan melalui soal-soal ilmiah, sehingga diperlukan psikotes. Di sisi lain soft skill sangat dibutuhkan, terutama bagi orang-orang yang akan menempati posisi manajer atau pimpinan. Sebab, hal ini berkaitan dengan bagaimana individu dapat mengatasi persoalan kerja yang muncul.

Bentuk soft skill ini akan sering diperhatikan oleh pihak recruiter, sebab kandidat yang dicari tidak hanya seseorang yang hanya tahu cara mengerjakan tugas. Semakin besar nilai atau soft skill yang dimiliki pelamar, maka akan membentuk pribadi bernilai jual tinggi untuk perusahaan.

2. Kecerdasan Emosional

Sebelum psikotes diberlakukan, masih banyak perusahaan atau recruiter yang menggunakan sistem seleksi melalui nilai transkrip dan sejenisnya. Namun, penilaian tersebut tentu tidak mampu menggambarkan kecerdasaan emosional. Di samping itu, recruiter juga tidak mengetahui bagaimana kinerja para pelamar.

Melalui seleksi ini, fungsi psikotes kerja yaitu untuk mengetahui seberapa baik individu mampu mengelola emosi yang dimiliki. Rekruter juga dapat memprediksi apakah pelamar mampu bekerja sama dengan tim atau tidak. Dengan demikian, seleksi pekerjaan mendapatkan karyawan yang sesuai kriteria.

3. Kreativitas

Tujuan rekrutmen yang dilakukan perusahaan adalah mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kriteria. Salah satu aspek yang diperhatikan yaitu sisi kreativitas, bukan hanya karyawan yang penurut seperti robot. Itulah sebabnya, dalam psikotes kerap kali ditemukan soal menggambar.

Untuk mengetahui kreativitas seseorang, maka pelamar kerja akan diminta untuk menggambar sesuatu yang membutuhkan kreativitas. Hal ini sesuai dengan fungsi psikotes sebagai sarana untuk melihat seberapa besar ide kreatif yang dimiliki. Terutama saat menemukan beberapa permasalahan di lingkungan kerja.

4. Kekuatan dan Ketahanan Mental

Di lingkungan pekerjaan, ketahanan mental merupakan hal yang patut dimiliki oleh karyawan. Sebab, masalah dan tantangan merupakan hal yang akan sering dihadapi ketika bekerja. Entah masalah yang ditimbulkan oleh tindakan sendiri maupun sesama rekan kerja.

Itulah alasannya dilakukan psikotes saat tahap rekrutmen yang berfungsi untuk mengetahui kekuatan mental individu. Rekruter akan lebih mudah dalam menilai kemampuan pelamar ketika dihadapkan pada tantangan. Dengan demikian, karyawan yang diterima benar-benar seperti apa yang diharapkan perusahaan.

Itulah penjelasan tentang apa itu tes psikotes dan fungsinya. Mempersiapkan fisik dan mental merupakan salah satu bentuk persiapan yang bisa dilakukan sebelum menghadapi psikotes. Selain pembahasan tersebut, ada banyak topik tentang rekrutmen yang dapat digali lebih jauh di sini.

Author


Share This Post!