Home
 » 
Resources » Recruitment 101 » Masalah HRD yang Sering Dihadapi dalam Perusahaan

Masalah HRD yang Sering Dihadapi dalam Perusahaan

Share This Post!

Masalah umum tim HR

Setiap perusahaan pasti memiliki permasalahan tersendiri di tiap divisi, terutama HRD atau human resource department. Tim HRD yang bertanggung jawab untuk manajemen karyawan hingga perekrutan juga mengalami kendala yang cukup menantang.

Khusunya, bagi bisnis kecil yang biasanya belum memiliki sistem manajemen yang tertata rapi. Jadi, terkadang divisinya pun masih belum lengkap. Anda pun masih memiliki satu atau dua orang staf HRD saja, yang bertugas menyelesaikan berbagai pekerjaan mereka.

Namun, terlepas dari skala bisnisnya baik kecil maupun besar, semua pemilik perusahaan harus mengenal perusahaannya. Ini akan membantu mereka mengatasi masalah serta tantangan yang biasa dihadapi.

Apa Tugas dan Tanggung Jawab HRD?

HRD memiliki tugas dan tanggung jawab yang tinggi terhadap karyawan di perusahaan. Mereka bekerja dengan karyawan perusahaan dan membantu mereka dengan tugas apa pun yang mungkin mereka miliki. Mereka juga perlu memastikan bahwa karyawan cocok dengan tim dan melakukan pekerjaan mereka dengan benar. Jika ada sesuatu yang salah, mereka harus melalui proses pencarian solusi.

Salah satu tugas mereka adalah juga melacak penggajian dan gaji karyawan. Mereka juga perlu memantau kinerja karyawan. Memang mudah terjebak dalam tugas sehari-hari, tetapi penting untuk diingat bahwa orang-orang adalah yang paling penting.

Apa Saja Masalah HRD yang Biasa Dihadapi?

Masalah HRD yang Biasa Dihadapi

Banyaknya tanggung jawab yang dimilik HRD dapat membuat masalah yang cukup bervariasi. Berikut ini adalah masalah yang paling umum dihadapi oleh banyak HRD:

1. Konflik Antara Atasan dan Bawahan

Konflik antara atasan dan bawahan adalah salah satu masalah HRD umum yang sering ditemui. Dalam kebanyakan kasus, konflik disebabkan oleh perbedaan pendapat atau kesalahpahaman. Namun, jika tidak diselesaikan dengan baik, hal itu dapat menyebabkan gangguan dalam komunikasi dan produktivitas.

Tidak bisa dipungkiri, terkadang hal inilah yang menjadi penyebab banyak karyawan khususnya bawahan, tidak betah di perusahaan. Oleh karena itu, masalah HRD yang paling umum terjadi ini harus segera diatasi.

Solusinya adalah tim HRD memediasi situasi dan membantu pihak-pihak yang bertikai untuk memilih antara masalah pribadi dan pekerjaan. Tujuannya adalah membantu mereka mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi masalah.

2. Konflik Antar Karyawan

Masalah komunikasi dapat muncul tidak hanya antara atasan dan bawahan, tetapi juga antar karyawan di tempat kerja. Ini menjadi masalah HRD yang umum karena biasanya rekan kerja jadi tidak bekerja dengan baik atau merasa terhina. Masalah ini tentu dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak menyenangkan dan membingungkan karyawan lain.
 
Oleh karena itu, masalah umum HRD ini harus segera diatasi agar tidak berlarut-larut. Solusinya adalah melakukan mediasi untuk mengatasi salah satu masalah umum HRD ini. Melalui mediasi ini dapat dicapai kesepakatan untuk mencapai win-win solution.

3. Penggajian Karyawan

Staf HRD bertanggung jawab untuk menghitung gaji karyawan di perusahaan. Ini menjadi masalah umum HRD yang cukup kompleks, karena ada banyak komponen yang harus dimasukkan dalam perhitungan gaji.

Masalah HRD ini juga memiliki risiko human error yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Jika gaji terlambat ditransfer, karyawan akan protes dan segera memberikan keluhan.

Cara mengatasi masalah ini bisa dengan menggunakan aplikasi payroll atau penggajian untuk membuat pengelolaan gaji lebih praktis dan sederhana, sehingga dapat meminimalisir kesalahan perhitungan.

4. Retensi dan Turnover Karyawan

Selain mencari karyawan dan menempatkan mereka sesuai peran yang dibutuhkan perusahaan, HRD juga bertanggung jawab atas retensi karyawan. Mereka harus bisa mempertahankan karyawan agar betah, loyal, dan tidak gampang tergoda untuk berhenti (resign) dan berpindah ke perusahaan lain.

Tingkat retensi karyawan yang rendah mengakibatkan pergantian karyawan yang tinggi. Turnover karyawan yang tinggi sangat mahal dan mengganggu perusahaan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya pengetahuan institusional, penurunan moral, dan penurunan produktivitas. SDM perlu menemukan cara untuk meningkatkan retensi karyawan guna mengurangi perputaran karyawan dan efek negatifnya terhadap perusahaan.

Karena itulah, HR harus sangat memahami kebutuhan karyawan. Kompensasi, seperti gaji, tunjangan, dan bonus, sering menjadi solusi meningkatkan retensi. Selain itu, ada alasan lain yang membuat karyawan bertahan, seperti lingkungan kerja yang nyaman, budaya perusahaan yang sesuai, reputasi perusahaan (employer brand) dan keuntungan non-finansial seperti masa depan karier, jam kerja pendek, cuti lebih banyak, dan lainnya.

5. Pengembangan Skill Karyawan

Tidak jarang pimpinan perusahaan mengeluhkan karyawannya tidak menjalankan tugasnya, padahal HRD telah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan karyawan. Ini berarti program tersebut sedikit atau bahkan tidak berdampak pada kontribusi karyawan.
 
Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan investasi bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan efektifitas karyawan dalam pekerjaannya. Oleh karena itu, departemen HRD harus memiliki strategi pengembangan karyawan yang tepat sehingga tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga menyelaraskan dan mendukung pengembangan diri dan karier karyawan.

6. Motivasi dan Produktivitas Karyawan

Masalah yang dihadapi HRD berikutnya berkaitan dengan motivasi kerja karyawan yang menurun dan berdampak pada produktivitas. Hal ini pasti pernah dialami semua perusahaan selama mereka mempekerjakan orang yang berpikir dan memiliki perasaaan, bukan robot dan mesin.
 
Tim HR tidak hanya memantau dan mengevaluasi kinerja dan tingkat produktivitas, tetapi juga penting untuk menurunkan motivasi karyawan. Divisi HRD perlu memiliki cara-cara kreatif untuk lebih memotivasi karyawan, meningkatkan moral, dan membuat mereka tetap terlibat dalam pekerjaan dan tim mereka.
 
Selain itu, solusi mengatasinya adalah HRD harus mengidentifikasi penyebab hilangnya produktivitas. Misalnya burnout, kebosanan karyawan karena kurangnya tantangan baru, konflik interpersonal, masalah keluarga, dan sebagainya. HRD dapat memberikan solusi yang tepat agar masalah tidak berlarut-larut.

7. Rekrutmen Karyawan

Masalah HRD yang selanjutnya adalah merekrut karyawan baru. Menemukan karyawan dengan keterampilan dan pengalaman tidaklah sulit, tetapi menemukan karyawan terbaik yang juga tepat untuk perusahaan Anda tidaklah mudah. Banyak departemen HR yang telah menginvestasikan waktu dan uang hanya untuk menemukan kandidat dengan profil yang mengesankan sesuai dengan job description, tetapi pada akhirnya karyawan baru bertahan kurang dari tiga bulan.
 
Ini adalah masalah umum bagi HRD jika ada karyawan baru yang resign dalam beberapa bulan pertama bergabung. Selain proses orientasi karyawan yang kacau, faktor umum seperti kurangnya keselarasan antara karyawan dan gaya kerja, nilai, dan budaya organisasi mereka sering menjadi alasan karyawan baru untuk resign.
 
Perekrutan bukan hanya tentang menemukan talenta terbaik, tetapi juga tentang mempertahankan mereka. Kehilangan karyawan baru tidak hanya menyebabkan proses dimulai dari awal lagi, tetapi juga meningkatkan biaya perekrutan.

Jika Anda juga pusing dengan masalah rekrutmen seperti di atas, Anda dapat menggunakan jasa perekrut seperti headhunter. Salah satu jasa headhunter terpercaya dan berpengalaman yang ada di Indonesia adalah match recruitment. Coba konsultasi gratis sekarang!


Share This Post!