Home
 » 
Resources » Recruitment 101 » Talent Acquisition Vs Talent Management: Mana Lebih Penting?

Talent Acquisition Vs Talent Management: Mana Lebih Penting?

Share This Post!

talent acquisition talent management
Photo by Mikhail Nilov from Pexels

Dalam merekrut dan menangani karyawan perusahaan ada istilah talent acquisition dan talent management. Keduanya harus ada agar bisa merekrut karyawan yang tepat dan lebih penting lagi, serta bisa bertahan lama di perusahaan. Lalu mana yang lebih penting di antara keduanya?

Simak dulu pengertian keduanya berikut ini.

Apa yang Dimaksud Talent Management?

Talent management merupakan proses membangun hubungan dengan para karyawan dan membangun pengembangan karir karyawan secara profesional. Prosesnya termasuk memberikan pengembangan peluang jenjang karir di perusahaan atau kesempatan mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Memonitor performa karyawan, memantau proses karyawan dan mengembangkan bakat serta kemampuan karyawan juga termasuk ke dalamnya.

Tugas tim talent management pada umumnya adalah:

  • Menjadi mentor untuk karyawan baru.
  • Mengawal karyawan untuk meningkatkan potensinya.
  • Membuat program untuk mengembangkan potensi karyawan, bisa berupa training, kursus, dan lain sebagainya.
  • Membangun rencana perekrutan untuk ke depannya agar bisa merekrut karyawan yang memiliki kemampuan beragam, sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan.
  • Memberi penghargaan dan mempromosikan jabatan bagi karyawan yang sukses mencapai tujuan perusahaan.

Talent management merupakan proses yang dilakukan setelah perekrutan karyawan. Kalau sudah berhasil merekrut karyawan yang tepat tapi tidak dilanjutkan dengan pengembangan potensi mereka, maka belum tentu karyawan bisa memberikan performa yang terbaik. Tidak semua orang bisa langsung berkembang dengan sendirinya di tempat kerja. Dukungan perusahaan akan memberikan hasil yang lebih baik bagi individu maupun perusahaan.

Apa Itu Talent Acquisition?

Talent acquisition adalah proses menarik, merekrut dan memberikan pengalaman onboarding kepada calon karyawan yang kualifikasinya tepat untuk posisi yang dicari. Di dalam prosesnya, termasuk mempromosikan posisi yang sedang dibuka, membuat brand image perusahaan untuk menarik perhatian pelamar, menciptakan serta menjaga budaya kerja yang sehat dan inovatif.

Tugas tim talent acquisition pada umumnya adalah:

  • Membangun brand image perusahaan yang kuat dan membangun kepercayaan publik pada perusahaan.
  • Membangun dan menata proses perekrutan yang sistematis agar lebih efisien.
  • Menjalin hubungan antara perusahaan dengan organisasi lain, misalnya jaringan pencari kerja dan manajemen karyawan.
  • Membuat iklan open recruitment, menyaring kandidat dan melakukan wawancara terhadap para pelamar yang terpilih.

Singkatnya, talent acquisition adalah proses awal yang dilakukan sebelum talent management. Ini adalah proses menyaring kandidat agar perusahaan bisa mendapatkan karyawan dengan kemampuan dan potensi tepat sesuai posisi yang dibuka. Diharapkan karyawan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan perusahaan dan secara individu juga berkembang. Jangan sampai kebalik ya.

Talent Acquisition Vs Talent Management

Lalu apa perbedaan talent acquisition dan talent management? Apa yang membedakan keduanya? Keduanya memang berfokus pada karyawan. Tetapi tugas dan tujuannya berbeda. Ini dia beberapa kunci utama yang membedakan kedua proses tersebut:

Tujuan Umum

talent acquisition talent management
Photo by fauxels from Pexels

Perbedaan mendasar antara talent acquisition dengan talent management adalah tujuannya. Talent acquisition fokus untuk menemukan karyawan yang sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Sedangkan talent management berfokus membantu karyawan meningkatkan kemampuan dan potensi mereka.

Para profesional di bidang talent acquisition berfokus pada promosi dan merancang proses wawancara yang efisien untuk menemukan kandidat terbaik yang paling potensial. Sedangkan profesional di bidang talent management tugasnya adalah membuat program pengembangan karyawan agar bisa bertumbuh lebih baik secara internal dan berinovasi dalam perusahaan.

Kedua prosesnya sama-sama bergantung pada kemampuan karyawan dan komitmen untuk merekrut kandidat yang terbaik. Untuk menarik kandidat yang tepat, perusahaan harus membuat brand imageemployer branding yang tepat terlebih dahulu. Ini adalah langkah awal. Selanjutnya, langkah-langkah berikutnya harus dijaga menggunakan talent management.

Keterlibatan Eksekutif

keterlibatan eksekutif
Photo by fauxels from Pexels

Perbedaan selanjutnya adalah dari keterlibatan eksekutif perusahaan. Talent acquisition lebih banyak diurus oleh departemen Human Resources, tetapi eksekutif dari departemen lain mungkin saja ikut andil agar prosesnya lebih efektif. Sedangkan talent management juga merupakan tugas tim HR. Tetapi, eksekutif dari departemen lainnya ikut serta untuk menciptakan suasana kerja yang lebih baik dan kesuksesan perusahaan lebih mudah dicapai.

Para eksekutif di luar tim HR sering kali lebih memahami karyawan yang bekerja untuk mereka dan bagaimana karyawan ini menambah nilai di dalam tim. Jadi para eksekutif lebih paham kelebihan dan potensi tiap karyawan. Para eksekutif biasanya tidak berada di garis depan saat perekrutan, tapi mereka lebih banyak membantu untuk proses pengembangan karyawan.

Kepentingan Operasional

kepentingan operasional

Baik talent acquisition dan talent management sama-sama krusial dalam operasional perusahaan. Proses talent acquisition krusial untuk memastikan perusahaan merekrut orang yang tepat dan menyesuaikan kemampuan kandidat dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Proses ini sangat membantu proses perekrutan jadi lebih efisien, turnover bisa dikurangi dan dihindari, serta menghemat uang perusahaan untuk promosi lowongan pekerjaan dan perekrutan.

Talent acquisition juga membantu membuat jalur perekrutan di masa depan. Jika ada kandidat yang potensial tetapi di proses perekrutan sebelumnya belum berhasil, maka mereka bisa dihubungi kembali di masa depan jika posisi yang tepat dibuka.

Sedangkan talent management sangat menguntungkan perusahaan karena bisa membangun hubungan dengan karyawan dalam jangka panjang. Proses ini juga mampu memaksimalkan potensi dan bakat karyawan agar berguna bagi perkembangan perusahaan. Proses ini membantu karyawan mengembangkan kemampuan profesional mereka lewat pendidikan, pengalaman dan pelatihan skill.

Karyawan yang lebih berpengalaman dan lebih berpendidikan pada umumnya mampu memberikan nilai yang lebih pada perusahaan. Jadi jika perusahaan membantu karyawan mengembangkan diri mereka, karyawan akan lebih loyal, sehingga tingkat turnover pun bisa berkurang dan menghemat biaya perekrutan.

Anggaran Proses

anggaran proses
Photo by RODNAE Productions from Pexels

Biasanya perusahaan mengalokasikan anggaran yang berbeda untuk talent acquisition dan talent management. Besarannya tergantung dari kebutuhan saat ini dan tujuan karyawan. Misalnya, perusahaan sedang ingin merekrut besar-besaran untuk mengembangkan bisnis. Maka perusahaan tersebut akan memberi anggaran lebih besar pada talent acquisition daripada talent management.

Tetapi bila sebuah perusahaan sedang fokus pada perkembangan internal, maka anggarannya akan dialokasikan lebih besar untuk talent management. Ada juga beberapa perusahaan yang mengalokasikan satu pos yang sama untuk kedua proses ini. Tapi tak sedikit juga yang mengalokasikannya secara terpisah agar lebih jelas pengeluarannya.

Mana yang Lebih Penting?

Jadi mana yang lebih penting di antara keduanya? Pada dasarnya, keduanya saling berhubungan dan sama-sama penting. Proses perekrutan karyawan yang tepat di awal sangat penting agar punya sumber daya yang tepat. Oleh karena itu, tidak jarang perusahaan yang lebih mementingkan kualitas sumber daya manusia, lebih memilih menggunakan jasa headhunter untuk melakukan talent acquisition secara profesional dan mendapatkan kandidat berkualitas tinggi. Sedangkan proses pengembangan karyawan juga sangat penting agar perusahaan juga mampu makin berkembang.

Sangat disarankan agar perusahaan mengaplikasikan kedua proses ini agar karyawan dan perusahaan semakin mudah untuk mencapai kesuksesan. Lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas tinggi akan lebih mudah terbangun jika perusahaan berhasil mengembangkan sistem yang efisien untuk kedua proses tersebut.


Share This Post!