Panduan Lengkap Cara Melakukan Interview Calon Karyawan Baru

Categories:
Tags:
Angelin Lu Prahsia  •  
March 28, 2022
Home » Resources » Interview 101 » Panduan Lengkap Cara Melakukan Interview Calon Karyawan Baru

cara interview calon karyawan baru

Sebagai perusahaan, tentunya kamu membutuhkan karyawan untuk mengerjakan tugas sesuai dengan job desc yang telah diberikan. Tidak sembarangan, karyawan yang bekerja di perusahaan harus melalui tahap penyeleksian terlebih dahulu. Untuk itu, seorang human resource atau HR harus melakukan proses perekrutan untuk menemukan calon karyawan yang tepat. Nah, pada saat interview, HR harus dapat memberikan penilaian terhadap kandidat tersebut. Bagaimana prosesnya? Simak dulu cara melakukan interview calon karyawan baru di bawah yuk!

1. Tahap Persiapan

Dalam setiap proses rekrutmen membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam sesi interview. Tidak hanya calon karyawan saja yang harus mempersiapkan segalanya agar diterima masuk ke perusahaan. Namun, HR sebagai interviewer juga harus mempersiapkan data mengenai orang yang akan di interview atau interviewee. Apa saja persiapan yang harus dilakukan untuk interview calon karyawan baru?

- Persiapkan Daftar Kualifikasi dan Tugas untuk Posisi yang Dicari

Agar sesi interview dapat berjalan dengan baik, kamu sebaiknya menyiapkan daftar kualifikasi dan tugas dari posisi yang sedang dibuka. Kamu bisa menyesuaikannya dengan job description yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini akan membantumu untuk mengetahui apa saja kualifikasi yang dibutuhkan dari seorang kandidat. Bila diperlukan, kamu juga dapat melakukan konsultasi dengan supervisor atau manajer di posisi terkait untuk mendapatkan insight mengenai kualifikasi apa saja yang diperlukan saat ini.

- Persiapkan Daftar Pertanyaan yang Ingin Ditanyakan

Pertanyaan yang akan ditanyakan selama sesi interview tidak sembarangan diajukan. Berangkat dari job description, buatlah daftar pertanyaan yang telah disesuaikan. Pastikan dari daftar pertanyaan tersebut dapat mewakili gambaran dari calon karyawan dan tidak menanyakan pertanyaan yang sensitif. Dari segi kualifikasi, kemampuan, keterampilan, serta potensi pelamar. Apakah sudah cocok dengan budaya perusahaan? Atau masih terdapat nilai tambah lainnya dari sesi interview? Berikan space kosong untuk menuliskan catatan penting selama interview.

- Cek Terlebih Dahulu CV Kandidat

Sebelum memutuskan seorang calon karyawan masuk ke proses interview, cek terlebih dahulu CV mereka. Apakah terdapat kualifikasi dan keterampilan yang perusahaan butuhkan? Dari CV tersebut, kamu bisa menemukan riwayatpendidikan, kualifikasi, keterampilan, skill, dan pengalaman kerja sebelumnya. Catat semua yang diperlukan untuk validasi data dan menggali informasi terkait saat sesi interview. Kamu juga bisa melihat sosial media calon kandidat untuk mendapatkan gambaran mengenai pribadi mereka.

- Pahami Budaya dan Tujuan Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki budaya dan tujuannya masing-masing yang berbeda dengan perusahaan lainnya. Hasil dari interview ini dapat memberikan kesempatan untuk mempromosikan perusahaan dan benefit yang ditawarkan kepada calon karyawan. Agar perusahaan mendapatkan kriteria yang sesuai, pastikan kamu mengetahui budaya dan tujuan perusahaan.

2. Cairkan Suasana

tips menginterview calon karyawan

Tidak dipungkiri, calon karyawan bisa saja merasa gugup selama proses interview berlangsung. Penyebabnya dapat dari berbagai faktor. Sebagai HR, kamu bisa mencairkan suasana dengan menggunakan intonasi yang santai saat melakukan interview. Selain itu, ajukan pertanyaan secara ringkas, jelas, namun detail. Gunakan kalimat yang bersahabat agar interviewee dapat merasa nyaman sepanjang sesi.

3. Tunjukkan Empati

Sebagai HR, kamu dapat menunjukkan empati pada calon karyawan di sesi interview. Hal ini dilakukan agar calon karyawan dapat merasa nyaman. Meskipun mereka belum tentu mendapatkan pekerjaan tersebut, tunjukkan empati melalui perlakuan baikmu. Ini akan membantu mereka mempersepsikan citra baik pada perusahaan. Bahkan tidak sedikit yang kemungkinan akan melamar kembali di posisi ini atau posisi lainnya di masa depan. Pastikan kamu menyambutnya dengan baik dan berikan kesempatan pada calon karyawan untuk bertanya di akhir sesi.

4. Proses Interview

proses interview

Setiap pertanyaan yang diajukan oleh HR akan dijawab oleh calon karyawan. Oleh karena itu, penting sekali bagi interviewer untuk memiliki daftar pertanyaan yang dapat mendukung sesi interview. Namun, terkadang jawaban mereka belum spesifik memenuhi jawaban yang dicari HR. Jika ini terjadi, kamu bisa menanyakan kembali hal yang ingin dijawab lebih detail oleh calon karyawan. Pada proses ini apa saja hal penting yang harus dilakukan?

- Catat Jawaban Kandidat

Apabila kamu melakukan interview pada beberapa kandidat, mencatat jawaban mereka akan membantumu mengingat setiap interview yang dilakukan. Tidak harus pada saat interview, kamu bisa mencatatnya di akhir sesi interview. Catatan ini akan bermanfaat untuk membandingkan antara satu calon karyawan dengan yang lainnya dan membuat keputusan.

- Tanyakan Detail Spesifik

Tidak semua jawaban calon karyawan dapat akurat. Mereka dapat merekayasa jawaban saat sesi interview. Untuk itu, ajukan pertanyaan spesifik seperti berapa banyak karyawan yang pernah ia supervise? Bagaimana sales goal tahun lalu? dan lain sebagainya. Ajukan pertanyaan sebanyak yang kamu butuhkan sehingga dapat diajukan lagi nantinya untuk divalidasi. Bila calon karyawan berbohong, maka jawaban di pertanyaan yang sama akan terlupakan atau dijawab dengan jawaban berbeda.

- Kenali Ekspektasi dan Jenjang Karir Kandidat

Selain menanyakan pertanyaan spesifik yang berkaitan dengan posisi, kamu juga bisa menanyakan goals dari calon karyawan. Tanyakan mengenai apa yang mereka lihat di diri mereka dalam 10 tahun kedepan, mengapa mereka tertarik untuk melamar di posisi ini? Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantumu memahami ekspektasi yang mereka miliki terhadap pekerjaan dan jenjang karir yang diinginkan.

- Berikan Kesempatan Bertanya

Pada akhir interview, berikan kesempatan pada calon karyawan untuk bertanya padamu. Pertanyaan ini biasanya seputar posisi dan perusahaan yang dilamar. Selain membantu calon karyawan mengukur apakah mereka cocok dengan posisi di perusahaan, pertanyaan ini juga dapat membantunya memahami situasi di dalam perusahaan.

5. Negosiasi Gaji

Cara yang tidak kalah penting selanjutnya dalam melakukan interview dengan calon karyawan baru adalah melakukan negosiasi gaji. Ketika calon karyawan sudah memenuhi kriteria, sebelum resmi masuk ke perusahaan, HR harus melakukan negosiasi gaji terlebih dahulu. Pastikan penawaran yang diajukan sudah sesuai antara beban pekerjaan dengan gaji. Hal ini untuk menghindari calon karyawan merasa keberatan dan menerima tawaran di tempat lain.

6. Konfirmasi Pengalaman Kerja Sebelumnya

Tanyakan pada kandidat tentang pengalaman kerja sebelumnya. Misalnya, calon karyawan dalam kurun waktu dua tahun sudah berpindah tempat bekerja beberapa kali. Tanyakan alasan mereka melakukan perpindahan-perpindahan tersebut. Bila mereka mengutarakan masalah seperti kurang menyukai shift pagi, bisa jadi hal tersebut akan dilakukan lagi di tempat baru. Ini menandakan bahwa kandidat tersebut mungkin tidak cocok dengan posisi yang dilamar.

7. Jelaskan Tahap Selanjutnya

Pada akhir sesi interview, jelaskan mengenai tahap selanjutnya bila ia lolos interview ini. Beritahukan berapa lama hingga tahap selanjutnya diadakan. Apabila posisi yang dituju ternyata sudah terisi oleh kandidat lain, kamu dapat memberitahukan pada calon karyawan yang tidak lolos mengenai kabar tersebut.

Tips Jitu Menginterview Calon Karyawan ala HRD Profesional

cara menginterview calon karyawan

Ada beberapa cara melakukan interview calon karyawan baru ala HRD Profesional yang dapat kamu ikuti untuk memaksimalkan kembali cara-cara diatas. Cek dulu tipsnya berikut ini.

1. Gunakan Pertanyaan Menjebak

Tanyakan pertanyaan menjebak pada calon karyawan saat sesi interview seperti apa yang disukai dari tempat bekerja sebelumnya. Mintalah satu jawaban umum dan beberapa jawaban spesifik. Dengan cara ini, kamu dapat mendapatkan informasi mengenai hal seperti wawasan kandidat terkait industri perusahaan, penyebab perasaan tertekan ketika bekerja, atau jawaban-jawaban lainnya.

2. Cari Referensi dari Sumber Lain

Kamu juga dapat mencari referensi dari sumber lain mengenai calon karyawan. Misalnya melalui sosial media atau job portal seperti Linkedin untuk mengetahui pengalaman dan mengetahui siapa saja yang pernah bekerja dengannya. Kamu dapat menanyakan pada orang-orang tersebut mengenai karakteristik atau memvalidasi pencapaian kandidat.

3. Interview Bersama Rekan HRD Lainnya

Jika kamu masih meragukan jawaban dari calon karyawan baru, kamu bisa mengajak rekan HR lainnya untuk melakukan interview bersama. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan insight sebenarnya selama sesi interview ini dari calon karyawan tersebut. Rekan HR yang ikut serta juga dapat memberikan pendapatnya bila terdapat hal yang mencurigakan.

4. Perhatikan Rekam Jejak Kandidat

Setiap orang pasti memiliki rekam jejak yang ditinggalkan, baik offline maupun dalam dunia digital. Kamu dapat mengecek rekam jejak kandidat dengan mudah dari internet. Dari sini kamu dapat mengetahui apakah kandidat tersebut cocok bekerja di perusahaanmu, atau memiliki track record yang buruk, seperti riwayat tindakan kriminal.

5. Menggunakan Pertanyaan Negatif

Untuk menemukan gambaran lebih lanjut tentang calon karyawan, kamu dapat menggunakan pertanyaan negatif. Misalnya, ajukan pertanyaan “mengapa saya harus menerima saudara?” Dengan demikian, kandidat akan terpancing untuk menceritakan dirinya lebih lanjut sesuai kemampuan atau kelebihan yang dimilikinya.

6. Perhatikan Kandidat yang Mengeluh

Bila selama interview kandidat terlihat sering mengeluh, harap diwaspadai. Sering mengeluh bisa menjadi tanda bahwa kandidat tersebut kurang produktif selama bekerja. Apalagi jika ia sering mengeluhkan atasan tempat bekerja sebelumnya.

7. Riset Kepribadian Kandidat

Kepribadian juga penting bagi seorang karyawan. Untuk itu, kamu bisa melakukan riset mengenai kepribadian kandidat. Hati-hati jika calon kandidatmu kurang dapat menerima pendapat dari orang lain. Dikhawatirkan ia tidak dapat bekerja maksimal dalam lingkungan kerjanya.

8. Konfirmasi Pengakuan Keberhasilan Calon Karyawan

Cara mudah lainnya untuk menentukan apakah kandidat cocok bekerja di perusahaan atau tidak adalah mendengarkan pengakuan achievement selama bekerja di tempat sebelumnya. Apabila kandidat hanya menyampaikan tentang keberhasilan dirinya tanpa kredit pada rekan kerja satu tim, perlu diwaspadai oleh HR. Bisa saja hal ini menandakan bahwa calon karyawan baru tersebut terlalu percaya diri atau mengambil kredit hasil kerja karyawan lainnya.

Itu dia cara interview calon karyawan baru yang bisa kamu jadikan pedoman untuk perekrutan. Dengan melakukan penilaian saat interview, kamu bisa memutuskan apakah kandidat tersebut cocok untuk perusahaan atau tidak.

match recruitment®
To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram