Resources » Recruitment 101 » Cara Membuat Job Description untuk Posisi C-Level atau Eksekutif

Cara Membuat Job Description untuk Posisi C-Level atau Eksekutif

Share This Post!

Membuat job description untuk posisi eksekutif atau C-level, tentu tidak semudah membuat untuk posisi lainnya. Sebab, perusahaan ingin mendapatkan calon karyawan yang paling ideal untuk jabatan tersebut. Seperti yang diketahui, job description meliputi rangkuman yang menjelaskan apa saja yang perlu diketahui calon karyawan.

Mulai dari tanggung jawab, wewenang, kualifikasi, keterampilan, hingga budaya kerja perusahaan. Semakin tinggi jabatan yang dibutuhkan perusahaan, maka job description yang dibuat akan semakin jelas dan terperinci. Untuk membuatnya, berikut beberapa cara membuat job description yang benar:

1. Lakukan Analisis Jabatan

membuat job description

Sebelum membuat job description untuk posisi eksekutif, telusuri terlebih dahulu mengenai jabatan tersebut. Hal ini mengingat jika posisi eksekutif atau C-level sangat beragam, dengan uraian tugasnya tersendiri.

Informasi mengenai posisi eksekutif, dapat dicari tahu melalui kolega yang saat ini menempati jabatan tersebut. Selain itu, bisa juga dengan menghubungi pihak manajemen terkait yang juga mencari calon karyawan. 

Sebagai contoh, saat membuat job desk account executive, tanyakan mengenai perubahan terhadap posisi tersebut beberapa tahun terakhir. Selain itu, pertimbangkan juga apa saja soft skills yang dibutuhkan olehnya.

2. Tentukan Posisi yang Jelas dan Spesifik

Dalam membuat job description, hindari membuat informasi yang terlalu rumit dan membingungkan. Inilah alasannya mengapa analisis posisi jabatan perlu dilakukan terlebih dahulu, supaya isinya dapat lebih spesifik.

Salah satu cara untuk membuat posisi dalam job description menjadi jelas, yaitu dengan menambahkan job title di paling atas. Hal ini akan meyakinkan calon melamar bila mereka betul-betul mengincar posisi yang tepat.

Perlu diingat, hindari menambahkan kata-kata menarik saat membuat job title agar terlihat profesional. Hanya gunakan kata kunci yang akurat, serta berhubungan dengan posisi C-level atau eksekutif yang dibutuhkan.

3. Buat Ringkasan Pekerjaan yang Menarik

deskripsi pekerjaan

Setelah job title, maka bagian selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu ringkasan mengenai posisi eksekutif tersebut. Pasalnya, tidak semua informasi dapat dimasukkan saat membuat job description untuk posisi eksekutif atau C-level.

Maka itu, usahakan untuk membuat ringkasan pekerjaan yang dapat memberikan informasi umum terkait perusahaan yang dimiliki. Hal ini agar calon karyawan dapat mengetahui gambaran mengenai perusahaan.

Pada ringkasan ini, perusahaan juga bisa menambahkan apa yang akan membuat calon karyawan merasa senang apabila bekerja di perusahaan. Tambahkan beberapa poin menarik agar menumbuhkan minat karyawan.

Beberapa informasi yang harus ada, antara lain:

  • Job title, posisi pekerjaan yang dibutuhkan
  • Job profile, ringkasan mengenai posisi tersebut
  • Requirement dan responsibilities, persyaratan yang dibutuhkan untuk mengisi posisi tersebut beserta tanggung jawab yang akan dipegang
  • About us, informasi singkat mengenai perusahaan tempat kamu bekerja.

4. Rincikan Tanggung Jawab Utama

Cara membuat job description selanjutnya yaitu dengan menambahkan uraian tanggung jawab yang dimiliki posisi tersebut. Pada dasarnya, posisi eksekutif atau C-level memiliki tanggung jawab yang besar.

Namun, usahakan untuk meringkas tanggung jawab utama dengan singkat, padat, dan jelas. Karena rincian tanggung jawab utama yang bertele-tele akan membuat job description menjadi kurang menarik.

Penjelasan mengenai tanggung jawab harus dibuat menggunakan tutur bahasa yang mudah dimengerti. Gaya penulisan ini juga akan mempengaruhi penilaian calon karyawan terhadap perusahaan yang mencari karyawan.

5. Tuliskan Persyaratan Kualifikasi

ringkasan job desk

Mengingat bahwa posisi eksekutif dan C-level merupakan posisi yang paling penting, maka kualifikasinya akan lebih menyeluruh. Untuk cara menyusun job description yang benar, hal-hal yang perlu disusun sebagai kualifikasi yaitu:

  • Pengalaman kerja. Calon karyawan yang mengincar posisi eksekutif atau C-level, tentunya memiliki pengalaman menjadi posisi terkait. Sebutkan dengan jelas berapa lama dan seperti apa pengalaman kerja yang dibutuhkan.

  • Pendidikan. Memiliki pendidikan dan gelar di bidang terkait, sudah menjadi keharusan dalam job description posisi ini. Cantumkan apa saja pendidikan dan gelar yang dibutuhkan.

  • Keterampilan khusus. Tidak hanya sekedar hard skills, calon karyawan yang mengincar posisi eksekutif atau C-level juga perlu memiliki soft skills. Tuliskan dengan baik mengenai keterampilan yang dibutuhkan.

Meski ada tiga hal yang perlu ditulis dalam job description, usahakan untuk tetap membuat persyaratan terlihat sederhana. Pasalnya, terlalu banyak persyaratan dapat mengurangi minat calon karyawan untuk melamar.

6. Tunjukkan Kepribadian dan Budaya Perusahaan

Dalam membuat job description untuk posisi eksekutif atau C-level, perusahaan harus menunjukkan budaya dan kepribadian. Dengan begitu, calon karyawan akan dapat mengenali perusahaan lebih dalam.

Untuk menunjukkan kepribadian dan budaya, ada beberapa hal yang bisa dicantumkan di job description. Dimulai dari tujuan atau prinsip perusahaan, lingkungan kerja, serta kualitas dari karyawan perusahaan.

Tentuntya, calon karyawan yang mengincar posisi eksekutif atau C-level, perlu menyesuaikan diri dengan perusahaan yang akan dipimpin. Ini merupakan hal penting dalam mencari pemimpin perusahaan yang ideal.

7. Deskripsikan Kompensasi Kerja

deskripsi pekerjaan

Menambahkan kompensasi kerja, merupakan salah satu cara membuat job description karyawan untuk posisi eksekutif maupun C-level. Sebab, kompensasi ini diharapkan memperkuat minat calon karyawan.

Kompensasi itu sendiri merupakan suatu imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan. Kompensasi ini tidak selamanya diberikan dalam bentuk uang tunai, namun juga barang atau asuransi.

Fasilitas yang diberikan perusahaan selama bekerja, juga termasuk dalam kompensasi kerja. Gunakan informasi mengenai kompensasi ini kedalam job description, agar menjadi salah satu bahan pertimbangan calon karyawan.

8. Cantumkan Persyaratan yang Realistis

Cara menulis job description selanjutnya yaitu dengan memberikan persyaratan yang realistis. Pasalnya, tidak hanya calon karyawan saja yang memiliki ekspektasi realistis, namun perusahaan yang melamarnya.

Meski kelihatannya hal ini mudah, namun masih banyak perusahaan yang menambahkan persyaratan terlalu berlebihan kepada calon pelamar. Hal ini tidak hanya membuat minat pelamar berkurang, namun reputasi perusahaan menjadi kurang baik.

Untuk membuat persyaratan yang realistis, tanyakan mengenai hal ini juga kepada kolega yang menempati jabatan tersebut. Supaya dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan persyaratan yang tepat.

9. Perbarui Job Description secara Berkala

lokasi pekerjaan

Di industri yang selalu berubah-ubah, job description juga perlu diperbarui secara berkala. Mungkin saja ada beberapa poin yang perlu diubah atau disesuaikan kembali, supaya mengikuti perkembangan industri tersebut.

Selain itu, apabila adanya perubahan pada perusahaan, maka pastikan job description untuk selalu up-to-date dengan kondisi perusahaan. Hal tersebut karena satu poin saja, dapat memberikan perbedaan signifikan.

Lantas, apa saja yang perlu diubah atau diperbarui dari job description? Misalnya seperti kualifikasi yang diperlukan dari posisi eksekutif, proses perusahaan mengevaluasi kinerja, hingga kompensasi yang diberikan.

10. Sesuaikan Gaya Penulisan dengan Target Calon Karyawan

Terakhir, terapkan personalitas perusahaan saat menulis job description untuk posisi eksekutif atau C-level. Perlu diperhatikan, jika tips ini bersifat opsional, dan hanya dilakukan jika perusahaan memiliki konsep unik.

Misalnya, apabila target calon karyawan yang mengincar posisi eksekutif berasal dari Gen Z, maka gaya penulisan dibuat lebih friendly. Sedangkan jika target calon karyawan berumur tua, maka gaya penulisan tetap harus bersifat profesional.

Meski begitu, kejelasan dari job description tetap menjadi nomor satu, agar perusahaan tetap terlihat lebih profesional. Hindari menggunakan kata-kata atau istilah yang dapat membingungkan calon karyawan.

Demikian panduan cara membuat job description untuk posisi eksekutif atau C-level yang benar. Dengan job description yang terstruktur, maka calon karyawan akan mudah mencerna informasi yang disampaikan.

Membuat job description yang diberikan kepada posisi jabatan tinggi mungkin akan terdengar sulit. Namun dengan penyusunan yang tepat sasaran, maka job description tidak akan terlihat berbeda dari umumnya.

Jangan biarkan posisi C-Level atau eksekutif Anda kosong lebih lama. match recruitment hadir untuk membantu Anda menemukan pemimpin yang tepat untuk perusahaan Anda. Dengan perjalanan kami yang panjang, kami telah mengasah keahlian sebagai profesional recruiter yang dapat diandalkan dan amanah. Misi kami adalah memastikan orang yang tepat berada di posisi yang tepat.

Mari diskusikan kebutuhan rekrutmen eksekutif Anda bersama match recruitment. Hubungi kami sekarang!


Share This Post!
hello world!