Home
 » 
Resources » Headhunter Insight » Headhunter » Strategi Rekrutmen Efektif Dapat Kandidat Terbaik, Si Kandidat Pasif

Strategi Rekrutmen Efektif Dapat Kandidat Terbaik, Si Kandidat Pasif

Share This Post!

strategi rekrut kandidat pasif

Untuk mendapat pekerjaan sesuai keinginan, seringkali job seeker atau pencari kerja menghadapi tantangan yang berat, khususnya untuk memenuhi kualifikasi perusahaan. Namun faktanya, tidak selalu pencari kerja yang harus berjuang. Tapi perusahaan juga perlu tahu strategi rekrutmen yang tepat untuk menemukan kandidat terbaik. Terutama untuk menemukan kandidat pasif yang berkualitas dan memiliki kinerja yang baik.

Sebab, untuk merekrut kandidat pasif, perusahaan mungkin menjumpai masalah yang cukup rumit. Hal tersebut karena kandidat pasif biasanya sudah puas dan nyaman dengan keadaannya. Jadi mereka tidak mencari tawaran kerja lain, bahkan jika pekerjaan tersebut lebih menggiurkan dengan gaji yang lebih besar.

Sementara itu, perusahaan Anda sangat membutuhkan dan menginginkan kemampuannya untuk membantu mengembangkan perusahaan. Berebut karyawan hingga bersaing dengan perusahaan lainnya cenderung tidak etis. Jadi, Anda memang perlu strategi rekrutmen dan seleksi yang efektif.

Sekarang, mari kita simak ulasan selengkapnya.

Apa Itu Kandidat Pasif?

merekrut kandidat pasif

Kandidat pasif atau passive candidate memiliki pengertian sebagai karyawan berkualitas baik, tapi mereka sudah bekerja di perusahaan lain sekaligus merasa nyaman dan puas dengan pekerjaannya. Sehingga, mereka tidak perlu memburu lowongan pekerjaan baru yang bahkan lebih menjanjikan.

Perlu diperhatikan sekali lagi tentang “tidak mencari pekerjaan baru”, karena hal tersebut berarti kandidat yang dimaksud tidak akan mencari perusahaan Anda. Karena mereka sudah mendapat semua yang diinginkan dan dibutuhkannya di tempatnya bekerja sekarang.

Namun, yang menjadi masalah yaitu Anda membutuhkannya karena passive candidate tersebut diyakini bisa memajukan perusahaan, sehingga kantor Anda sangat mengharapkan kehadirannya.

Biasanya, pemikiran tersebut muncul saat tidak ditemukan karyawan yang sesuai dari rekrutmen kandidat aktif. Jadi, perusahaan perlu mengubah strategi rekrutmen karyawan untuk mendapatkan SDM terbaik.

Pentingnya Kandidat Pasif

pentingnya passive candidate

Kandidat pasif merupakan orang dengan kualitas skill yang bagus serta punya beragam kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Tapi sayangnya, mereka tidak mencari pekerjaan baru karena sudah nyaman dengan pekerjaannya sekarang. Namun, mereka punya skill yang perusahaan Anda butuhkan.

Selain itu, daripada memilih kandidat aktif yang kemampuannya belum jelas, lebih aman jika Anda merekrut para kandidat pasif. Anda pun tidak akan kerepotan selama proses seleksi karena kualitas kandidat pasif sudah terbukti. Lalu, tidak akan perlu banyak training serta orientasi yang dapat menghabiskan waktu dan sebagainya. Kuncinya, cukup gunakan strategi rekrutmen yang paling efektif untuk menarik perhatian kandidat pasif.

Tipe Kandidat Pasif

strategi rekrutmen passive kandidat

Sebelum mengetahui strategi rekrutmen untuk menarik perhatian kandidat pasif. Anda perlu tahu bahwa passive candidate terbagi menjadi beberapa tipe. Berikut ini tipe-tipe kandidat pasif:

Si Pencari

Dari sebutannya saja kamu pasti tahu bahwa tipe kandidat ini lebih aktif mencari peluang untuk dapat bertumbuh dan bergabung di suatu pekerjaan. Si Pencari aktif mencari iklan dan kesempatan kerja sehingga sangat mungkin nama dan profilnya tersebar ke banyak perusahaan, bagian HR akan menemukan aplikasi lamarannya dimana-mana. Keuntungan merekrut kandidat pencari adalah jumlahnya yang banyak sehingga kamu tidak perlu “membajak” karyawan perusahaan lain yang dianggap kompeten untuk sebuah posisi.

Si Pemantau

Berbeda dengan kandidat pencari, Si Pemantau lebih pasif karena dia memang tidak secara frontal mencari pekerjaan. Kandidat pemantau lebih suka memantau dan mengamati peran mereka dalam industri yang digeluti sehingga menyadari betul kebutuhan perusaan di luar sana akan kemampuan mereka. Tipe kandidat pemantau ini juga banyak dicari karena posisi yang diinginkan perusahaan membutuhkan seseorang dengan kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki, sedangkan permintaan pasar terhadap tenaga kerja seperti ini sangat tinggi.

Si Mapan

Si Mapan adalah kandidat yang tidak sedang mencari pekerjaan karena sudah merasa mapan dan puas dengan hidupnya. Biasanya kandidat ini termasuk dalam kelompok senior usia 40an hingga 60an tahun. Kandidat yang mapan mungkin memiliki produktivitas lebih rendah daripada pencari, namun mereka menang pengalaman sebab sudah menggeluti industri tersebut selama bertahun-tahun sehingga dapat menjadi penasehat ahli yang hebat.

Strategi Rekrutmen untuk Menarik Kandidat Pasif

Strategi rekrutmen

Agar lebih efektif mendapatkan kandidat pasif, Anda perlu menyusun strategi rekrutmen yang efektif dan efisien agar bisa menarik perhatian calon kandidat pasif. Berikut strategi rekrutmen karyawan yang bisa Anda terapkan:

Manfaatkan Rekomendasi Karyawan

Apabila ingin mencari kandidat pasif yang kredibel tanpa menghabiskan banyak biaya dari perusahaan, caranya bisa dengan mengandalkan rekomendasi dari karyawan. Sebab, karyawan pasti memiliki jaringan pertemanan, baik di kampus maupun komunitasnya.

Dari para kenalannya tersebut, pasti ada yang punya kemampuan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan begitu, cara ini menjadi yang paling efektif, karena proses rekrutmen berlangsung jauh lebih cepat. Strategi rekrutmen SDM (sumber daya manusia) ini sangat layak diterapkan untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas.

Tingkatkan Branding Perusahaan

Menarik kandidat tenaga kerja yang sudah punya pekerjaan memuaskan bukanlah hal yang mudah. Anda harus bisa menawarkan sesuatu yang benar-benar melebihi apa yang sudah mereka miliki. Jadi, salah satu strategi rekrutmen selanjutnya adalah dengan meningkatkan branding perusahaan.

Dengan begitu, kandidat akan tertarik kepada perusahaan serta penawaran yang Anda berikan. Pastikan juga Anda menekankan kelebihan serta sisi positif yang dimiliki perusahaan. Branding perusahaan yang kuat bisa membuat kandidat pasif yakin, sehingga paling tidak, mereka akan mempertimbangkan lowongan pekerjaan di tempat Anda.

Personalisasi Pesan Sesuai Kebutuhan Kandidat

Kandidat pasif kebanyakan adalah tenaga kerja dengan kemampuan serta pengalaman yang spesifik, melebihi karyawan secara umum. Sehingga mereka sering diburu oleh perusahaan. Maka dari itu, untuk strategi recruitment yang lebih bagus, hindari penggunaan template surat penawaran (offering letters) umum yang standar untuk calon karyawan.

Apabila kandidat tersebut punya sesuatu yang tidak dimiliki calon karyawan biasa, jadikan hal tersebut highlight di dalam tawaran kerja yang Anda berikan. Sebutkan skill dan pengalaman kandidat tersebut yang Anda tahu dan jelaskan kenapa Anda sangat mengapresiasinya. Sehingga penawaran kerja yang kamu kirimkan menjadi sulit untuk ditolak.

Menggunakan Jasa Headhunter

Kalau sulit mencari kandidat pasif, strategi rekrutmen yang efektif selanjutnya adalah dengan memanfaatkan jasa headhunter, seperti match recruitment. Jasa headhunter ini punya cara yang khusus untuk mendapatkan dan memilih kandidat potensial sesuai kebutuhan Anda. Kalau dilihat dari peluangnya, headhunter jelas lebih ahli sehingga efektif dalam menemukan tenaga kerja yang Anda cari.

Proses perekrutan yang Anda lakukan pun akan menghemat banyak waktu dan tenaga. Karena proses rekrutmen dan seleksi wawancara bisa berjalan cukup ringkas. Akan tetapi, Anda mungkin memerlukan biaya lebih besar untuk menggunakan jasa headhunter tersebut. Namun, ini bisa menjadi investasi yang bagus dan menghasilkan.

Manfaatkan Koneksi LinkedIn

Jaringan luas menjadi suatu keuntungan yang dimiliki perusahaan, karena bisa lebih mudah menemukan kandidat pasif sesuai yang dibutuhkan. LinkedIn adalah salah satu media sosial dengan jaringan yang paling efektif untuk saling berkomunikasi. Karena merupakan tempat berkumpulnya para profesional.

Profil mereka juga sangat menarik dengan tercantum keahlian serta pengalaman mereka di bidang tertentu. Koneksi LinkedIn memudahkan proses pencarian kandidat dengan skill dan pengalaman yang dibutuhkan. Ini adalah strategi rekrutmen online yang bagus untuk digunakan.

Bangun Komunitas Talent

Cara lain yang juga efektif adalah dengan membangun komunitas talent. Dengan membangun komunitas talent, Anda memiliki tujuan untuk bisa menjaring kandidat yang berkualitas. Anda memang tidak akan langsung menemukan kandidat pasif di komunitas.

Namun, setidaknya melalui komunitas tersebut, tersedia informasi lebih banyak tentang keberadaan kandidat pasif. Jadi, pastikan membangun komunitas talent yang kuat sekaligus menjaganya agar tetap aktif. Tips ini termasuk strategi rekrutmen organisasi dengan cara yang tepat.

Buat Konten yang Menarik

Tahukah Anda bahwa sebenarnya, kandidat pasif itu tidak berdiam diri saja. Mereka melihat serta mengamati tren pasar, seperti apa kebutuhan akan skill yang mereka punya. Jadi, meskipun terkesan diam saja, sangat mungkin kandidat tersebut diam-diam memantau perusahaan Anda.

Maka dari itu, buatlah konten yang menarik agar calon kandidat pasif melirik kesempatan tersebut untuk kemudian mencobanya. Ini merupakan strategi rekrutmen di era digital yang efektif untuk diterapkan.

Akhir Kata

Mendapatkan kandidat yang terbaik memang tidak mudah, terutama kandidat yang pasif. Biasanya kandidat pasif adalah karyawan berpengalaman yang sangat sulit untuk didekati. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran, keahlian dan pendekatan berbeda dibandingkan mendekati kandidat aktif. Perlu diterapkan berbagai metode yang sesuai agar bisa menarik minat kandidat terhadap perusahaan Anda.

Bila Anda menargetkan kandidat pasif untuk mengisi posisi sulit di perusahaan, gunakanlah jasa headhunter terkenal seperti match recruitment, yang sudah berpengalaman bertahun-tahun mendekati dan merekrut kandidat pasif terbaik dari perusahaan terkemuka. Strategi rekrutmen ini terbukti lebih efektif dan berhasil. Konsultasi Sekarang.


Share This Post!