Skill Gap: Penyebab dan Cara Mengatasinya dalam Perusahaan

Tags:
Angelin Lu Prahsia  •  
April 29, 2022
Home » Resources » Market Insights » Skill Gap: Penyebab dan Cara Mengatasinya dalam Perusahaan

skill gap analysis

Kemajuan perusahaan bukan hanya tergantung dari kehebatan strategi yang dimiliki dalam manajemen saja. Namun dapat juga dipengaruhi oleh kemampuan atau skill yang dimiliki oleh karyawan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, tren industri berubah dengan tuntutan yang besar dan selalu berubah. Menciptakan sebuah kesenjangan skill atau skill gap  dalam suatu perusahaan. Skill gap sendiri merupakan kesenjangan yang terjadi antara kemampuan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Jika gap skill ini dibiarkan secara perlahan perusahaan akan tertinggal dan berjalan di tempat atau bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Itulah sebabnya dibutuhkan metode skills gap analysis untuk mengetahui sejauh mana kesenjangan telah terjadi, skill yang tidak dimiliki perusahaan dan bagaimana cara mengatasinya agar gap tidak berlarut-larut. Berikut adalah informasinya.

Apa yang Dimaksud dengan Skill Gap?

penyebab gap skills

Skill gap merupakan kesenjangan kemampuan atau keterampilan yang dimiliki karyawan dan sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan agar dapat berjalan dengan performa maksimal. Kesenjangan keterampilan dapat menjadi ancaman besar dan nyata sebab berpotensi mengganggu produktivitas perusahaan. Mengingat persaingan industri saat ini semakin ketat, skill gap sebaiknya dicegah, bahkan sebelum benar-benar terjadi, agar tidak menghambat kinerja perusahaan.

Skill gap adalah masalah yang rumit karena tidak menyangkut satu atau dua orang karyawan, namun semua orang yang terlibat di dalam perputaran roda perusahaan, bahkan di unit terkecilnya. Perusahaan diibaratkan sebuah sistem yang tiap bagiannya saling berkaitan, sehingga jika pada salah satu divisi terjadi kesenjangan keterampilan. Maka hal ini akan berpengaruh pada bagian lain. Itulah sebabnya, skill gap perlu diantisipasi terutama pada situasi seperti adanya perubahan peran dan tanggung jawab suatu jabatan, atau ketika penilaian kinerja sedang tidak bagus.

Mengapa Skills Gap Dapat Terjadi?

penyebab gap skills

Skills gap tidak terjadi begitu saja tanpa pemicu. Kesenjangan keterampilan karyawan dan kebutuhan perusahaan ini dapat muncul karena beberapa faktor, seperti perencanaan dan pengawasan yang buruk oleh perusahaan. Selain kelalaian perusahaan, skill gap juga dapat dipicu oleh perubahan yang bersifat luas, misalnya perkembangan teknologi yang menjadi serba online dalam waktu cepat, dan tidak mampu diikuti perusahaan.

Faktor selanjutnya yang berpengaruh adalah ekspektasi perusahaan yang tidak realistis. Tidak sedikit perusahaan yang berfokus menjaga biaya operasional supaya tetap rendah agar tidak mengganggu profit, namun melupakan pengembangan keterampilan karyawan. Meskipun biaya operasional yang sedikit dapat menambah keuntungan jangka pendek, skill gap justru membawa kerugian jangka panjang bagi perusahaan.

Kesalahan dalam rekrutmen karyawan juga menjadi faktor penyebab gap skill tersebut. Saat penerimaan karyawan barangkali tidak ada kandidat yang benar-benar memenuhi spesifikasi pekerjaan sehingga perusahaan salah merekrut karyawan. Hal ini dapat sangat berbahaya, karena selain membuang waktu dan mendapat karyawan toksik, kesenjangan kemampuan juga sangat mungkin terjadi.

Cara Mengatasi Skill Gap

cara atasi kesenjangan keterampilan

Meskipun menjadi ancaman serius bagi produktivitas perusahaan, skill gap bukan masalah yang tidak dapat diselesaikan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan secara bertahap dan terstruktur agar kesenjangan teridentifikasi dengan akurat dan mudah dicari jalan keluarnya.

1. Identifikasi Penyebab Gap

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi skill gap adalah dengan menemukan penyebabnya terlebih dahulu. Untuk itu, tim personalia dapat mengumpulkan data, menilai kinerja karyawan dan menentukan solusi yang tepat menggunakan beberapa pendekatan.

Pendekatan pertama adalah menggunakan key performance indicators atau KPI yang dapat memantau kontribusi karyawan pada perusahaan dan tingkat produktivitasnya. Selain itu, ada juga metode yang disebut dengan 360-degree feedback. Metode ini merupakan bentuk evaluasi kinerja dengan meminta opini dari segala sisi, misalnya dari kolega, atasan, bawahan, atau bahkan klien.

Pendekatan ketiga adalah employee assessment yang dilakukan dengan cara mengerjakan tes kepribadian, minat dan keterampilan. Hasil dari tes tersebut akan menunjukkan berapa karyawan yang mengalami kesenjangan skill di tempat kerja. Dan cara terakhir adalah obeservasi langsung dimana Anda terjun ke lapangan dan mengamati sendiri kinerja karyawan agar dapat menarik kesimpulan.

2. Lakukan Skill Gap Analysis

Setelah mengetahui penyebab kesenjangan keterampilan dengan berbagai pendekatan di atas, langkah selanjutnya adalah menjalankan skill gap analysis. Caranya adalah dengan membandingkan kemampuan yang sudah dimiliki karyawan beserta produktivitasnya dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan untuk maju. Dengan mengetahui kesenjangan yang terjadi dan penyebabnya, akan lebih mudah menemukan solusi untuk menutup gap tersebut.

3. Beri Pelatihan dan Pembelajaran

Begitu kesenjangan ditemukan begitu pula dengan penyebabnya, perusahaan dapat merancang pelatihan dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan. Berbagai jenis media pelatihan dapat digunakan agar sesi lebih menarik dan berkesan, seperti sharing session, penilaian sosial hingga penggunaan game.

Pelatihan ini tidak boleh hanya dilakukan sesekali, mengingat industri selalu berubah dari waktu ke waktu, yang berarti tuntutan bagi perusahaan juga akan mengikuti. Jadikan pembelajaran tersebut sebagai proses yang berkelanjutan, misalnya dengan mendadakan follow up bagi karyawan lama dan juga mentoring untuk karyawan baru. Hal ini bertujuan agar karyawan dapat segera menyesuaikan diri dengan budaya dan ekspektasi perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan yang dibutuhkan.

4. Ajari Karyawan Melatih Diri Sendiri

Mengembangkan kemampuan atau skill professional sebenarnya bukan tanggung jawab perusahaan saja, namun juga tugas pribadi dari masing-masing karyawan sebagai bagian dari komunitas kerja. Oleh karena itu, ajari karyawan untuk melatih diri mereka sendiri dengan cara meningkatkan kesadaran betapa pentingnya peran mereka bagi perusahaan. “Pancingan” berupa bonus, kenaikan gaji, liburan kantor dan sebagainya kadang juga dapat diberikan sebagai penghargaan dan motivasi untuk terus berkembang.

5. Evaluasi Hasil Pelatihan

Evaluasi hasil pelatihan diperlukan supaya perusahaan dapat melakukan introspeksi diri dan pembenahan mengenai bagian pelatihan mana yang diperlukan dan yang tidak efektif. Ketika hasil evaluasi didapatkan, data tersebut dapat digunakan sebagai dasar mengembangkan program lainnya, yang berguna untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan karyawan. Serta menghindari gap keterampilan yang lain yang dapat muncul.

6. Periksa Kembali Prosedur Perekrutan

Terkadang masalah kesenjangan keterampilan karyawan dan kebutuhan perusahaan dimulai dari kesalahan dalam proses perekrutan. Baik karena spesifikasi pekerjaan kurang relevan dengan kebutuhan, atau tidak ada kandidat yang memenuhi persyaratan, yang pasti prosedur perekrutan perlu dibenahi.

Sebelum mulai menerima karyawan baru, tentukan dulu kemampuan apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini. Dan selama proses seleksi, perekrut perlu lebih selektif dan jeli melihat bibit unggul. Seandainya tidak ada kandidat yang memenuhi kualifikasi 100%, setidaknya cari seseorang yang memiliki potensi untuk berkembang.

7. Masukkan Bakat Baru ke Perusahaan

Cara terakhir yang dapat diambil untuk mencegah dan menyelesaikan kesenjangan keterampilan adalah dengan merekrut tenaga kerja baru dengan keahlian yang dibutuhkan. Seperti saat ini, semua proses pendataan dilakukan secara online sedangkan perusahaan masih tertinggal dalam aspek tersebut. Jangan ragu untuk merekrut karyawan yang ahli dalam bidang IT agar kesenjangan keterampilan tidak terjadi. Mencari bakat baru yang diperlukan perusahaan, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, bantuan dari match recruitment dapat membantu meringankan bebanmu.

Namun,  hal ini tidak lantas menghapus peran pegawai senior yang mungkin tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Bagaimanapun juga, karyawan senior lebih berpengalaman dibandingkan generasi yang lebih muda. Sehingga dua kelompok tersebut justru harus disatukan. Dengan mengombinasikan skill dan pengalaman, kinerja perusahaan diharapkan akan meningkat secara pesat.

match recruitment®
To assist corporations fulfilling their human capital need, and advancing careers of talented professionals in Indonesia.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram