Resources » Recruitment 101 » Strategi Menghadapi Tantangan Rekrutmen Karyawan untuk Posisi Eksekutif

Strategi Menghadapi Tantangan Rekrutmen Karyawan untuk Posisi Eksekutif

Share This Post!

Tantangan rekrutmen

Setiap perusahaan perlu bersiap diri menghadapi tantangan dalam seleksi karyawan untuk posisi eksekutif. Sebab, pemilihan strategi rekrutmen yang tepat akan menghasilkan kandidat yang ideal untuk perusahaan. Pada dasarnya, mencari orang yang tepat untuk posisi eksekutif bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.

Inilah alasan mengapa seleksi karyawan itu penting, karena salah memilih kandidat akan berdampak sangat buruk. Lantas, apa saja tantangan yang akan dihadapi perusahaan? Dan seperti apa strategi yang perlu diterapkan untuk mendapatkan kandidat terbaik? Kedua hal penting tersebut, akan menjadi pembahasan di artikel kali ini.

5 Tantangan Seleksi Karyawan untuk Posisi Eksekutif

Dalam perkembangan perusahaan yang terus berubah, tim rekrutmen akan menghadapi berbagai permasalahan dalam merekrut. Berikut lima faktor tantangan dalam seleksi karyawan untuk posisi eksekutif:

1. Keterbatasan Pasar Kandidat

tantangan rekrutmen

Foto oleh fauxels dari Pexels

Dalam mencari kandidat untuk posisi eksekutif, tim rekrutmen perlu melihat pasar kandidat yang tersedia. Setelah ditelusuri, sayangnya tidak ada kandidat yang dirasa kandidat yang ideal untuk posisi eksekutif.

Hal tersebut mengingat bahwa posisi eksekutif memiliki kualifikasi dan tekanan yang berbeda dengan posisi level rendah. Perusahaan tentu tidak menginginkan kandidat yang tidak memiliki pengalaman yang cukup.

Adanya penyebab keterbatasan pasar kandidat ini dikarenakan kurangnya jangkauan tim rekrutmen terhadap kandidat yang berkualitas. Sebab itu, perusahaan perlu memperluas jaringan untuk mendapat calon yang sesuai.

2. Evaluasi Keterampilan Kepemimpinan

Kurangnya kandidat berkualitas

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Sebagai salah satu kemampuan yang diperlukan untuk posisi eksekutif, kepimpinan tidak dimiliki oleh semua orang. Sebab itu, perusahaan umumnya mengevaluasi keterampilan kepemimpinan dari setiap kandidat.

Akan tetapi, proses evaluasi ini terkadang dilakukan dengan tergesa-gesa. Masalah ini akan menyebabkan tim rekrutmen, tidak memiliki cukup waktu untuk menilai sifat kepemimpinan calon kandidat.

Tantangan dalam seleksi karyawan untuk posisi eksekutif ini, perlu ditanggapi dengan serius. Proses evaluasi yang tepat sasaran, merupakan kunci dalam perusahaan untuk menemukan orang terbaik.

3. Integrasi dengan Budaya Perusahaan

Perluas Jangkauan Rekrutmen Melalui Kampanye Media Sosial

Foto oleh Tracy Le Blanc dari Pexels

Setiap perusahaan tentu memiliki lingkungan atau budaya kerja yang berbeda-beda. Informasi terkait hal ini, umumnya akan ditanya oleh calon karyawan saat proses interview untuk memahami budaya perusahaan.

Selain itu, calon kandidat yang mengincar posisi eksekutif juga akan menanyakan tentang masa depan perusahaan. Mau bagaimanapun, calon pemimpin perusahaan perlu terintegrasi dengan dua hal tersebut.

Sebagai perekrut, tim rekrutmen perlu menjawab pertanyaan tersebut dengan informasi yang jelas dan akurat. Tim rekrutmen juga perlu mengumpulkan data terbaru, apabila jika adanya perubahan di dalam perusahaan.

4. Kualifikasi Terlalu Tinggi dan Tidak Realistis

kandidat pasif

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Bukan hal yang salah apabila sebuah perusahaan memiliki kualifikasi yang tinggi, terutama untuk posisi eksekutif. Namun, kualifikasi yang disertakan dalam job description tetap harus realistis, serta tidak terlalu berlebihan.

Apabila membuat kualifikasi yang tidak realistis, maka kandidat yang bahkan ideal untuk posisi tersebut akan enggan untuk melamar. Bahkan, reputasi perusahaan yang merekrut juga akan mengalami dampaknya.

Itu sebabnya, tim rekrutmen perlu mengetahui batasan kualifikasi yang diperlukan oleh posisi eksekutif. Posisi eksekutif seperti CEO, akan memiliki standar kualifikasi yang berbeda bila dibandingkan general manager.

5. Kurangnya Pengalaman Staf Rekrutmen

hambatan dan tantangan rekrutmen

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Permasalahan dalam rekrutmen, tidak selamanya dapat disalahkan oleh kurangnya persiapan calon kandidat. Staf rekrutmen dalam perusahaan itu sendiri juga dapat menjadi bagian dari masalah yang juga perlu diatasi.

Misalnya, staf rekrutmen tersebut kurang memiliki pengalaman ketika hendak menjelaskan deskripsi posisi eksekutif tertentu. Akibatnya, perusahaan akan mendapatkan kandidat yang tidak tepat sasaran.

Staf rekrutmen yang kurang persiapan, juga akan membuat proses wawancara menjadi kaku dan kurang maksimal. Akibatnya, calon karyawan dapat berasumsi bahwa perusahaan tidak memiliki staf yang profesional.

Strategi Efektif dalam Memilih Karyawan untuk Posisi Eksekutif

staf rekrutmen terbatas

Strategi yang digunakan untuk tantangan dalam seleksi karyawan untuk posisi eksekutif, sebenarnya tidak terlalu serumit yang dikira. Namun, tim rekrutmen tetap perlu menghadapinya dengan serius.

Lalu, seperti apa pengujian dan seleksi karyawan yang sebaiknya diterapkan untuk calon karyawan posisi eksekutif? Ada beberapa strategi yang dapat diimplementasikan kepada tim atau staf rekrutmen, yaitu:

1. Pemahaman Mendalam tentang Kebutuhan Posisi Eksekutif

Strategi awal yang dapat diterapkan terlebih dahulu adalah dengan memahami posisi eksekutif yang dibutuhkan perusahaan. Mengenal hal ini, ada empat pertanyaan yang dapat menjadi basis dari pemahaman:

  • Apa posisi eksekutif yang dibutuhkan oleh perusahaan?

  • Apa tugas yang perlu dikerjakan oleh posisi eksekutif tersebut?

  • Apa kebutuhan yang diperlukan oleh calon karyawan untuk posisi eksekutif tersebut?

  • Seperti apa job description untuk posisi eksekutif yang dibutuhkan?

Sebagai referensi, tim rekrutmen dapat mencari melalui kolega atau manajemen yang sudah memiliki pengalaman dan merekrut posisi tersebut. Lalu, informasi ini dapat dimodifikasi sesuai tujuan perusahan.

2. Penilaian Kompetensi dan Kemampuan Kepemimpinan

tantangan proses rekrutmen

Untuk menemukan kandidat yang ideal, tim rekrutmen perlu memiliki kemampuan menilai kompetensi dan kepemimpinan yang baik. Penilaian ini perlu dilakukan dengan cermat dan tidak dapat dilakukan tergesa-gesa.

Untuk menilai kompetensi dan kepemimpinan calon karyawan, tim rekrutmen dapat menanyakan beberapa pertanyaan khusus. Pertanyaan ini akan membuat calon karyawan menunjukkan sifat dan karakternya saat dalam wawancara.

Misalnya, tim rekrutmen dapat membuat pertanyaan berupa skenario, dimana calon karyawan perlu mengambil keputusan dengan tegas. Kembangkan pertanyaan serupa untuk memahami kompetensi kandidat.

3. Penilaian Kepribadian dan Budaya Perusahaan

Kualifikasi Terlalu Tinggi dan Tidak Realistis

Seperti halnya kemampuan, kepribadian juga menjadi faktor utama dalam proses pemilihan calon kandidat. Terutama pada posisi eksekutif, dimana kepribadiannya akan menjadi citra dari perusahaan.

Kepribadian yang dimiliki oleh calon kandidat, juga perlu disesuaikan dengan budaya perusahaan. Sebagai pemimpin, kandidat perlu beradaptasi dengan lingkungan kerja untuk dapat menyusun strategi bisnis kedepannya. 

Perlu diketahui, jika budaya perusahaan meliputi perilaku karyawan, praktik kepemimpinan, fasilitas, hingga kebijakan perusahaan. Semua atribut dalam budaya perusahaan ini akan perlu dicermati.

4. Proses Seleksi yang Komprehensif

kurangnya pengalaman staf

Sesuai yang dijelaskan di atas, proses rekrutmen yang tergesa-gesa akan menghasilkan pemilihan kandidat yang kurang ideal. Tim rekrutmen perlu mengatasi tantangan ini dengan membuat proses seleksi yang lengkap.

Umumnya, perusahaan menggunakan tujuh langkah dalam proses menyeleksi kandidat posisi eksekutif. Apa saja tahapan yang perlu dilalui calon kandidat untuk posisi eksekutif yang komprehensif?

  • Proses seleksi dua arah, mulai dari calon karyawan memilih perusahaan, dan perusahaan memilih calon karyawan.

  • Tes untuk penerimaan calon karyawan yang menilai kemampuan calon karyawan.

  • Proses wawancara untuk mempelajari calon karyawan secara mendalam.

  • Pemeriksaan referensi melalui keluarga atau kenalan calon karyawan, serta latar belakang atau pengalaman kerja.

  • Pemeriksaan medis untuk memastikan calon karyawan memiliki kesehatan yang baik.

  • Proses wawancara dengan atasan yang lebih dapat mengevaluasi calon karyawan secara lebih akurat.

  • Keputusan penerimaan calon karyawan yang dilakukan oleh Pimpinan Personalia atau HR Manager. 

Itu dia informasi lengkap mengenai tantangan dalam seleksi karyawan untuk posisi eksekutif, dan bagaimana strategi tepat untuk mengatasinya. Dengan penanganan yang tepat, tantangan tersebut tidak akan sulit.

Proses rekrutmen posisi eksekutif akan memerlukan perencanaan yang matang, untuk mendapatkan kandidat yang baik dan tepat sasaran. Sebab itu, selalu pastikan proses seleksi yang dilakukan sudah terencana.

Jangan biarkan tantangan rekrutmen menghambat pertumbuhan Anda. Sebagai mitra pilihan, match recruitment telah berpengalaman sejak 2012 dalam mencari bakat terbaik. Kami percaya pada menghubungkan orang dengan pekerjaan yang sesuai, dan perjalanan kami telah membentuk kami menjadi profesional perekrut yang dapat diandalkan.

Kami siap membantu Anda mengatasi hambatan rekrutmen dan mencapai kesuksesan bersama. Temukan solusi rekrutmen terbaik bersama kami.

Hubungi kami sekarang!

Author

  • Rista Fathika Anggrela

    Rista is a passionate person who likes to learn new things and gain new perspectives. She always gives her best in writing articles with the aim of helping the audiences solve their problems. Rista considers her faith and family to be most important to her.


Share This Post!
hello world!