Home
 » 
Resources » Recruitment 101 » Hambatan dan Tantangan dalam Rekrutmen Online, serta Solusinya

Hambatan dan Tantangan dalam Rekrutmen Online, serta Solusinya

Share This Post!

hambatan rekrutmen

Perkembangan zaman mengubah banyak hal, termasuk dalam dunia kerja dimana perusahaan beralih dari merekrut karyawan secara offline menjadi online. Rekrutmen online memang memberikan sejumlah keuntungan, baik bagi perusahaan maupun pelamar, seperti lebih efektif, efisien dan fleksibel. Sebab, proses seleksi hingga wawancara dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Namun, di sisi lain hambatan rekrutmen online menjadi kendala yang perlu dipikirkan juga. Pasalnya, ketika hambatan dan tantangan rekrutmen online ini diabaikan, bukan tidak mungkin bila perusahaan gagal mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kualifikasi serta kebutuhan.

Hambatan rekrutmen sendiri beragam jenisnya. Permasalahan yang berbeda tentunya juga membutuhkan jalan keluar dan pendekatan yang berbeda pula. Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, simak daftar hambatan rekrutmen online beserta solusinya di bawah ini.

Hambatan Rekrutmen Online

Informasi Tidak Lengkap

Salah satu hambatan dalam rekrutmen online yang sering terjadi adalah perusahaan tidak memberikan informasi lengkap seputar posisi yang ditawarkan. Mulai dari persyaratan hingga profil perusahaan itu sendiri. Hal ini dapat menjadi masalah untuk para pelamar karena mereka kesulitan mengetahui apa yang diharapkan oleh perekrut, karena informasi yang seadanya. Di sisi lain, pemberian informasi yang tidak lengkap, juga pada akhirnya akan merepotkan perusahaan sebab berpotensi menjaring pelamar yang jauh dari kualifikasi yang sebenarnya diinginkan.

Untuk menyiasati hal ini, saat mengunggah iklan lowongan pekerjaan pastikan perusahaan memberikan informasi dan job description selengkap mungkin terutama mengenai posisi, tanggung jawab, kualifikasi serta profil perusahaan. Dengan begini, pelamar tidak kebingungan memahami iklan yang dipasang dan perusahaan juga dapat bertemu dengan kandidat yang sesuai dengan harapan.

channel rekrutmen online

Channel Tidak Efektif

Pada rekrutmen online, channel rekrutmen seperti LinkedIn, Jobstreet dan portal lainnya sering digunakan. Metode ini sebenarnya sah-sah saja karena memang saluran tersebut dikhususkan untuk menarik sebanyak mungkin pelamar tanpa batasan tempat atau daerah. Sayangnya, penggunaan channel tersebut justru menjadi tidak efektif ketika perekrut melihat animo pelamar dari jumlah orang yang melihat iklan, dan bukan banyaknya pelamar yang mengirimkan berkas melalui situs tersebut.

Agar dapat menarik perhatian lebih banyak kandidat dengan kualifikasi seperti yang diharapkan rekruter, sebaiknya perusahaan selektif dalam menilai channel yang digunakan. Portal rekrutmen apapun sama baiknya asalkan memang menarik bagi pelamar dan dimanfaatkan dengan baik untuk melamar posisi yang ditawarkan.

Keterbatasan Akses

Rekrutmen online dapat menjangkau lebih banyak calon pelamar dimanapun berada. Namun, perlu dipahami bahwa rekrutmen online membutuhkan lebih banyak perangkat dan sarana, misalnya saja PC, laptop maupun jaringan internet yang bagus. Sayangnya, tidak semua pelamar dapat mengakses perangkat dan fasilitas tersebut dengan mudah karena lokasi tempat tinggal yang terpencil atau kandidat yang gaptek alias gagap teknologi.

Untuk mengatasi hambatan ini, perusahaan dapat menawarkan alternatif lain. Alih-alih menggunakan aplikasi video conference yang canggih namun tidak dikenal banyak orang, akan lebih mudah dan fleksibel untuk memanfaatkan panggilan Whatsapp karena aplikasi tersebut saat ini sangat populer dan digunakan hampir semua orang. Pelamar juga tidak harus memiliki laptop karena ponsel pintar saja dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

salah penempatan karyawan

Salah Penempatan Posisi

Perekrutan secara online memungkinkan perusahaan salah menempatkan kandidat pada posisi di luar kemampuannya. Hal ini dapat berakibat fatal bagi perusahaan karena kinerja karyawan yang buruk akibat kurangnya kemampuan dalam bidang tersebut dan menciptakan skill gap dalam perusahaan. Salah penempatan sebenarnya dapat dihindari sejak awal ketika perusahaan mengiklankan posisi tersebut.

Sebagai perekrut, perusahaan seharusnya menjelaskan secara detail dan rinci mengenai deskripsi pekerjaan dan juga kualifikasi yang diminta untuk posisi tersebut. Dengan memberikan informasi selengkap dan sejelas mungkin, kemungkinan mendapatkan kandidat yang cocok untuk posisi tersebut akan lebih besar. Dan di masa depan, performa perusahaan juga akan meningkat karena dipegang oleh individu yang qualified.

Tetapi, langkah pertama yang tidak dapat dilewatkan adalah dengan mengetahui dengan tepat dan benar terlebih dahulu akan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu, rekruter perlu dan wajib mengenal skill gap analysis untuk menganalisa kebutuhan kemampuan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Kandidat Menghilang (Ghosting)

Rekrutmen online membuka kesempatan yang luas bagi pelamar untuk memilih karir yang diinginkan. Namun, hal ini juga memiliki celah dimana kandidat potensial dapat melakukan ghosting atau menghilang tanpa kabar karena merasa posisi atau perusahaan tidak cocok dengan dirinya. Tentu saja kondisi tersebut dapat merugikan perusahaan yang telah meluangkan waktu, tenaga dan sumber daya untuk menyeleksi para pelamar.

Untuk menghindari ghosting, perusahaan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan kandidat potensial yang kemungkinan besar akan diterima sebagai karyawan. Informasikan setiap perkembangan yang ada di perusahaan, berikan saran mengenai pengembangan karir atau hal lain yang membuat mereka tertarik untuk tetap berkomunikasi dengan kamu. Komunikasi yang baik dan erat dapat membuat kandidat merasa lebih dihargai dan juga melihat potensi dari perusahaan tersebut.

tantangan rekrutmen online

Tantangan Rekrutmen Online

Rekrutmen online juga memberikan sejumlah tantangan yang musti diantisipasi oleh perusahaan. Tantangan tersebut meliputi:

Koneksi Internet

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rekrutmen online memiliki tantangan besar dalam hal teknologi, salah satunya adalah koneksi internet. Di kota besar, koneksi internet yang stabil dan bagus bukanlah hal langka. Namun, bagi pelamar yang berada di remote area atau kota kecil, koneksi internet sangat mungkin menjadi barang mahal yang susah didapatkan.

Untuk mencegah masalah koneksi internet menghambat proses wawancara, ada baiknya perusahaan berkomunikasi terlebih dahulu dengan kandidat dan mencari tahu kemungkinan kendala yang dimiliki. Dengan begini perekrut dapat merancang skenario cadangan jika kebetulan kandidat mengalami masalah dengan internetnya.

Kurang Menguasai Teknologi

Bukan hanya masalah internet, penguasaan teknologi juga menjadi tantangan dalam rekrutmen online. Ada kalanya perusahaan mendapati kandidat yang memenuhi kualifikasi yang diminta namun ternyata dia gagap teknologi sehingga kesulitan dalam melanjutkan proses rekrutmen tersebut.

Komunikasi adalah kunci dari solusi mengenai penguasaan teknologi. Perusahaan dapat menanyakan terlebih dahulu kepada kandidat apakah mungkin menggunakan aplikasi A untuk melakukan wawancara, misalnya. Jika tidak memungkinkan karena kandidat merasa tidak familier dengan aplikasi tersebut, ganti ke channel lain yang lebih umum digunakan.

Hasil Belum Tentu Akurat

Meskipun rekrutmen online memudahkan perusahaan menjaring kandidat potensial dengan ruang lingkup lebih luas. Perlu disadari bahwa rekrutmen online memiliki kekurangan dan kelebihannya, salah satunya adalah kemungkinan hasil rekrutmen tidak akurat. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak bertemu langsung dengan pelamar sehingga proses verifikasi data yang diberikan oleh pelamar jadi lebih sulit.

Untuk itu, jangan mengabaikan pertemuan langsung kendati sebagian besar proses rekrutmen dilakukan secara online. Bagaimanapun juga, pertemuan offline seperti ini penting agar perusahaan dapat melakukan penilaian dengan lebih valid dan akurat. Selain itu, pertemuan langsung juga dapat membangun hubungan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak.

Hilangnya “Personal Touch”

hambatan dan tantangan rekrutmen online

Rekrutmen online terkadang membuat perusahaan seperti robot, dimana segala proses dilakukan menggunakan aplikasi atau sistem yang tanpa disadari menghilangkan unsur humanis. Hilangnya personal touch seperti ini dapat menghilangkan minat kandidat potensial untuk bergabung dengan perusahaan karena merasa tidak diperlakukan dengan baik ataupun terlalu kaku layaknya mesin.

Untuk itu, kendati menggunakan teknologi canggih dalam proses rekrutmen, pastikan tetap memberikan sentuhan personal. Misalnya pada surat penawaran kerja yang dibuat sendiri dan bukan mengandalkan template tanpa diubah sama sekali. Hal kecil seperti ini dapat memberikan kesan yang berbeda pada kandidat sehingga mereka merasa lebih dihargai dan dibutuhkan.

Akhir Kata

Kesimpulannya, dengan menghindari kendala dalam proses rekrutmen online yang sudah sangat sering dilakukan oleh rekruter. Semoga kamu bisa mendapatkan calon karyawan yang paling tepat dengan menghindari ranjau-ranjau kecil ini.

Hambatan dan tantangan dalam rekrutmen online dapat diselesaikan bahkan dicegah sebelum terjadi selama perekrut menyadari potensi permasalahan tersebut. Dengan mempertimbangkan jalan keluarnya dengan baik, rekrutmen yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini tetap dapat berjalan sebagaimana semestinya dan menjadi terobosan untuk menemukan kandidat yang memenuhi kualifikasi dari perusahaan. Tetapi hambatan dan tantangan dari rekrutmen sendiri tidak terlepas dari rekrutmen online saja, kenali juga tantangan terbesar dalam dunia perekrutan agar kamu tidak terjebak atau bahkan mengalaminya.


Share This Post!